
Bandung – Humas BRIN. Isu perubahan iklim menjadi salah satu topik yang tengah menjadi pembahasan oleh para pemimpin dunia, untuk mendukung Program Pemerintah Indonesia mewujudkan Net Zero Emission, PT Bukit Asam Tbk menyelenggarakan Event Bukit Asam Innovation Award Greenovator Indonesia. Salah satu kegiatan adalah melakukan kunjungan ke Laboratorium Pusat Riset Sumber Daya Geologi Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) yang terletak di Cisitu, Bandung pada hari Kamis (17/6).
Perwakilan dari PT. Bukit Asam Tbk diterima langsung Plt. Kepala Pusat Riset Sumber Daya Geologi Anggoro Tri Mursito. Kegiatan ini muncul sebagai bentuk keseriusan PT Bukit Asam Tbk dalam mendukung inovasi karya anak bangsa untuk berpartisipasi dalam mewujudkan net zero emission pada tahun 2060, di antaranya melalui teknologi Carbon Capture Utilization & Storage (CCUS) serta Dekarbonisasi pada industri pertambangan batubara.
Dalam wawancara terpisah, Anggoro menjelaskan, Pusat Riset Sumber Daya Geologi terdiri dari beberapa bidang riset diantaranya ada yang bergerak di bidang riset basic science fundamental, adapula yang bergerak di bidang riset rekayasa sampai ke lingkungan.
“Terkait peran Pusat Riset Sumber Daya Geologi dalam kegiatan Greenovator, jika ditinjau dari Sumber Daya Manusia (SDM) di Indonesia sangatlah terbatas, karena periset yang fokus di bidang batu bara tidak banyak sehingga yang berpotensi ikut serta dalam Greenovator kali ini ialah dari para periset dari Kelompok Riset Rekayasa Sumber Daya,” jelas Anggoro.
Sedangkan dibidang Science Fundamental keterlibatannya ialah untuk mencari lokasi - lokasi yang nantinya bisa digunakan untuk pemanfaatan teknologi Carbon Capture Utilization & Storage (CCUS) di dalam tanah, sementara para periset di bidang pelestarian sumber daya hanya akan focus ke aspek penutupan lahan pasca tambang, geodiversitas dan lain sebagainya.
“Isu terkait Karbon dioksida (CO2) ialah isu internasional, walaupun tanpa adanya lomba kita tetap melakukan penelitian itu karena kedepan kita harus mengurai (CO2) tersebut di atmosfer bumi,” ungkap Miftahul Huda selaku Ketua Kelompok Riset Rekayasa Sumber Daya.
Emisi karbondihasilkan dari sektor energi diantaranya dari minyak bumi, emisi gas buang dari kendaraan bermotor, gas dan dari batubara namun batu bara ini menghasilkan energi yang sama namun menghasilkan emisi karbon yang lebih besar sehingga penggunaannya akan dikurangi, selain itu batubara banyak digunakan sebgai pembangkit listrik di Indonesia untuk itu diperlukan energi alternatif yang lebih ramah lingkungan, dengan dikembangkannya teknologi ini bisa menjadi salah satu solusi pemanfaatan energi batu bara yang lebih rendah emisi karbon.
Untuk mencapai target tersebut Kelompok Riset Rekayasa Sumber Daya saat ini sedang mengembangkan teknologi Carbon Capture terutama dengan bahan baku lokal Indonesia. “Mudah-mudahan sukses dan dapat menghasilkan teknologi Carbon Capture dengan biaya murah sehingga teknologi tersebut dapat diterapkan di Indonesia secara luas,” harap Miftahul.
Iko Gusman selaku Ketua penyelenggara Greenovation menjelaskan bahwa kegiatan ini merupakan kegiatan dua tahunan dari PT Bukit Asam Tbk, tahun ini mengangkat tema Decarbonization Competition, karena isu lingkungan menjadi isu global. “Kita ingin berkontribusi nyata dalam upaya penurunan dampak dari emisi, harapannya adalah nati akan muncul inovasi – inovasi yang bis akita implementasikan di dunia bisnis sehingga dapat berkontribusi secara nyata dalam upaya penurunan emisi karbon yang berdampak terhadap lingkungan,” pungkasnya. (hmn. Ed. kg)
