Lima Arahan Sestama LIPI kepada Sivitas BKHH

By | Berita BKHH | No Comments

Jakarta. Humas LIPI. Dalam rangka adanya perubahan organisasi di lingkungan Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPI) dan persiapan kinerja staf, Biro Kerja Sama, Hukum dan Humas (BKHH) mengadakan rapat koordinasi dengan Sekretaris Utama LIPI, Nur Tri Aries Suesningtyas. acaranya ini dilakukan secara virtual, pada Jumat (2/07).

Dalam sambutannya, Nur menyampaikan bahwa dialog dengan sivitas BKHH ini dilakukan sesuai tugas dan fungsi di BKHH dapat menyerap aspirasi apabila ada hal-hal yang perlu ditindaklanjuti di saat transisi organisasi. Dirinya berharap, sebagai sivitas BKHH, selalu mendapatkan informasi yang terupdate, bisa dari media sosial, berita media massa, bahkan dari info media BKHH sendiri, karena humasnya ada di BKHH. Nur menyatakan, arah kebijakan transisi organisasi sesuai dengan adanya Perpres 33 Tahun 2021, tentang Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN). Kepala BRIN mengkonsolidasi sumber daya manusia (SDM), infrastruktur dan anggaran yang akan di kelola di awal. “Tidak perlu ada kegalauan di saat pandemi, adanya masa transisi perubahan organisasi ini, karena ASN masih tetap menerima gaji dan tunjangan itu harus disyukuri.” ungkapnya.

Nur menambahkan, masalah perubahan organisasi itu hal yang wajar, seperti halnya di berbagai Kementerian seperti, di Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif RI (Kemenkraf) dan Badan Usaha Milik Negara (BUMN) dalam proses menuju yang lebih baik harapannya, melalui transformasi proses bisnis dan manajemen riset yang selalui di sampaikan oleh Kepala BRIN. “BKHH LIPI juga mempunyai peran penting dalam transisi organisasi.” tegasnya.

Lima Arahan

Dalam paparannya, Nur menyampaikan lima arahan. Pertama, mengenai Regulasi. penyiapan regulasi untuk mendukung BRIN, percepatan layanan regulasi internal LIPI, analisis regulasi yang terdampak saat reorganisasi dan usulan kebijakan di BRIN, pemetaan dan analisis permasalahan hukum yang belum tuntas. Kedua, tentang Perjanjian dan Kerja Sama. Evaluasi perjanjian yang berlaku dan adanya komitmen lembaga, analisis rekomendasi terkait pelaksanaan kerja sama dalam dan luar negeri, pemberitahuan ke stakeholder kerja sama dalam dan luar negeri, pemberitahuan keanggotaan organisasi internasional.

Ketiga, berkenaan dengan Kehumasan dan Informasi Publik, perlu koordinasi konsolidasi kegiatan kehumasan LIPI dan BRIN, penyiapan kegiatan LIPI saat perubahan organisasi secara adaptif, penyiapan narasi positif, dan optimis perubahan organisasi LIPI dan konsolidasi dalam BRIN, penyiapan infografis edukasi publik terkait organisasi, penyelesaian laporan dan capaian kinerja untuk publik. Keempat, dalam lingkup Pembinaan Ilmiah. Koordinasi komunikasi sains kepada generasi sains, adaptasi kegiatan, penyiapan infografis. Kelima, untuk Sumber Daya Manusia (SDM), sivitas BKHH harus memiliki jabatan fungsional, kinerja profesional, mutasi ke jabatan lain, peningkatan kompetensi secara terus menerus secara mandiri, membangun jaringan profesional, dan selalu update dengan informasi terkini.

Kepala BKHH LIPI, Mila Kencana menjelaskan perlunya sivitas BKHH menyikapi adanya perubahan organisasi transisi dari LIPI menuju BRIN, dan kesiapan Aparatur Sipil Negara (ASN) harus profesional dimanapun kita berkerja dan tetap berupaya yang sudah punya fungsional kinerja harus di tingkatkan lagi sesuai dengan fungsional masing-masing dan tugas pokok dan fungsi di BKHH.” tuturnya.

Mila menambahkan bahwa humas memegang peranan penting bagaimana menyosialisasikan hal-hal terkait ini, juga bagian hukum terkait regulasi, juga ada bagian kerjasama, tetap profesional dan optimis,” terang Mila. (dr/ ed: drs).

 

PIRN 2021, Peneliti LIPI Ajarkan Siswa Metode Ilmiah

By | Berita BKHH | No Comments

Jakarta-Humas LIPI. Pandemi Covid-19 yang masih berlanjut menyebabkan banyaknya kegiatan LIPI beralih ke bentuk virtual. PIRN(Perkemahan Ilmiah Remaja Nasional) XIX tahun 2021 adalah salah satu kegiatan LIPI yang dilaksanakan secara virtual. PIRN merupakan kegiatan berskala nasional yang melakukan pembinaan ilmiah kepada siswa untuk memberikan pemahaman mendasar mengenai metodologi penelitian ilmiah serta etika penelitian. PIRN XIX diikuti oleh peserta yang berasal dari SMP, MTs, SMA, SMK dan MA. PIRN kali ini, dibagi menjadi dua kelompok besar yaitu materi metodologi penelitian di Bidang Ilmu Pengetahuan Alam dan Teknik yang disingkat dengan kelas IPA-Tek dan Ilmu Pengetahuan Sosial yang disingkat IPSK.

Dengan kemasan yang dibuat lebih menarik, virtual PIRN memberikan pembimbingan agar siswa mampu membuat karya tulis ilmiah yang sesuai kaidah penelitian. PIRN yang berlangsung mulai 28 Juni hingga 9 Juli 2021 ini difasilitasi oleh Biro Kerja Sama, Hukum, dan Humas LIPI.

