Subang, Humas LIPI. Substansi dari sebuah kegiatan tidak akan hilang meskipun dilakukan secara virtual. Hal tersebut disampaikan oleh Kepala Pusat Penelitian Teknologi Tepat Guna (P2TTG – LIPI) dalam sambutannya pada kunjungan virtual Unit Kegiatan Mahasiswa Penalaran dan Riset UKMPR) Universitas Jenderal Soedirman (Unsoed) pada (12/08). “Hadir maupun tidak hadir secara langsung bertatap muka tidak akan mengurangi substansi kegiatan, karena yang terpenting informasi dan pengetahuan yang ingin dicari bisa didapatkan,” imbuhnya.
Pramono menyampaikan P2TTG LIPI sudah berdiri sejak 34 tahun yang lalu dan cukup banyak melakukan kegiatan dari Aceh sampai Papua. “Kegiatan kita di awal justru di Wamena, Papua,” ucapnya. Pada awal berdirinya, Pramono menyampaikan bahwa fokus kegiatan P2TTG LIPI adalah membantu masyarakat maupun UKM di Indonesia melalui teknologi tepat guna. “Dalam perkembangannya banyak berubah mengikuti dinamika organisasi dan sampai saat ini yang sedang dalam masa transisi menuju Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN),” jelasnya.
Flagship kedepan P2TTG LIPI akan lebih banyak pada pengembangan peralatan, meskipun tidak terlepas dari riset proses. “Karena dalam mendisain peralatan kita memerlukan peneliti pangan yang terlibat,” ungkap Pramono. TTG dalam perkembangannya mengikuti perkembangan teknologi. “Namun kami terus berupaya mengembangkan peralatan dan teknologi proses yang diharapkan dapat menjadi solusi sesuai dengan kebutuhan masyarakat,” pungkasnya.
Kegiatan yang dikemas dalam bentuk Ngobrol Bareng LIPI mengangkat tema ‘Mengenal LIPI dan Riset Teknologi Tepat Guna’ dan dihadiri sekitar 98 peserta. Tujuannya menggali informasi terkait kelembagaan LIPI dan riset – riset apa saja yang telah dihasilkan LIPI, khususnya riset yang dilaksanakan oleh P2TTG LIPI.
Rutriana Meilisa, Sub Kordinator Layanan Fungsi Humas dan Kerja Sama Kawasan Subang dengan tema ‘Mengenal LIPI, Mari Membangun Bangsa dengan Ilmu Pengetahuan’. Sesuai dengan tugas dan fungsinya di bidang Humas, Rutriana memaparkan materi tentang LIPI secara kelembagaan. Ia juga menyebutkan berbagai bentuk layanan publik yang dapat dimanfaatkan dan terbuka untuk masyarakat. Rutriana juga menyampaikan meskipun di tengah pandemi, LIPI tetap memberikan pelayanan publik terbaik bagi masyarakat. “Pandemi ini membuat kami harus adaptif untuk tetap memberikan layanan publik terbaik bagi masyarakat, salah satunya dengan melakukan transformasi pelayanan memanfaatkan teknologi informasi,” tuturnya.
Beberapa jenis layanan publik yang dapat diakses oleh publik antara lain (1) Permintaan Informasi melalui sistem PPID Online (2)Layanan Elektronik Layanan Sains (ELSA) yang meliputi layanan sewa alat, pengujian/analisis/karakterisasi, pembelian hasil produksi, kunjungan ilmiah, komputasi berkinerja tinggi, dan pembimbingan tugas akhir mahasiswa, (3) Layanan Repositori Ilmiah Nasional (4) Layanan Edukasi (5) Layanan Akses Buku Gratis dan (6) Layanan Kerja Sama.
Narasumber kedua adalah Riyanti Ekafitri, yang merupakan ketua Kelompok Penelitian Rekayasa Proses Pangan dengan tema ‘Bidang Riset TTG’. Riyanti menjelaskan, teknologi tepat guna adalah teknologi yang teruji kelayakan nya dari segi teknis, memberikan nilai tambah, ekonomi, ramah lingkungan dan diterima secara sosial serta mengikuti perkembangan masyarakat pengguna. “Fokusnya pada kebutuhan masyarakat atau customize, jadi masyakarat butuh apa itu yang kita kembangkan,” ucapnya.
P2TTG LIPI telah mengembangkan teknologi tepat guna baik berupa peralatan dan juga proses pengolahan pangan sampai dengan implementasi ke masyarakat pengguna. “Namun sejak menjadi pusat riset, untuk impelementasi kita bekerja sama dengan unit kerja yang lain,” tutur Riyanti.
Peneliti Madya bidang pangan tersebut menyampaikan bidang riset penelitian dan pengembangan (litbang) TTG adalah peralatan proses pengolahan pangan (food processing machinery) dan peralatan pengolahan pascapanen (postharvest machinery). Terdapat 5 kelompok penelitian di P2TTG LIPI, yaitu (1) Rekayasa Proses Pangan TTG (2) Mekanisasi dan Peralatan Pasca Panen TTG (3) Mekanis dan Termal Peralatan TTG (4) Otomasi Peralatan TTG, dan (5) Agroindustri TTG.
Dalam kesempatan tersebut Riyanti juga menyampaikan beberapa hasil riset yang dihasilkan P2TTG LIPI. Dirinya menuturkan dalam melakukan riset perlu bekerja sama antar kelompok penelitian. “Dalam melakukan penelitian kita harus bekerja sama dengan grup riset yang lain, kita tidak bisa bekerja sendiri,” jelasnya.
Afik Hardanto, pembina UKMPR Unsoed menyampaikan tujuan kegiatan kunjungan virtual tersebut. “Semoga dapat memberikan motivasi kepada adik-adik dan semangat terutama dalam konsep merdeka belajar,” ungapnya. Afik berharap LIPI dapat menjadi salah satu mitra dalam pelaksanaan merdeka belajar di Universitas Jenderal Soedirman. Afik berpesan kepada para peserta untuk mendahulukan adab dalam menuntut ilmu. “Karena kita datang untuk mencari ilmu, kita harus mendahulukan adab sebelum ilmu,” ungkapnya. Afik juga menyampaikan harapannya untuk melakukan kolaborasi riset dengan P2TTG LIPI. “Semoga tidak hanya kunjungan, namun kedepan kita juga dapat melakukan riset bersama,” ucapnya. (ecp,rm.ed/rm).



