Berbagai hasil penelitian di Bidang Pangan, Obat, Hankam dan Energi dipamerkan LIPI pada salah satu rangkaian kegiatan Rapat Kerja Nasional Kementerian Riset Teknologi Perguruan Tinggi (Rakernasristekdikti) yang berlangsung di Serpong, (1-2/2) kemarin. Rakernas tersebut dibuka oleh Wakil Presiden RI, Jusuf Kalla. Di hadapan Kepala LPNK dan Rektor Universitas Negeri seluruh Indonesia, Kalla meminta Kemenristekdikti tak hanya mengeluhkan biaya penelitian nasional minim untuk penelitian, melainkan memanfaatkan dana yang ada untuk berinovasi.
“Hasil riset yang perlu dikembangkan adalah mengenai kearifan lokal dan dapat dimanfaatkan oleh masyarakat,” imbau Kalla. Pada kesempatan tersebut, Kalla mengunjungi booth bidang pangan LIPI yang memamerkan Padi Gogo, Pupuk Organik Hayati (POH), Asap Cair dan olahan makanan dari Jawawut.
“Hasil riset LIPI dalam bidang pangan telah siap untuk dimanfaatkan masyarakat seperti POH, Padi Gogo, dan Jawawut yang merupakan bahan yang mudah ditemukan di masyarakat,” tutur Peneliti LIPI Dr. Enung Sri Mulyaningsih kepada Wapres yang disaksikan oleh Menko Kebudayaan dan Kemanusiaan, Menristekdikti, dan Ka LIPI.
“Manfaatkan kearifan lokal agar hasil penelitian dan menyentuh langsung masyarakat dan jangan sulit ditemukan apabila masyarakat membutuhkannya,” ujar Kalla menanggapi.
Sebagai informasi, Penyelenggaraan rakernas ini adalah kali pertama dilakukan sejak Kementerian Ristek dan Pendidikan Tinggi digabung. Rakernas ini bertujuan membangun daya saing bangsa serta dapat dilakukan identifikasi strategi dan praktek dalam pengelolaan perguruan tinggi dan lembaga Litbang sehingga lebih bermutu.
Mendukung tujuan Rakernas tersebut, Kabag Humas LIPI, Isrard menyatakan bahwa pameran yang dilaksankan dalam rangka Rakernas merupakan kegiatan pendukung yang sangat baik untuk menjalin kerjasama dalam bidang penelitian antara LIPI dan Perguruan Tinggi. (kam/ ed: dee)