Pada hari kedua pelaksanaan, semua siswa dan guru pendamping telah dibagi kedalam 8 kelas. Masing-masing kelas memiliki instruktur yang bertugas memberikan materi dan membimbing dalam membuat karya ilmiah. Dengan konsep yang baru yaitu Distance Learning, metode penyampaian bahan pembelajaran adalah secara synchronus dan asynchronus melalui Learning Management System. kegiatan pembelajaran PIRN XIX berlangsung selama 10 hari yang terdiri dari 84 Jam pelajaran, di mana perjamnya terdiri dari 45 menit. “Dengan waktu yang tersedia, kami bertugas melatih peserta agar mampu memahami penelitian, mempraktekkan tahapannya, menyusun laporan hasil penelitian, serta mempresentasikannya dengan tepat dan sesuai dengan kaidah penelitian ilmiah” tutur Rony Irawanto yang merupakan peneliti dari Pusat Penelitian Konservasi Tumbuhan dan Kebun Raya yang bertugas menjadi salah seorang instruktur pada PIRN XIX.

Dalam pemaparan materinya Rony menyampaikan bahwa penelitian bertujuan untuk mencari fakta ilmiah terkait ilmu pengetahuan dengan menggunakan metode yang ilmiah. Penelitian sangatlah bermanfaat untuk perkembangan ilmu pengetahuan dan harus objektif serta sesuai dengan temuan fakta dilapangan. “Peneliti tidak dapat melakukan penelitian hanya dengan cara mengumpulkan data dan menganalisisnya, tetapi penelitian harus berawal dari perumusan masalah, tujuan penelitian, kajian teori, metodologi, pengumpulan data, pengolahan hasil dan pembahasan serta kesimpulan dan presentasi atau publikasi,” rincinya.

Rony menyampaikan bahwa, jika ingin menjadi seorang peneliti maka harus memiliki sifat kritis dimana selalu ingin mencari kebenaran untuk diuji, harus memiliki landasan fikiran yang logis, memiliki sifat ingin tahu dan selalu mengambil kesimpulan berdasarkan bukti. “Peneliti bisa melakukan kesalahan, tetapi peneliti tidak boleh bohong ini adalah hal mendasar yang tidak boleh dilanggar. Betapapun hebat hasil penelitiannya, hanya bernilai jika dilakukan dengan jujur baik dalam hal pengumpulan data, analisa dan interpretasi data” tegas Rony dihadapan para siswa bimbingannya.

Setelah pemaparan materi, para siswa diberikan waktu untuk bertanya seputar penelitian terutama pelaksanaannya dimasa pandemi. Keterbatasan ruang dan waktu dimasa pandemi menjadi titik pembahasan yang cukup menarik bagi siswa. “Bagaimana sebaiknya kita melakukan penelitian di masa pandemi agar didapatkan data-data yang akurat tanpa harus turun ke lapangan” ujar Nabila Yasmin Surya Ananda melontarkan pertanyaan. Nabila merupakan siswa yang berasal dari SAMN 14 Jakarta yang dikelompokan kedalam kelas IPA-TEK 2 . Pertanyaan yang hampir sama juga dilontarkan oleh beberapa siswa peserta PIRN XIX.

Roni mengatakan, di masa pandemi kita dapat melakukan kajian dan observasi jika memang tidak memungkinkan untuk mendapatkan data dari lapangan. “Penelitian tetap bisa berjalan dengan memperhatikan kaidah-kaidah yang ada. Harus diperhatikan, jika mencari kajian literatur secara online maka pilihlah referensi dari kajian ilmiah yang berasal dari hasil penelitian. Jangan sampai mengambil referensi dari sumber yang tidak ilmiah” Jawab Roni dengan jelas.

PIRN XIX akan berlangsung sampai tanggal 9 Juli 2021 dan dikiuti oleh 134 siswa yang berasal dari 34 provinsi. Di Virtual PIRN XIX ini juga diselenggarakan kegiatan workshop guru bagi guru pembimbing . Pada tahun 2021, peserta PIRN berasal dari sekolah yang belum pernah berpartisipasi pada perhelatan PIRN dalam 2 tahun terakhir. Diakhir kegiatan, akan diumumkan hasil penilaian dan peserta terbaik dengan kriteria untuk projek terbaik adalah keaktifan kelompok, projek penelitian yang paling potensial , penulisan format laporan penelitian yang tepat dan mekanisme presentasi yang terdiri dari tata bahasa, pembagian kerja dan atraktif. (eb/ ed: drs)

 

 

 

Bakti Inovasi, Dukung Guru Tingkatkan Kompetensi Ilmiah

By | Berita BKHH | No Comments

Sukabumi, Humas LIPI. Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPI) sebagai organisasi pelaksana litbangjirap Badan Riset Inovasi Nasional (BRIN), berperan aktif dalam melakukan diseminasi hasil-hasil penelitian kepada masyarakat. LIPI juga berkiprah dalam program pembinaan ilmiah untuk siswa dan guru, agar mampu menuangkan ide-ide penelitian yang kreatif, inovatif, dan aplikatif, dalam bentuk karya tulis. Sebagai implementasi, LIPI dan Komisi VII Dewan Perwakilan Rakyat Republik Indonesia (DPR RI), bekerja sama mengadakan Pelatihan Penyusunan Karya Tulis bagi Guru Sekolah Menengah Atas (SMA) dan Sederajat di Kota Sukabumi pada Selasa (25/5).

Driszal Friyantoni, Kepala Biro Umum LIPI, menyampaikan bahwa guru merupakan salah satu jabatan fungsional yang membutuhkan peningkatan kompetensi. “Pelatihan yang merupakan inisiatif kerja sama dari LIPI dan Komisi VII DPR RI ini sangat baik, agar guru meningkatkan kompetensinya dalam persaingan global saat ini,” jelasnya. “Semoga kolaborasi ini bisa terus berlangsung di berbagai Dapil (daerah pemilihan) di Indonesia,” harapnya.

Dirinya mengungkapkan pentingnya obyek-obyek penelitian yang dibuat dalam karya tulis dapat menyesuaikan kaidah ilmiah. “Hal itu agar ide-ide dan informasi yang ada dapat tersampaikan baik ke masyarakat,” ucap Driszal dalam sambutannya. “Jangan sampai maksud kita sebagai penulis menjadi menyimpang diartikan oleh pembaca,” ujarnya.

