Prof. Dr. Tri Nuke Pudjiastuti, MA
Kemudian, pada tahun 2014, dia menyelesaikan pendidikan doktoral di Departemen Kriminologi, Fakultas Ilmu Sosial dan Politik, Universitas Indonesia. Fokus disertasi wanita berkaca mata ini adalah people smuggling dari Indonesia ke Australia. Nuke sendiri bergabung di LIPI sejak tahun 1987 sebagai peneliti di Pusat Penelitian Politik dan tergabung dalam kelompok ASEAN dan. Perbatasan. Dia telah banyak melakukan penelitian maupun penyusunan masukan kebijakan tentang migrasi paksa (forced migration) (perdagangan manusia, penyelundupan migran dan pengungsi) di lingkungan ASEAN.
Pada tanggal 18 Desember 2018 dia dikukuhkan sebagai Profesor Riset dengan judul naskah orasinya “Pemaknaan Baru Prinsip Non-Interverence pada Penanganan Migrasi Paksa dalam Kerangka Mekanisme ASEAN.” Saat ini, Nuke sebagai Ketua Komisi Nasional Indonesia Management of Social Transformation (MOST-UNESCO), Disamping itu, sejak tahun 2015 menjadi salah satu anggota Dewan Sekretariat Asian Dialogue on Forced Migration (ADFM) dan mulai trahun 2017 menjadi Dewan Pengurus Concortium for Southeast Asian Studies in Asia (SEASIA).
