Penelitian

Efisiensi Proses Produksi Bioenergi Berbasis Limbah Biomassa

Tahun : 2018

Dipa : Unggulan

Ketertarikan akan pemanfaatan sumber energi baru dan terbarukan berbasis biomasa,yang sering disebut sebagai bioenergi,semakin meningkat secara dramatis pada dekade terakhir ini, seiring dengan meningkatnya masalah lingkungan seperti polusi udara, global warming, dan penipisan lapisan ozone yang disebabkan oleh percepatan konsumsi bahan bakar fosil yang terutama menghasilkan gas CO2. Diantara solusi yang ditawarkan adalah pemanfaatan biomasa untuk produksi bioenergi karena merupakan hal yang menarik untuk diteliti dan dikembangkan. Bioenergi atau biofuel sebagai bahan bakar terbarukan dapat berupa biodiesel, bioetanol, dan biooil. Dalam produksi biodiesel mikroalga merupakan salah satu bimassa yang menjanjikan terutama sebagai mitigasi CO2 karena dalam pertumbuhannya mikroalga membutuhkan CO2 yang lebih besar daripada tumbuhan darat untuk fotosistesis. Oleh karena itu, biodiesel dari mikroalga dikenal sebagai biodiesel generasi tiga. Dalam kultivasi mikroalga butuh media berair, sehingga pemanfaatan limbah cair industri makanan dan minuman sangat menjanjikan dalam mengurangi polusi air. Dalam produksi biodiesel tantangan teknologi saat ini adalah proses pemisahan katalis dari produk biodiesel. Sehingga, penggunaan katalis padat perlu dikaji dan dikembangkan untuk efisiensi proses. Selain itu, yield biodiesel sangat tergantung dari kandungan lemak mikroalga, sehingga dalam kultivasi perlu dilakukan modifikasi untuk meningkatkan produksi lemak. Sedangkan untuk produksi bioetanol, Pusat Penelitian Kimia (PP Kimia) mengembangkan bioetanol dari TKKS yang merupakan bagian dari RENSTRA dan flagship LIPI, yaitu material untuk energi. Saat ini, proses tersebut masih terkendala dengan ongkos produksi yang masih tinggi. Untuk mengatasi masalah tersebut dilakukan penelitian peningkatan efisiensi proses dengan cara meningkatkan kinerja pretreatment untuk menghilangkan lignin dan menghasilkan selulosa yang tinggi, meningkatkan yield pada proses sakarifikasi dan fermentasi, serta efisiensi pada proses distilasi dan dehidrasi. Selain meningkatkan hasil produk utama berupa etanol, dapat juga dihasilkan co-produk yang bernilai tinggi seperti gluthatione, material adsorben, senyawa adi, dan lain sebagainya. Bio-oil dapat dihasilkan dari proses pirolisis dari biomassa, baik alga ataupun lignoselulosa. Untuk penelitian ini, limbah lignin akan diproses dengan metoda katalitik pirolisis yang nantinya diharapkan menghasilkan useful chemicals ataupun biofuel. Hal ini karena limbah lignin masih berpotensi dikembangkan untuk menghasilkan useful chemical seperti senyawa phenolic ataupun liquid fuel. Hal ini disebabkan oleh kandungan lignin itu sendiri, dimana lignin tersusun oleh gugus benzene yang terikat satu sama lain oleh oxygenated hydrocarbon. Untuk memutus ikatan oxygenated hydrocarbon tersebut pengolahan secara termokimia seperti pirolisa dibutuhkan. Selain itu, proses tersebut juga membutuhkankatalis untuk menghasilkan produk yang selektif. Oleh karena itu, pada penelitian ini kami akan mengolah limbah lignin untuk menghasilkan phenolic compounds dan liquid fuel dengan metoda katalitik pirolisa.

Anggota Penelitian :

1. Toto Sudiro