Anggota Komisi VII DPR RI, Ribka Tjiptaning, menyampaikan bahwa penting bagi DPR untuk mendukung lembaga riset, dalam hal ini BRIN - LIPI yang memiliki program bagi para guru. “Lembaga riset ini perlu didukung untuk bisa terus memberi kontribusi bagi kemandirian bangsa,” jelasnya. “Semoga kerja sama dengan LIPI ini bisa terus berlanjut, dengan mengundang guru-guru dari sekolah lain,” tuturnya.

“Di Sukabumi ini khususnya memiliki anak-anak yang pintar dan berpotensi. Semoga Bapak Ibu guru di sini bisa mendorong siswa-siswinya untuk berprestasi membuat karya tulis ilmiah,” ungkap Ribka. “Sukabumi juga sangat kaya oleh cahaya matahari, sayur-mayur, dan bahan tambang, namun sayangnya masih disebut daerah tertinggal. Oleh karena itu, Bapak Ibu Guru saya harap bisa membina anak didiknya agar mampu memajukan Sukabumi,” pesannya.

Sukma Wijaya Kusumah, dari Pusat Penelitian Biomaterial LIPI menjelaskan mengenai pentingnya melakukan riset ilmiah untuk dijadikan karya tulis ilmiah. “Kita bisa mengamati permasalahan yang ada di lingkungan kita untuk dijadikan karya tulis ilmiah,” tuturnya. “Selanjutnya, kita memilih dan memilah topik dan mencari alternatif solusi untuk memecahkan masalah,” lanjutnya. “Yang penting juga syarat karya tulis adalah adanya kebaruan atau orisinalitas ide,” tegasnya.

Sukma memberikan pengetahuan dasar mengenai prinsip penulisan proposal karya tulis ilmiah dan teknik presentasi ilmiah. Dirinya juga memberikan tips agar hasil penelitian tidak sekedar karya tulis namun juga bisa diaplikasikan. “Setelah LIPI bertransformasi, penelitian di LIPI harus terdiseminasikan dengan ke masyarakat, penelitian dimulai dari industri,” ungkapnya. Begitu pun dengan hasil penelitian siswa, pilih yang bisa juga dikerjasamakan dengan industri. “Kita berangkat dari industri, menanyakan apa saja yang dibutuhkan oleh industri, lalu kita berusaha menjawab kebutuhan industri tersebut,” urainya.

Sebagai motivasi membuat karya tulis ilmiah, para peserta pelatihan diarahkan untuk bisa mengakses situs lipindonesia.com, kompetisi.lipindonesia.com, dan pirn.lipindonesia.com, maupun media sosial LIPI. “LIPI selama ini telah mengadakan kompetisi Lomba Karya Ilmiah Remaja (LKIR) dan National Young Scientist Award (NYIA) melalui pendaftaran proposal penelitian,” ujar Sukma. “LIPI juga memiliki program perkemahan ilmiah remaja nasional (PIRN) bagi guru dan siswa, yang tahun ini dilakukan secara virtual,” jelasnya.

 

(adl)

 

Tingkatkan Kepekaan Riset Remaja dan Guru Melalui Pelatihan Penyusunan Karya Tulis Ilmiah

By | Berita BKHH | No Comments

Malang, 28 April. Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPI) bekerjasama dengan MAN 1 Malang menyelenggarakan kegiatan Pelatihan Penyusunan Karya Tulis Ilmiah (KTI) bagi siswa dan Guru MAN/SMA sederajat pada tanggal 26-28 April 2021 yang bertempat di MAN 1 Malang. Sebanyak 32 peserta yang mengikuti pelatihan terdiri dari 32 siswa IPA-tek, 28 siswa IPSK dan 28 guru. Para peserta tidak hanya berasal dari wilayah Malang, melainkan juga dari berbagai daerah diantaranya yaitu Jombang, Banyuwangi, Ponorogo, Madura, Sumenep, Semarang, Kraksan, Surakarta, Sleman, Sragen, Jember, Pasuruan, Kediri, Banjarnegara, Surabaya, Sidoarjo, Kudus, Pati, Cikarang, Depok, Bogor, Sumba, Sumbawa dan Sumatera Selatan. Kegiatan ini menghadirkan narasumber Dr. Ahmad Helmy Fuady, Dr. Khoirul Himmi Setiawan M.Agr dan Dr. Achmad Dinoto M.Sc. Tidak hanya pelatihan KTI, dalam pelatihan kali ini juga diberikan materi TekniK Presentasi Ilmiah oleh Yutainten M.Commun, Koordinator Pembinaan Ilmiah-Pranata Humas LIPI dan topic “Highlighting Trend Penelitian Remaja oleh Shabrina Ayu Oktasari, Analis Kebijakan LIPI.

Dalam sambutannya di acara pembukaan, Kepala Kantor Kementerian Agama Wilayah Kota Malang, Bapak Dr. Muhtar Hazawawi mengatakan bahwa terdapat tiga karakter yang harus dipegang teguh yaitu karakter keagamaan, kebangsaan, dan keunggulan. Keunggulan sebuah madrasah harus terus dibangun dan dikuatkan, khususnya melalui ilmu pengetahuan dan teknologi. Harapannya acara seperti ini tidak hanya berhenti dalam satu kegiatan tetapi bisa berkesinambungan dan membuka titik yang lain hingga mampu menghadirkan atmosfir peneliti yang sangat kuat, serta beliau mengharapkan kepada team LIPI untuk senantiasa mendukung dan memberi arahan pada anak-anak (siswa-siswi).

