» Daftar artikel di kategori yang sama
Radiasi Elektromagnetik Hand Phone dan Pengaruhnya Terhadap Kesehatan

Penggunaan Hand Phone (HP) / telefon genggam sangat meningkat setiap harinya dan memunculkan kekhawatiran bagimana dampak paparan radiasi medan elektromagnetik dari HP terhadap kesehatan. Keluhan kesehatan seperti pusing, vertigo, mual, panas, alergi hipersensitif, hingga kanker merupakan beberapa hal yang sering dikaitkan dengan penggunaan hand phone. Khususnya hand phone (mobile phone), sejak Oktober 2001, berdasarkan kesepakan antara Asosiasi Industri di Eropa dan EU, semua mobile phone yang dijual di Eropa harus mencantumkan informasi nilai Specific Absorption Ratio (SAR). SAR adalah besarnya energi yang diserap per detik saat saat tubuh terpapar medan elektromagnetik pada frekuensi radio (RF). Beberapa organisai Internasional yang telah merekomendasikan batasan SAR diantaranya adalah International Commission On Non‐Ionizing Radiation Protection (ICNRP), Federal Communication Commission (FCC) dan World Health Organization (WHO). Data resmi dari FCC merekomendasikan batasan SAR untuk hand phone adalah sebesar 1.6 Watt per kilogram (W/kg). Berdasarkan kajian Henrietta Nittby dkk, pada tahun 2009 beberapa efek yang ditimbulkan akibat paparan medan elektromagnetik pada objek mamalia antara lain, perubahan fungsi kognitive, berubahan level neurotransmitter, perubahan ekspresi gen di otak kecil, dan perubahan pada ritme sinyal elektroensefalograf (EEG) otak. Secara umum dampak biologis yang dapat ditimbulkan dari penggunaan medan elektromagnetik (EMF) dapat dikategorikan menjadi dua, yaitu efek thermal dan efek non-thermal. a. Efek thermal paparan EMFPeningkatan suhu diakibatkan karena adanya rotasi molekul-molekul di tubuh yang bersifat polar akibat radiasi medan elektromagnetik. Perubahan suhu yang sangat kecil pada sel hidup berpotensi mempengaruhi aktivitas kimia dan biologis sel. Dari beberapa penelitian tentang efek thermal akibat paparan medan elektromagnetik dapat disimpulkan bahwa kedalaman penetrasi dan efek panas ditentukan oleh karakteristik elektrik pada lapisan tissue tubuh. Stankovic dkk dalam penelitiannya yang berjudul Thermal Effects on Human Head from Mobile Phones pada tahun 2015 menyimpulkan semakin kecil permitivitas tissue, semakin jauh penetrasi medan RF kedalam tubuh. Sebagain besar energi yang diserap, semakin banyak panas yang dihasilkan, dan area yang paling panas adalah area yang paling dekat dengan sumber medan RF. b. Efek non-thermal paparan EMFSejauh ini dampak non-thermal paparan EMF menunjukan hasil yang bervariasi, tergantung objek dan metode yang digunakan. Penelitian yang dilakukan Ammari 2008 terhadap tikus, menunjukkan bahwa tidak ada pengaruh pada aktivitas otak pada paparan 1.6W/kg pada frekuensi 900MHz. Namun saat besar paparan ditingkatkan hingga 6 W/kg pada frekuensi yang sama, terjadi perubahan metabolisme dan aktivitas neuron.Referensi : 1. Ammari M, Lecomte A, Sakly M, Abdelmelek H, de-Seze R. Exposure to GSM 900 MHz electromagnetic fields affects cerebral cytochrome c oxidase activity. Toxicology. 2008;250(1):70–4.2. FCC. Specific Absorption Rate (SAR) for Cellular Telephones [Internet]. 2013. Available from: https://www.fcc.gov/general/specific-absorption- 3. Nittby H, Brun A, Eberhardt J, Malmgren L, Persson BRR, Salford LG. Increased blood-brain barrier permeability in mammalian brain 7 days after exposure to the radiation from a GSM-900 mobile phone. Pathophysiology. 2009;16(2-3):103–12. rate-sar-cellular-telephones 4. Stankovic V, Jovanovic D, Krstic D, Cvetkovic N, Markovic V. Thermal Effects on Human Head from Mobile Phone. TELSIKS 2015. 2015;205–8.
» Artikel terkait :
» Tanggapan :