Bogor, Humas LIPI. Generasi milenial memiliki peran yang sangat penting bagi kemajuan bangsa Indonesia. Sebagai agen perubahan jiwa patriotisme, rasa cinta tanah air bisa diwujudkan salah satunya dengan ikut melestarikan dan mengkampanyekan keanekaragaman hayati Indonesia. Hal itu diungkapkan oleh Kepala Biro Kerjasama Hukum dan Humas LIPI Mila Kencana, saat membuka webinar dengan tema “Cara Asyik Cinta Tanah Air, Bincang Santai Bareng Milenial” Minggu, (22/08).
Mila menambahkan keanekaragaman hayati Indonesia merupakan sumber daya potensial sebagai bahan baku produk lokal sehingga bisa meningkatkan ekonomi masyarakat apalagi di saat pandemi saat ini.
“Harapannya semoga kegiatan ini bisa menginspirasi generasi milenial untuk berkiprah dalam melestarikan keanekargaman hayati sebagai bentuk cinta tanah air” ujarnya.
Perekayasa dari Pusat Penelitian Biologi LIPI, Marwan mengatakan bentuk cinta tanah air sangat beragam salahsatunya bisa dilakukan dengan mengeksplorasi kekayaan alam, budaya nusantara Indonesia. Adapun Senior Grafic Desainer dari Idea cultura Bandung Farah Anisati Bariz mengatakan bentuk rasa cinta tanah air bisa dilakukan dengan membuka cara berfikir dan melakukan dari hal-hal yang kecil disekitar.
Sementara itu Aktivis Lingkungan dan Pemerhati Budaya Bengkulu Sopian mengatakan media sosial menjadi sarana yang tepat untuk menyebarluaskan informasi terkait keanekragaman hayati terutama Rafflesia puspa langka yang menjadi icon Bengkulu. Sampai saat ini masih banyak masyarakat yang salah paham terkait perbedaan bunga bangkai dan rafflesia.
“Banyak masayakarat yang salah kaprah terkait rafflesia dan amorphophallus, apalagi ketika porang disamakan dengan bunga bangkai Amorphphallus titanium, inilah yang menjadi tugas kita meluruskan hal tersebut” ujarnya.
Kegiatan webinar ini merupakan salah satu kegiatan dalam rangka memeriahkan Hari Jadi LIPI ke 54. Yang diikuti oleh lebih dari 100 peserta dari berbagai latar belakang profesi dan usia dan tersebar dari berbagai daerah di Indonesia. (add)