Ibu Kepala Madrasah Dr. Hj. Binti Maqsudah M.Pd., dalam sambutannya menyampaikan ucapan terimakasih karena telah mengabulkan permohonan pelaksanaan kegiatan pelatihan KTI dengan tema “Membangun Kepekaan Diri Pelajar dalam Merespon Fenomena Alam dan Sosial di Era Pandemi Covid 19 Melalui Karya Ilmiah”. “KTI tidak hanya dimiliki oleh mahasiwa tetapi juga sangat penting dimiliki siswa. Hal ini dikarenakan karya tulis dapat melatih pola pikir menjadi terstuktur dan sistematis. Saya berharap acara ini bisa dilaksanakan di tahun-tahun kedepannya karena nantinya KTI sendiri tidak hanya mampu meningkatkan kompetisi diri tetapi juga dapat mengharumkan nama baik madrasah,” pungkas Binti.

Acara kegiatan ini dibuka oleh Kepala Biro Kerja Sama, Hukum dan Humas Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia, Ibu Mila Kencana, S.Ap, M.A. Beliau mengatakan bahwa Pelaksanaan kegiatan ini merupakan pelatihan yang ke-4, setelah Tasikmalaya, Kediri dan Gorontalo. Kegiatan ini bertujuan untuk meningkatkan kecintaan terhadap IPTEK. Berdasarkan Global Index, Indonesia masih tertinggal dalam hal riset, yaitu 85 dari 131 negara. Sehingga dalam masa pandemi ini diharapkan semakin memacu masyarakat untuk terus begerak dalam riset inovasi yang disertai revolusi digital. “Maka dari itu generasi muda harus bisa berpikir positif dan produktif untuk dapat menghasilkan karya-karya yang bermanfaat bagi masyarakat. Pelatihan ini merupakan momen yang sangat jarang karena dapat berdiskusi secara langsung dengan peneliti, teman, senior, maupun kolega. Galilah informasi sebanyak mungkin untuk dapat menciptakan karya yang luar biasa,” tegas Mila. (nur/edt:yt)

Budayakan Riset di Kalangan Siswa dan Guru, LIPI Selenggarakan Pelatihan KTI di Gorontalo

By | Berita BKHH | No Comments

Jakarta, Humas LIPI. Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPI) bekerja sama dengan MAN Insan Cendekia Gorontalo menyelenggarakan kegiatan Pelatihan Karya Tulis Ilmiah (KTI) bagi Siswa dan Guru mulai Selasa (20/4) hingga Kamis (22/4). Pelatihan yang dilaksanakan secara online ini diikuti peserta sebanyak 75 orang yang dibagi menjadi Kelas Siswa IPATek sebanyak 29 orang, Kelas Siswa IPSK sebanyak 19 orang, dan Kelas Guru sebanyak 27 orang. Peserta dari 7 sekolah berasal dari Kota Gorontalo, Kabupaten Gorontalo, Kabupaten Bone Bolango, dan Kotamogabu, Sulawesi Utara. Narasumber LIPI dalam kegiatan ini adalah Dr. Isnaeni untuk Kelas Siswa IPATek, Dr. Yani Mulyaningsih untuk Kelas Siswa IPSK, dan Dr. Nurul Dhewani Mirah Sjafrie untuk Kelas Guru.

Dalam sambutan pembukaan, Kepala Biro Kerja Sama Hukum dan Humas LIPI, Mila Kencana mengatakan bahwa ajang pelatihan ini merupakan pembinaan remaja yang dilakukan oleh MAN IC Gorontalo berkerjasama dengan Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPI) sebagai narasumber untuk mendorong terciptanya budaya iptek di kalangan guru dan generasi milenial. Pelatihan ini merupakan langkah pertama bagi persiapan dalam penyusunan proposal penelitian remaja. Selama kurang lebih tiga hari, para peserta akan belajar bagaiamana untuk lebih peka dan kritis dalam memahami fenomena dan masalah yang ada di sekitar kita sembari menciptakan solusi alternatif dengan pemanfaatan ilmu pengetahuan dan teknologi. “Diharapkan pelatihan ini dapat memberikan output mini proposal yang dikembangkan dan diikutsertakan dalam ajang kompetisi ilmiah LIPI, yakni Lomba Karya Ilmiah Remaja (LKIR),” sambung Mila Kencana.

Kepala MAN Insan Cendekia Gorontalo, Jasmaniar dalam sambutannya mengatakan bahwa riset adalah penelitian yang memerlukan proses investigasi yang dilakukan dengan penuh ketelitian, ketekunan, dan pikiran yang sistematis serta kritis sehingga ditemukan fakta-fakta baru. “Riset harus menjadi wadah bagi siswa untuk menyalurkan potensi pada hal-hal yang positif serta mempersiapkan generasi penerus lahirnya peneliti-peneliti muda,” pungkas Jamariah. (tbi)

Dukung Penelitian Remaja melalui Pelatihan KTI di Kota Kediri

By | Berita BKHH | No Comments

Kediri, Humas LIPI. Sebagai upaya meningkatkan kesadaran dan literasi ilmiah siswa remaja Indonesia, Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPI), melalui Bina Ilmiah Biro Kerjasama, Hukum dan Humas (BKHH) bekerjasama dengan MTsN 2 Kediri, Jawa Timur, menyelenggarakan kegiatan Pelatihan Karya Tulis Ilmiah (KTI) untuk pelajar MTsN/ SMP dan MAN/ SMA sewilayah kerja Kota Kediri yang dilaksanakan pada 19-21 April 2021.

Sebanyak 75 peserta siswa dan guru dari 25 sekolah dipandu oleh para instuktur peneliti LIPI, yaitu Dr. Katubi, M. Hum, Peneliti Pusat Penelitian Masyarakat dan Budaya, Dr. Anggoro Tri Mursito, M.Sc peneliti Pusat Penelitian Geoteknologi dan Kurnia Wiji Prasetiyo, S. Hut, M.Si peneliti Pusat Penelitian Biomaterial dengan metode blended learning, pelatihan secara daring dan luring.

Kegiatan ini bertujuan untuk mengembangkan kemampuan remaja dalam menyusun proposal penelitian dan penulisan Karya Tulis Ilmiah (KTI). Diharapkan proposal tersebut dapat dikembangkan menjadi tindakan riset untuk menjawab tantangan dan isu yang ada di masyarakat. “Situasi pandemik saat ini tentunya menjadi tantangan maupun peluang bagi kita untuk bertahan maupun berkembang di berbagai aspek. Pelatihan ilmiah selama 3 hari ini, walau singkat namun diharapkan mampu memicu kemandirian siswa dan guru untuk berpikir solutif, bersemangat dan kreatif”, terang Mila Kencana, S.IP. MA, Kepala BKHH LIPI.

