Jakarta, Humas LIPI. Sebagai salah satu keseruan rangkaian pelaksanaan Perkemahan Ilmiah Remaja Nasional (PIRN) XIX, Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPI) menghadirkan acara Inspirational Talk. Mengangkat tema yang sangat dekat dengan kehidupan generasi muda Indonesia saat ini, Inspirational Talk di hari ke-9 PIRN Virtual 2021 menghadirkan tokoh inspiratif Yulia Atiyah yang telah berhasil menjadi Youtube-edukreator melalui kanal Youtubenya, Biologi Aja!.
“Misi kami (di Biologi Aja) adalah membanjiri internet dengan konten edukasi. Tujuan kita untuk dapat menjangkau lebih banyak siswa dan mahasiswa, serta membantu meningkatkan tingkat akademik mereka dalam bidang biologi,” ujar Yulia, Kamis (9/7). Saat ini, kanal Biologi Aja! besutannya telah memiliki 18 ribu pengikut.
Yulia pun menceritakan terbentuknya kanal ini bermula dari tugas kuliah dan kegemarannya pada dunia animasi. Dirinya pun kemudian belajar animasi melalui suatu komunitas yang ia temukan di media sosial. “Setelah mencoba membuat animasi, saya coba mengikuti beberapa lomba. Setelah gagal beberapa kali, saya coba lagi terus. Ngga papa ya, karena setiap orang itu punya jatah gagalnya masing-masing, tinggal kita terus saja mencoba,” katanya.
Sampai akhirnya mendapat penghargaan dari Bank Indonesia, Yulia kemudian memfokuskan diri di animasi. “Lalu saya mengikuti Akademi Edukreator, yang diinisiasi Kok Bisa, bekerja samanya dengan LIPI, Youtube Learning dan Kemendikbud,” jelasnya.
Yulia juga membagi pengalamannya tentang bagaimana menjadi kreatif. Dirinya menekankan menyatakan kreatifitas merupakan bakat yang bisa dilatih. “Fokus membantu orang. Kita tidak perlu karya yang sempurna, kita hanya perlu membuat karya yang lebih baik dari sebelumnya. Maksimalkan setiap kesempatan, karena beberapa hal hanya terjadi sekali,” pesan Yulia.
Dalam Inspirational Talk ini hadir pula Penny Sylvania Putri, produser dan penulis naskah animasi hingga film dokumenter LIPI. Sebagai bagian tim kreatif content creator diseminasi hasil penelitian LIPI, Putri menyatakan konten audiovisual memiliki efektifitas yang tinggi untuk menarik audiens.
“Audiovisual sangat berguna untuk mengkomunikasikan sains. Dan ini menjadi tujuan LIPI memproduksi film dokumenter dan konten video lainnya, untuk masyarakat awam, media, dan para pembuat kebijakan,” terang Putri.
Putri menyatakan konten-konten komunikasi sains yang diproduksi LIPI merupakan bagian dari fungsi dan kewajiban LIPI sebagai lembaga penelitian nasional. “LIPI berkewajiban untuk menginformasikan ilmu pengetahuan dan hasil penelitian kepada publik. LIPI berkewajiban memberikan edukasi sains kepada publik, dan meningkatkan kesadaran masyarakat tentang sains,” jelas Putri.
Pembuatan konten komunikasi sains LIPI juga melalui proses kreatif yang panjang. Putri menjabarkan beberapa proses kreatif tersebut antara lain, pengembangan cerita, pra-produksi, produksi, pasca produksi, dan diseminasi. “Selain itu ada beberapa hal yang juga harus diperhatikan dalam pembuatan konten, seperti durasi, ukuran frame, tujuan konten, pesan yang ingin disampaikan, dan target audiens,” papar Putri.
Yutainten, Ketua Penyelenggara PIRN Virtual 2021, yang turut hadir pun mengungkapkan tema dan substansi Inspirational Talk ini dipilih mengingat maraknya peminat Youtube di kalangan masyarakat, terutama generasi muda.
“Saya lihat banyak sekali anak muda Indonesia yang menggunakan Youtube sebagai ajang entertain ataupun menggali informasi. Nah di Inspirational Talk ini kita mengundang peneliti muda Indonesia yang telah berhasil memanfaatkan Youtube sebagai sarana pembelajaran bagi masyarakat luas,” ujar Yuta.
“Ini bisa menjadi inspirasi bagi kita untuk menjadi kreatif dalam mendiseminasikan hasil pengetahuan dan hasil riset kita, dengan memanfaatkan metode dan platform populer yang bisa dinikmati banyak orang,” pungkasnya. (iz)



