Informasi Kebencanaan Selamatkan Masyarakat

By 16/03/2016Berita BKHH

Beberapa wilayah di Indonesia rawan bencana, baik bencana alam maupun bencana yang disebabkan dari faktor manusia. Bencana dapat disebabkan oleh beberapa faktor antara lain geografis, geologis, iklim, keragaman sosial, budaya dan politik. Dalam menyosialisasikannya, Badan Nasional Penganggulangan Bencana (BNPB) mengajak peserta BAKOHUMAS (Badan Koordinasi Kehumasan) untuk mengikuti Pelatihan Penanggulangan Bancana yang berlangsung selama 3 hari (2-5/3), di Pusat Pendidikan BNPB di Sentul Jawa Barat.

Deputi Pencegahan dan Kesiapsiagaan BNPB, Wisnu Wijaya, saat membuka acara mengatakan bahwa acara ini sangat strategis khususnya di bagian informasi. “Salah satu fokus dari kebencanaan adalah masyarakat sebagai kuncinya. Pada prinsipnya masyarakat dapat selamat kalo mereka mendapat informasi yang tepat dan waktu yang cepat, sehingga mereka dapat melakukan reaksi setelah mendapat informasi tersebut,” terangnya.

Staf Ahli Bidang Komunikasi dan Media Massa Kementerian Komunikasi dan Informatika, Henry Subiakto mengatakan, dunia tercengang melihat besarnya tsunami Aceh dan besarnya korban di sana. “…itu menjadi tonggak sejarah kerja sama antar negara. Bukan hanya negara-negara Asean, melainkan hampir semua negara sahabat membantu saat peristiwa tsunami Aceh,” kata Henry. “Kerja sama ini terus dikembangkan dan dipertahankan hingga lahirlah Asean Committee on Disater Management (ACDM),” sambungnya.

Menurut Henry, Persoalan kebencanaan dekat sekali dengan kita, dan humas punya peran sangat penting. “Peran humas adalah pada pra diasater atau bencana yaitu memberikan semacam pemahaman bagaimana cara kita menghadapi disaster semacam kesigapan atau kesiapan aktifitas kalau ada bencana,” tegasnya.

0 0 1 300 1716 inahost 14 4 2012 14.0 Normal 0 false false false EN-AU JA X-NONE /* Style Definitions */ table.MsoNormalTable {mso-style-name:”Table Normal”; mso-tstyle-rowband-size:0; mso-tstyle-colband-size:0; mso-style-noshow:yes; mso-style-priority:99; mso-style-parent:””; mso-padding-alt:0in 5.4pt 0in 5.4pt; mso-para-margin-top:0in; mso-para-margin-right:0in; mso-para-margin-bottom:10.0pt; mso-para-margin-left:0in; line-height:115%; mso-pagination:widow-orphan; font-size:11.0pt; font-family:Calibri; mso-ascii-font-family:Calibri; mso-ascii-theme-font:minor-latin; mso-hansi-font-family:Calibri; mso-hansi-theme-font:minor-latin; mso-ansi-language:EN-AU;}

Dalam kesempatan tersebut para peserta juga diberi pelatihan mengenai bagaimana cara membangun tenda pengungsian, memasak di dapur umum, memberi pertolongan pertama pada korban, serta cara menggunakan alat komunikasi dan GPS. Acara ini diikuti lebih kurang 80 orang yang berasal dari kementerian dan lembaga.(sob)

Leave a Reply