Mila menyatakan “Sudah lima dekade LIPI berkomitmen untuk melakukan pembinaan ilmiah. Dimulai dari pelatihan hingga penyelenggaraan kompetisi ilmiah remaja tingkat SMP dan SMA berbasis riset maupun inovasi teknologi. Banyak alumni peserta kompetisi yang sudah menorehkan prestasi di ajang internasional. Tentunya kami berharap pada siswa-siswi yang ikut pelatihan di Kediri ini suatu saat bisa memberikan kebanggaan pula dengan berlaga di ajang kompetisi global”

Senada dengan pendapat sebelumnhya, Drs. Hadi Suseno, M. Pd, Kepala MTsN 2 Kediri, menjelaskan bahwa kegiatan ini merupakan ajang kolaborasi dan kerjasama mewujudkan visi madrasah berbasis riset. “Kami berharap kerjasama ini tidak terhenti hingga disini, karena proses peningkatan kualitas pelajar dan guru memerlukan waktu yang tidak instan dan upaya yang konsisten dari semua pihak” pungkas Hadi.

Pada kesempatan yang sama, Kepala Kantor Kementerian Agama Kota Kediri, Drs. H. Muchdar, M.M. mengatakan “Jika ingin mengenal dunia maka membacalah dan jika ingin dikenal dunia maka menulislah. Pelatihan ini dilaksanakan sebagai komitmen dari madarasah riset yang inovatif dan mengikuti tantangan perkembangan jaman. Semoga kolaborasi LIPI, Kementerian Agama maupun sekolah mampu meningkatkan mutu pendidikan anak bangsa” ungkapnya. (rin2,dsa/ed:yta).

LIPI Dukung Pembinaan Kompetensi Dosen di Jayapura

By | Berita BKHH | No Comments

Jayapura, Humas LIPI. Sebagai salah satu tanggung jawab terhadap perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi, Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPI) dan Komisi VII DPR RI bekerja sama menyelenggarakan Pelatihan Publikasi Ilmiah di Jurnal Internasional Bereputasi Menengah dan Tinggi melalui program Bakti Inovasi pada Senin (19/04) di Jayapura, Papua.

Peneliti Utama di Pusat Penelitian Konservasi Tumbuhan dan Kebun Raya LIPI Joko R. Witono, hadir sebagai narasumber pada pelatihan. Joko yang juga merupakan editorial serta reviewer jurnal, hadir membina 50 peserta dari kalangan Dosen di wilayah Jayapura. “Pelatihan ini merupakan pembinaan ilmiah yang ingin menunjukkan bahwa karya tulis ilmiah dapat dipublikasikan di jurnal Internasional bereputasi menengah dan tinggi,” tuturnya.

Tidak hanya itu, Joko juga memberikan informasi terkait penulisan karya tulis ilmiah (KTI), strategi menemukan jurnal yang sesuai, strategi publikasi KTI menjadi jurnal internasional, dan tips agar jurnal dapat terindex DOAJ, Scopus, dan Thomson.

Pada sesi pelatihan ini juga terdapat diskusi terkait naskah KTI yang ditulis peserta. Selanjutnya, KTI tersebut dibahas dan diberi masukan oleh narasumber.

Selain dari LIPI, hadir pula perwakilan Dinas Pendidikan, Perpustakaan dan Arsip Daerah Provinsi Papua serta Anggota Komisi VII DPR RI, Ina Elisabeth Kobak. Ina mengharapkan masyarakat Papua, khususnya praktisi pendidikan, dapat berkontribusi lebih dalam publikasi ilmiah. “Praktisi Pendidikan diharapkan lebih intens dan konsisten dalam mengatasi persoalan-persoalan yang ada di sekitarnya,” terangnya. “Pelatihan ini sekiranya bisa dijadikan sebagai bekal untuk berkompetensi dan juga untuk mengoptimalkan peningkatan SDM bagi mahasiswa di Papua,” pesan Ina. (sd/ ed: drs)

Persiapan Delegasi Indonesia ke Ajang ISEF Regeneron 2021

By | Berita BKHH | No Comments

Jakarta. Humas LIPI. Intel International Science and Engineering Fair (ISEF) 2021 kembali dilaksanakan. Dikesempatan ini LIPI kembali mengirimkan 9 projek penelitian dengan 15 delegasi Indonesia dalam ajang ini. Menuju pelaksanaan ISEF yang akan dilaksanakan pada 16 s/d 21 Mei 2021 ini, LIPI mmengadakan Workshop Persiapan Regeneron ISEF 2021, yang dilaksanakan pada Jumat (9/4). Ucapan selamat disampaikan Kepala Biro Kerjasama, Hukum dan Humas Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (BKHH-LIPI) Mila Kencana, S.Ap. M.A. kepada para delegasi yang terpilih untuk mengikuti ajang Regeneron ISEF 2021 di Amerika Serikat meskipun melalui media daring. “Pelaksanaan Regeneron ISEF 2021 yang akan dilaksanakan pada bulan Ramadhan ini, diharapkan tidak akan menyurutkan semangat para delegasi Indonesia, untuk tetap semangat”, tuturnya.

