VOTE MINUS VOICE: Urgensi Penguatan Kapasitas Lembaga Demokrasi, dalam Wijayanto, Aisah Putri Budiatri, Herlambang P. Wiratraman (eds), DEMOKRASI TANPA DEMOS: Refleksi 100 Ilmuan Sosial Politik Tentang Kemunduran Demokrasi di Indonesia

 
 
Penulis:
Diskursus kontemporer tentang kinerja demokrasi di Indonesia pasca Orde Baru, cenderung bermuara pada postulat yang sama, yaitu demokrasi di Tanah Air sedang mengalami stagnasi. Bahkan lebih dari itu, beberapa akademisi telah meggunakan terminologi yang lebih tajam dan terkesan tendensius dalam melabeli realitas yang terjadi, misalnya saja, democratic in decline, democratic backsliding, dan democratic regression. Tulisan ini berupaya mengulik kinerja lembaga demokrasi di Indonesia, dengan fokus perhatian pada membedah peran Partai Politik, Birokrasi Pemerintah, dan Lembaga Perwakilan, lantaran tiga lembaga ini ditengarai berkontribusi signifikan terhadap terjadinya stagnasi, atau bahkan “arus-balik demokrasi” (Democratic U-Turn). Untuk tujuan itu, maka penulis telah menggunakan Indek Demokrasi Indonesia (IDI) sebagai data rujukan. Secara umum hasil analisis mengindikasikan, bahwa sejauh ini lembaga Pemilihan Umum, Partai Politik, Birokrasi Pemerintah, dan Lembaga Perwakilan di Indonesia cenderung lebih difungsikan sebagai instrumen oleh para elit politik untuk mendapatkan legitimasi dari masyarakat dan untuk mengamankan genggaman hegemoni kekuasan politik yang telah diraih. Implikasinya, vote yang diamanahkan oleh masyarakat pada Pemilihan Umum tidak berdampak terhadap peningkatan kehadiran negara dalam kehidupanan sehari-hari pada periode pasca Pemilihan Umum, lantaran tidak terciptanya korelasi antara presence and representation. Dalam narasi yang yang lebih lugas, realitas ini dapat dilabelli dengan terminologi Vote Minus Voice.

Penerbit LP3ES, Tahun 2021, 15 halaman.

ISSN / ISBN / IBSN : 978-602-7984-71-4

No. Arsip : LIPI-20220126
Download Disini