Jakarta, Humas LIPI. Hingga saat ini, LIPI merupakan produsen paten terbanyak di Indonesia. Posisi ini tentunya sebagai ilustrasi tingkat kualitas litbang di LIPI serta bukti kompetensi instansi dalam mengelola Kekayaan Intelektual (KI). Dalam rangka diseminasi pengetahuan, maka informasi dan pentingnya pelindungan KI kepada masyarakat menjadi salah satu informasi yang dibutuhkan, khususnya bagi pelajar yang aktif berkarya di pengembangan riset inovasi,.
Saat ini, LIPI rutin mengembangkan minat dan budaya riset generasi muda melalui ajang kompetisi Lomba Karya Ilmiah Remaja (LKIR) dan National Young Inventor Award (NYIA). Antusiasme remaja dalam berinovasi dilihat dari semakin meningkatnya jumlah karya ilmiah dan produk inovasi teknologi peserta LKIR dan NYIA yang dihasilkan setiap tahunnya. Tentunya hal tersebut perlu diimbangi dengan peningkatan pemahaman peserta terkait pentingnya pelindungan KI. Namun, mengingat peserta kompetisi LIPI masih merupakan usia sekolah, diperlukan strategi khusus dan kehati-hatian dalam penyampaian materi KI kepada mereka. Untuk itu, perlu diusung konsep fun-learning agar menjadi daya tarik bagi remaja dan menerapkan kolaborasi dengan sekolah pengusung agar proteksi KI bisa optimal.
Kepala Biro Kerjasama, Hukum dan Hubungan Masyarakat (BKHH) LIPI, Mila Kencana menyampaikan dalam acara pendampingan Fasilitasi Hak Cipta bagi Finalis LKIR dan NYIA 2020 (27/7) bahwa “Terkait hasil inovasi dari para finalis atau pemenang LKIR dan NYIA, hal ini merupakan perhatian khusus dari pimpinan LIPI. sehubungan dengan hal tersebut, LIPI mencoba mangakomodir atau memfasilitasi para pemenang dengan pendampingan yang difasilitasi oleh PPII LIPI. Pemilihannya yang memang potensial dengan pertimbangan-pertimbangan tertentu dimana tentunya pihak PPII yang lebih mengetahui dan paham dari sisi paten dan inovasinya”, tuturnya.
Pada kesempatan yang sama, Koordinator Pelaksana Bina Ilmiah BKHH LIPI, Yuta Inten pun menjelaskan “Kegiatan Pendampingan Hak Cipta ini merupakan bukti komitmen LIPI difasilitasi oleh BKHH dan PPII terhadap pengembangan potensi penelitian remaja Indonesia. Diharapkan post harvesting program ini memberikan nilai lebih dan motivasi bagi remaja untuk terus berkarya dalam riset dan inovasi”, tutup Yuta. (dsa/ed:yt)