Adapun para delegasi yang terpilih antara lain:

  1. Muhammad Haikal Algifari dan Ridzik Malky Daniel, dari SMA Sukma Bangsa Lhoksumawe, Aceh, dengan judul penelitian “Algae Façade Technology in Improving Air Quality and Building Health: Analysis of Microclimate and Growth of Aspergillus sp”.
  2. Januarta dan Wahyu, dari SMAN 4 Denpasar, Bali, dengan judul penelitian “The Impact of Women Flying Kites Community “Rare Angon Srikandi” to Teenager Gorls’s Attention on Gender Equality Education in Denpasar City”.
  3. Muhammad Atpur Rafif, dari SMAN 2 Depok, dengan judul penelitian “3D Memory Bank: Memory Visualization Application with Open 3D Creation Software”.
  4. Mochammad Sutrimo Raharjo, dari Islamic State Senior High School 2 Kudus, Jawa Tengah, dengan judul penelitian “Systhesis and Analysis of Graphene and Carbon Quantum Dots (CQDs) Composites Based on Epoxy Matrix”.
  5. Amira Kumala Syifa dan Edenia Evelina Larisa, dari Al Irsyad Al Islamiyyah Senior High School, Purwokerto, Jawa Tengah, dengan judul penelitian “Identification of Microplastics in Baby Fish Tuna (Euthynnus affinis) in Manis Market Purwokerto”.
  6. Christian Agung Novianto dan Steven Mathias Holme, dari Regina Pacis High School Bogor, Jawa Barat, dengan judul penelitian “Synthesis of GO-CS (Graphene Oxide-Chitosan) Microparticle Composite As A Pb(II), Zn(II), and Mn(II) Adsorbent”.
  7. Siti Andriyani dan Nisrinah Nur Syarafina, dari Madrasah Aliyah Negeri 2 Kota Malang, Jawa Timur, dengan judul penelitian “Primary Culture of Colorectal Cancer Cells from BALB/C Model Mice Included by Diet High in Fat and 7,12 – Dimenthylbenz(a)nthracene (DMBA)”.
  8. Valencia Evanio S.K, dari SMA 3 Yogyakarta, dengan judul penelitian “Analysis of Potential Groundwater Availability using Euclidean Distance in Yogyakarta Suburban City.
  9. Sona Regina Salsabila dan Azizah Auliani Rahma, SMAN 1 Yogyakarta dengan judul penelitian “Systematic Web for Breast Cancer Prediction”

“Insha Allah, biasanya setiap tahunnya, perwakilan delegasi Indonesia mendapatkan award. Mudah-mudahan dimasa pandemi ini, meskipun kita tidak bisa hadir di Amerika Serikat, karya-karya para delegasi yang terpilih dapat diketahui oleh masyarakat dunia”, terang Mila. “Kita jangan hanya melihat menang kalahnya saja dari suatu kompetisi, namun kita juga harus melihat keuntungan-keuntungan apa saja yang bisa kita dapatkan dari ajang-ajang seperti ini, yang memang belum tentu dapat diikuti oleh semua orang”, tambah Mila.

Mila juga menjelaskan bahwa dalam workshop ini juga melibatkan empat orang Scientific Review Committee (SRC yang merupakan perwakilan peneliti LIPI antara lain: Prof. I Made Sudiana (peneliti Pusat Penelitian Biologi), Prof. Subiyakto (peneliti Pusat Penelitian Biomaterial), Dr. Anggoro Tri Mursito (peneliti Pusat Penelitian Geoteknologi), dan Prof Syarif Hidayat (peneliti Pusat Penelitian Ekonomi). “Galilah pengalaman dari para SRC ini, perhatikan dan persiapkan hal-hal yang disampaikan oleh para SRC sebagai bahan referensi dalam muatan presentasi dan wawancaranya nanti” ungkap Mila.

Dalam penutupnya Mila menymapaikan, “Dengan media digitalisasi dalam ajang ini, audio visual selain tampilan menarik, dari sisi konten juga harus matang dan direncanakan dengan baik. Untuk menunjang hal tersebut, Bina Ilmiah LIPI sebagai fasilitator penyelenggaraan workshop ini, melengkapi workshop ini dengan pelatihan pembuatan Quad Chart dan video”, tutup Mila. (dsa/ed: yta)

LIPI Tingkatkan Literasi Guru di Purbalingga Melalui Pelatihan KTI

By | Berita BKHH | No Comments

Purbalingga, Humas LIPI. Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPI) menyelenggarakan kegiatan Pelatihan Penyusunan Karya Tulis Ilmiah (KTI) bagi Guru SMP dan SMA sederajat pada tanggal 9 April 2021 bertempat di Halal Mart Purbalingga. Pelatihan ini merupakan pelaksanaan Program Bakti Inovasi LIPI yang terselenggara berkat kerjasama LIPI dengan Komisi VII DPR RI. Pelatihan yang diikuti peserta sebanyak 50 guru dari Kabupaten Purbalingga, Kebumen, dan Banjarnegara ini menghadirkan instruktur LIPI, Dede Heri Yuli Yanto.

Dalam sambutan di acara pembukaan, Kepala Balai Informasi dan Konservasi Kebumian, Indra Riswadinata yang mewakili LIPI mengatakan bahwa berdasarkan Permenpan dan RB No. 16 Tahun 2009 tentang Jabatan Fungsional Guru dan Angka Kreditnya,maka kegiatan publikasi ilmiah bagi guru sudah menjadi keharusan. Publikasi ilmiah dalam bentuk karya Tulis Ilmiah bagi guru termasuk pada kegiatan pengembangan keprofesian berkelanjutan, sehingga guru dapat menjalankan tugas dan fungsinya secara profesional. LIPI sebagai pembina kegiatan penelitian dan Jabatan Fungsional Peneliti, merasa penting untuk melaksanakan kegiatan Bakti Inovasi kepada masyarakat, yang salah satunya berupa peningkatan kompetensi Guru dengan Pelatihan karya Tulis Ilmiah in. Kegiatan ini diharapkan dapat meningkatkan penguasaan pengetahuan dan keterampilan dalam menulis, mengintegrasikan suatu pokok bahasan atau pengembangan gagasan tertentu, dengan cara melakukan identifikasi, deskripsi, analisis dan memberikan konklusi atau rekomendasi,” sambung Indra.

Anggota Komisi VII DPR RI, Rofik Hananto dalam sambutan pembukaan mengatakan bahwa dalam pelaksanaan Program Bakti Inovasi yang merupakan kerjasama Komisi VII DPR RI dengan LIPI di Purbalingga memilih kegiatan Pelatihan Penyusunan KTI bagi Guru karena mengharapkan untuk meningkatkan kemampuan guru dalam literasi. Manfaat dari pelatihan ini selain meningkatkan wawasan juga kemampuan literasi. Setelah terbiasa dengan literasi nanti akan terbiasa membaca. Membaca akan menjadi sebuah kebiasaan yang menjadi sebuah budaya,” pungkas Rofik.

