Jakarta, Humas LIPI. Biro Kerjasama, Hukum, dan Humas (BKHH) LIPI mengadakan Workshop persiapan keikutsertaan dalam ajang International Exhibition for Young Inventors (IEYI) tahun 2021 secara virtual. Kegiatan ini diikuti oleh sebanyak 20 peserta dari 11 projek invensi pemenang National Young Inventors Award (NYIA) ke-13 tahun 2020. Workshop Persiapan IEYI 2021 ini dilaksanakan selama dua hari pada tanggal 12 dan 13 Agustus 2021 secara daring. Hari pertama adalah pemberian materi Penguatan Subsatansi dengan menghadirkan narasumber Edward Yazid Ph.D salah satu Dewan Juri NYIA 2021. Hari selanjutnya adalah penguatan materi komunikasi dan pelatihan video, oleh Saskia Dwimayani dan Valiant Gandys dari tim Biro Kerja Sama, Hukum dan Humas LIPI.
Koordinator Pembinaan Ilmiah, Yutainten, M. Commun mewakili Kepala Biro Kerjasama Hukum dan Humas dalam sambutannya mengucapkan bahwa partisipasi Indonesia di ajang kompetisi ilmiah internasional yang diikuti oleh 12 negara afiliasi di Asia dan Eropa telah diulai sejak tahun 2005. Sudah lebih dari tiga kali, LIPI juga turut menjadi tuan rumah IEYI, yakni pada tahun 2007 di Yogjakarta, tahun 2014 di Jakarta dan tahun 2019 di BSD Tangerang. Tahun 2021 ini seharusnya diselenggarakan di Rusia, tetapi karena situasi pandemi yang tidak memungkinkan untuk kompetisi luring maka kegiatan dirubah menjadi virtual. “Berbeda dengan tahun sebelumnya, di tahun ini terdapat 9 katergori lomba dengan 2 kategori baru yaitu kategori Industrial Design & Convenience Devices for Daily Life dan Technology for Elderly People. Penambahan kategori baru tersebut dapat memberikan peluang pengembangan inovasi remaja agar lebih kreatif” ujar Yuta. Tahun ini, sistem penilaian IEYI masih berdasarkan penilaian invensi video singkat berdurasi 1-2 menit yang di upload di Youtube atau Google Drive.
Bapak Edward Yazid Ph.D, selaku narasumber, memulai pemaparannya dengan mengucapkan selamat pada semua peserta yang berkesempatan untuk ikut serta sebagai perwakilan Indonesia dalam acara IEYI. Beliau memaparkan bahwa Indonesia merupakan delegasi yang selalu meraih medali dari tahun ke tahun. Untuk mencapai hal tersebut, maka harus dilakukan penguatan substansi dan penguatan paparan (terkait dengan presentasi). “Dalam penguatan substansi hal terpenting yang perlu diperhatikan adalah inovasi dan originalitas sehingga diperlukan kajian yang mendalam dan kemungkinan untuk pengembangan” pungkas Edward (nur/ed.yt)



