Jakarta, Humas LIPI. Penyebaran pandemi Covid-19 telah melebihi masa satu tahun sejak Desember 2019 yang lalu. Namun tidak menyurutkan umat manusia untuk ikhtiar dan berjuang dalam menghadapi musibah yang tidak terduga. Pada saat yang sama setiap orang yang mampu bertahan melakukan implementasi kreativitas yang inovatif. Terutama bagi generasi muda Indonesia yang bahkan di antaranya masih bisa membuat prestasi dalam skala lokal, nasional, regional, dan internasional.
Melalui rangkaian Focus Group Discussion (FGD) yang diselenggarakan oleh Media Indonesia bekerjasama dengan Badan Nasional Penanggulangan Bencara (BNPB) Pusat menghadirkan narasumber dari berbagai instansi dengan tema “Menuju dan Mempertahankan Prestasi Selama Covid-19: Perspektif 5M dan Vaksinasi”.
Sebagai pionir salah satu instansi pemerintah yang membina dunia penelitian remaja Indonesia, Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPI) melalui Biro Kerja Sama, Hukum, dan Humas memiliki fungsi penyelenggara kegiatan pembinaan berupa kompetisi ilmiah remaja, Lomba Karya Ilmiah Remaja (LKIR) yang sudah memasuki tahun ke-53 tahun ini.
Kepala Biro Kerja Sama, Hukum, dan Humas LIPI, Mila Kencana dalam “Kompetisi Penelitian Ilmiah Indonesia : Perspektif 5M dan Vaksinasi” menegaskan, sejalan dengan program Nawacita, LIPI mempunyai misi untuk meningkatkan kualitas SDM Indonesia melalui aktivitas ilmiah. Aktivitas yang dimaksud, baik berupa kegiatan penelitian maupun program diseminasi ilmu pengetahuan teknologi kepada masyarakat. “Sebanyak lebih dari 57 ribu remaja dari seluruh Indonesia telah mendapatkan manfaat dari program pembinaan ilmiah LIPI. Mereka diharapkan mampu menjadi agen perubahan dengan berbasis implementasi berpikir kritis dan penggunaan ilmu pengetahuan,” terang Mila melalui kanal Youtube Media Indonesia, Selasa (7/07). Ia juga menyebutkan, telah banyak remaja Indonesia binaan LIPI juga telah menuang prestasi di kancah internasional seperti ajang Regeneron International Science and Engineering Fair (ISEF), ASEAN Student Project Science Competition (ASPC) maupun International Exhibition for Young Inventors (IEYI).
Masa Pandemik bukan menjadi halangan bagi LIPI untuk terus berkarya dan berkolaborasi dengan berbagai pihak dalam melakukan kegiatan pembinaan baik luring maupun daring. “Kami menyadari tetap ada keterbatasan maupun perbedaan ketika melakukan kegiatan pembinaan ilmiah secara luiring dari mulai keterbatasan infratruktur dan koneksi jaringan internet, mentalitas peserta, hingga mekanisme kegiatan yang memerlukan adaptasi kebiasaan baru,” ungkap Mila. “Namun, hal tersebut tetap dijadikan semangat dan peluang bagi kegiatan pembinaan ke depan. Semakin berupaya untuk mengatasi tantangan dengan menebarkan semangat riset dan cinta sains serta membuka peluang kolaborasi dengan pihak-pihak yang peduli terhadap pembinaan generasi muda,” tambahnya.
Dalam acara tersebut, turut hadir narasumber Asep Sukmayadi, M.Si - Plt. Kepala Pusat Prestasi Nasional Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan Riset dan Teknologi, Drs. H. Mohammad Husnan, M. Pd – Kepala MAN 2 Kota Malang, Aminu Irfanda Supanda, S.Pd, M.Pd- Kepala SMAN 1 Sumbawa Besar dan Drs. Maman Surakhman, M.Pd.I - Kepala SMAN 3 Yogyakarta. (yt/ ed: drs)