Instruktur pelatihan, Dede Heri Yuli Yanto mengatakan bahwa selama satu hari, peserta diberikan materi tentang pengenalan penelitian ilmiah, struktur proposal KTI, membedah contoh proposal ilmiah, latihan menyusun proposal penelitian, dan teknik presentasi ilmiah. “Sasaran kegiatan ini adalah agar para Guru SMP dan SMA sederajat mampu melakukan pembimbingan kepada para siswa dengan pemahanan metode penelitian ilmiah yang baik serta mampu menyusun proposal penelitian ilmiah, sehingga dapat meningkatkan kompetensi para Siswa dan Guru terkait penelitian ilmiah,” sehingga diharapkan siswa dapat berpola pikir secara kritis tambah Dede Heri Yuli Yanto.

Salah satu peserta pelatihan, Mita Puspita Sukmasari dari SMAN 2 Purbalingga mengharapkan kegiatan pelatihan penyusunan KTI ini bisa memfasilitasi guru-guru untuk terus belajar menulis dan berinovasi tanpa henti. “Semoga kegiatan pelatihan ini akan terus ada untuk meningkatkan motivasi guru dalam menyusun karya tulis ilmiah yang baik dan berkualitas sehingga menghasilkan naskah yang layak untuk dipublikasikan,” harap Mita. (tbi/ed: yt)

Sapa Media Bahas Ekspedisi Indonesia Timur

By | Berita BKHH | No Comments

Jakarta,Humas LIPI. Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia melalui Biro Kerja sama Hukum dan Humas (BKHH), mengadakan ‘Sapa Media Kapal Riset baruna Jaya VIII: Ekspedisi Indonesia Timur’. Ekspedisi merupakan kolaborasi riset terkait kegiatan penelitian arus air laut di perairan Indonesia, yang diselenggarakan secara di virtual Selasa (30/3) lalu, pada saat Kapal baruna Jaya VIII sedang bersandar di Madura.

Kepala LIPI, Laksana Tri Handoko mengapresiasi ekspedisi yang merupakan kolaborasi riset dalam dan luar negeri, kegiatan ini terlaksana atas kerjasama antara LIPI dengan Institute of Oceanology, Chinese Academny of Science (IOCAS) melalui Pusat Penelitian Oseanografi dan melalui Pusat Penelitian Laut Dalam dengan First Institute of Oceanography (FIO, China) dan University of Maryland, USA.

Handoko menuturkan, LIPI juga bekerja sama dengan Balai Riset dan Observasi Laut (BROL, Kementrian Kelautan dan Perikanan) dalam melaksanakan observasi oseanografi. “Ekspedisi ini ditujukan untuk mengetahui sifat-sifat oseanografi fisika dari arus laut lintas Indonesia atau disebut juga dengan Indonesia Throughflow, percampuran air, dan kenaikan permukaan air laut,ucapnya.

Handoko menegaskan, LIPI berkomitmen mendukung berbagai riset, yang sifatnya fundamental. “Untuk mendukung riset tersebut LIPI melakukan investasi yang cukup besar,” tuturnya.

Pada kesempatan itu juga, Ocky Karna Radjasa, Deputi Bidang Ilmu Pengetahuan Kebumian (IPK) menyampaikan, Ekspedisi ini mempunyai peran penting untuk melihat dan mendalami arti penting dan karakter penting dari kesuburan plankton dan observasi oseanografi.

Selanjutnya Nugroho Dwi Hananto, Plt. Kepala Pusat Penelitian Laut Dalam LIPI menuturkan ekspedisi ini sudah 72 hari melaut. “Tujuan penelitian untuk mengambil data dari sampel air laut, alat yang dipakai untuk mengangkut air dan targetnya isinya dari Plankton dan isi kimianya. Demikian juga terkait sifat air laut.Pelayaran riset tersebut dipimpin oleh peneliti Pusat Penelitian Oseanografi LIPI,” ucapnya.

Nugroho menambahkan, pelayaran melalui kolaborasi riset tersebut dilakukan sejak bulan Januari, selama 72 hari. Waktu tersebut, menurutnya, cukup lama dimanfaatkan dengan maksimal untuk mengambil data kelautan dan biodiversitas. “Berlayar di masa pandemi bukan menjadi hal yang mudah, ditambah dengan gelombang tinggi di Samudra Hindia dan Selat Makassar, namun riset tetap dapat dijalankan,” kisahnya. “Ini membuktikan peneliti kelautan Indonesia mampu bersaing secara global, karena dalam pelayaran ini tidak hanya membutuhkan kepandaian, saat penelitian di laut harus dibutuhkan nyali dan safe yang diutamakan, hal ini untuk kenyamanan dalam penelitian,” tutupnya.

Sebagai informasi kegiaan ini ekspedisi Indonesia Timur 2021 menggunakan Kapal Riset Baruna Jaya VIII yang dikelola oleh Pusat Pemanfaatan dan Inovasi Ilmu Pengetahuan dan Teknologi (PPII LIPI). Baruna Jaya VIII adalah kapal penelitian multiguna yang dibangun pada tahun 1998 di Norwegia dengan ukuran yang panjang sekitar 53,2 meter. (ks/ ed:drs)

Revolusi 4.0 Memudahkan Manusia Memenuhi Kebutuhan Tanpa Batas

By | Berita BKHH | No Comments

Jakarta, Humas LIPI. Badan Pengembangan Sumber Daya Manusia (BPSDM) Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri) menyelenggarakan Workshop Penguatan Peran Pranata Humas dalam Pengelolaan Kehumasan dan Perhitungan Angka Kredit. Kegiatan ini berlangsung pada tanggal 30-31 Maret 2021 dikantor BPSDM Kemendagri. Jakarta Selatan.

