Jakarta-Humas LIPI. Pandemi Covid-19 yang masih berlanjut menyebabkan banyaknya kegiatan LIPI beralih ke bentuk virtual. PIRN(Perkemahan Ilmiah Remaja Nasional) XIX tahun 2021 adalah salah satu kegiatan LIPI yang dilaksanakan secara virtual. PIRN merupakan kegiatan berskala nasional yang melakukan pembinaan ilmiah kepada siswa untuk memberikan pemahaman mendasar mengenai metodologi penelitian ilmiah serta etika penelitian. PIRN XIX diikuti oleh peserta yang berasal dari SMP, MTs, SMA, SMK dan MA. PIRN kali ini, dibagi menjadi dua kelompok besar yaitu materi metodologi penelitian di Bidang Ilmu Pengetahuan Alam dan Teknik yang disingkat dengan kelas IPA-Tek dan Ilmu Pengetahuan Sosial yang disingkat IPSK.
Dengan kemasan yang dibuat lebih menarik, virtual PIRN memberikan pembimbingan agar siswa mampu membuat karya tulis ilmiah yang sesuai kaidah penelitian. PIRN yang berlangsung mulai 28 Juni hingga 9 Juli 2021 ini difasilitasi oleh Biro Kerja Sama, Hukum, dan Humas LIPI.
Pada hari kedua pelaksanaan, semua siswa dan guru pendamping telah dibagi kedalam 8 kelas. Masing-masing kelas memiliki instruktur yang bertugas memberikan materi dan membimbing dalam membuat karya ilmiah. Dengan konsep yang baru yaitu Distance Learning, metode penyampaian bahan pembelajaran adalah secara synchronus dan asynchronus melalui Learning Management System. kegiatan pembelajaran PIRN XIX berlangsung selama 10 hari yang terdiri dari 84 Jam pelajaran, di mana perjamnya terdiri dari 45 menit. “Dengan waktu yang tersedia, kami bertugas melatih peserta agar mampu memahami penelitian, mempraktekkan tahapannya, menyusun laporan hasil penelitian, serta mempresentasikannya dengan tepat dan sesuai dengan kaidah penelitian ilmiah” tutur Rony Irawanto yang merupakan peneliti dari Pusat Penelitian Konservasi Tumbuhan dan Kebun Raya yang bertugas menjadi salah seorang instruktur pada PIRN XIX.
Dalam pemaparan materinya Rony menyampaikan bahwa penelitian bertujuan untuk mencari fakta ilmiah terkait ilmu pengetahuan dengan menggunakan metode yang ilmiah. Penelitian sangatlah bermanfaat untuk perkembangan ilmu pengetahuan dan harus objektif serta sesuai dengan temuan fakta dilapangan. “Peneliti tidak dapat melakukan penelitian hanya dengan cara mengumpulkan data dan menganalisisnya, tetapi penelitian harus berawal dari perumusan masalah, tujuan penelitian, kajian teori, metodologi, pengumpulan data, pengolahan hasil dan pembahasan serta kesimpulan dan presentasi atau publikasi,” rincinya.
Rony menyampaikan bahwa, jika ingin menjadi seorang peneliti maka harus memiliki sifat kritis dimana selalu ingin mencari kebenaran untuk diuji, harus memiliki landasan fikiran yang logis, memiliki sifat ingin tahu dan selalu mengambil kesimpulan berdasarkan bukti. “Peneliti bisa melakukan kesalahan, tetapi peneliti tidak boleh bohong ini adalah hal mendasar yang tidak boleh dilanggar. Betapapun hebat hasil penelitiannya, hanya bernilai jika dilakukan dengan jujur baik dalam hal pengumpulan data, analisa dan interpretasi data” tegas Rony dihadapan para siswa bimbingannya.
Setelah pemaparan materi, para siswa diberikan waktu untuk bertanya seputar penelitian terutama pelaksanaannya dimasa pandemi. Keterbatasan ruang dan waktu dimasa pandemi menjadi titik pembahasan yang cukup menarik bagi siswa. “Bagaimana sebaiknya kita melakukan penelitian di masa pandemi agar didapatkan data-data yang akurat tanpa harus turun ke lapangan” ujar Nabila Yasmin Surya Ananda melontarkan pertanyaan. Nabila merupakan siswa yang berasal dari SAMN 14 Jakarta yang dikelompokan kedalam kelas IPA-TEK 2 . Pertanyaan yang hampir sama juga dilontarkan oleh beberapa siswa peserta PIRN XIX.
Roni mengatakan, di masa pandemi kita dapat melakukan kajian dan observasi jika memang tidak memungkinkan untuk mendapatkan data dari lapangan. “Penelitian tetap bisa berjalan dengan memperhatikan kaidah-kaidah yang ada. Harus diperhatikan, jika mencari kajian literatur secara online maka pilihlah referensi dari kajian ilmiah yang berasal dari hasil penelitian. Jangan sampai mengambil referensi dari sumber yang tidak ilmiah” Jawab Roni dengan jelas.
PIRN XIX akan berlangsung sampai tanggal 9 Juli 2021 dan dikiuti oleh 134 siswa yang berasal dari 34 provinsi. Di Virtual PIRN XIX ini juga diselenggarakan kegiatan workshop guru bagi guru pembimbing . Pada tahun 2021, peserta PIRN berasal dari sekolah yang belum pernah berpartisipasi pada perhelatan PIRN dalam 2 tahun terakhir. Diakhir kegiatan, akan diumumkan hasil penilaian dan peserta terbaik dengan kriteria untuk projek terbaik adalah keaktifan kelompok, projek penelitian yang paling potensial , penulisan format laporan penelitian yang tepat dan mekanisme presentasi yang terdiri dari tata bahasa, pembagian kerja dan atraktif. (eb/ ed: drs)