Kegiatan ini dibuka oleh Kepala BPSDM Kemendagri, Dr. Teguh Setyabudi, M.Pd. menyampaikan bahwa kegiatan ini dilakukan sebagai bentuk dukungan BPSDM Kemendagri terhadap penyetaraan birokrasi yang merupakan salah satu program prioritas pembangunan pemerintahan Presiden Joko Widodo periode 2019-2024.

“Kegiatan ini bertujuan untuk menyukseskan reformasi birokrasi,”ujar Teguh pada Selasa (30/3) di kantor BPSDM Kemendagri.

Selain itu, menurut Teguh, kegiatan ini juga merupakan bentuk antisipasi atas transformasi jabatan administrasi ke jabatan fungsional. Apalagi pada akhit Desember 2020 lalu hampir seluruh Kementerian/Lembaga di tingkat pusat telah melaksanakan transformasi dari jabatan administrasi ke jabatan fungsional. Khususnya eselon IV dan III yang menjadi Ahli Muda dan Ahli Madya.

Lebih lanjut Teguh menjelaskan, kebijakan penyederhanaan birokrasi dapat dirumuskan ke dalam dua arah model birokrasi 2020-2024. Pertama, transformasi birokrasi digital dan manajemen ASN New Normal. Titik tolaknya adalah pada perubahan atau penyesuaian kebijakan pembangunan dan pengembangan insfastruktur manajemen talenta ASN, yang didasarkan pada kondisi system dan SDM saat ini. Kedua, tranformasi birokrasi digital dan manajemen ASN New Normal. Pelaksanaannya dilakukan melalui otomatisasi dan flexible working arrangement untuk mewujudkan tata Kelola pemerintahan yang efektif dan efisien. Untuk itu kemendagri turut mendukung program prioritas dari Presiden dan mendorong Langkah penyederhanaan birokrasi dari pemerintah pusat hingga pemerintah daerah.

Hadir sebagai narasumber dari Biro Kerja Sama, Hukum dan Humas (BKHH) LIPI, Pranata Humas Madya, Suzan Lesmana dalam paparanya yang berjudul Penguatan dan Peran Kehumasan dalam menghadapi Era 4.0 menyampaikan bahwa Revolusi Industri 4.0 telah terjadi di seluruh dunia yang memudahkan manusia memenuhi kebutuhannya tanpa batas. “Ditandai dengan otomatis, machine learning, IoT (Internet of Things) AI dan big data,”ujar Suzan.

Suzan menjelaskan di era 4.0 Humas perlu melakukan tiga hal, pertama kesadaran humas, menjadi pejabat pranata humas wajib mengikuti pendidikan dan pelatihan, bimbingan teknis dan webinar, kedua akselerator/influencer humas, munculnya humas-humas yang potensial menjadi menginfluencer, ketiga dukungan atasan, adanya panggung, apresiasi, pelibatan SDM pranata humas dan arahan teknis.

Lebih lanjut Suzan menambahkan, kegiatan layanan kehumasan yang ada di BKHH LIPI antara lain, pertama penyebaran informasi Iptek melalui website BKHH (bkhh.lipindonesia.com), seperti e Bulletin (Sahabat LIPI, Sainesia, Whats on LIPI, LIPI Sepekan), ketiga Media Sosial Pembinaan Ilmiah LIPI seperti LKIR, keempat Layanan Pembinaan dan Pelatihan Ilmiah, seperti Meet the Student, Tips & Trik Meneliti (TTM), Talk To Science dan Ngobrol Bareng Peneliti (Ngapel) kelima, Layanan Kompetisi Ilmiah (Layanan Pembinaan dan Pelatihan Ilmiah),seperti Skala Nasional dan Internasional (ISEF,ASPC, IEYI)

Kegiatan workshop yang dipandu oleh Pranata Humas Muda LIPI, Dodi Rosadi tersebut dilaksanakan secara hybrid. Kegiatan diikuti 26 orang peserta yang berasal dari lingkungan Kemendagri, Kementerian/Lembaga, serta Pemerintah Daerah melalui tatap muka secara langsung, dan secara virtual. Acara ini juga berpedoman para protokol kesehatan. (dr)

Tingkatkan Kemampuan Ilmiah Siswa dan Guru Se-Priangan Timur, LIPI Selenggarakan Pelatihan KTI

By | Berita BKHH | No Comments

Jakarta, Humas LIPI. Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPI) bekerja sama dengan SMA Al-Muttaqin Tasikmalaya menyelenggarakan kegiatan Pelatihan Karya Tulis Ilmiah (KTI) bagi Siswa dan Guru se-Priangan Timur pada (29-31/3) bertempat di SMA Al-Muttaqin. Pelatihan diikuti peserta sebanyak 96 orang dari 25 sekolah yang dibagi menjadi Kelas Siswa IPATek sebanyak 31 peserta, Kelas Siswa IPSK 28 peserta, dan Kelas Guru yang terdiri dari 36 peserta. Narasumber LIPI dalam kegiatan ini adalah Sukma Surya Kusumah untuk Kelas Siswa IPATek, M. Soekarni, untuk Kelas Siswa IPSK, dan Dede Heri Yuli Yanto untuk Kelas Guru.

Dalam sambutan pembukaan, Kepala Biro Kerja Sama Hukum dan Humas LIPI, Mila Kencana mengatakan bahwa selama tiga hari, para peserta pelatihan akan dibimbing dan belajar bagaimana untuk lebih peka dan kritis dalam memahami fenomena dan masalah yang ada di sekitar kita sembari menciptakan solusi alternatif dengan pemanfaatan ilmu pengetahuan dan teknologi. Melalui kegiatan ini, diharapkan dapat memberikan output mini proposal yang akan dikembangkan dan diharapkan dapat diikutsertakan dalam ajang kompetisi ilmiah LIPI, yakni Lomba Karya Ilmiah Remaja (LKIR) yang akan diselenggarakan oleh LIPI pada Bulan Oktober mendatang. “Saat ini kita tengah menghadapi situasi pandemi yang entah kapan bisa segera berakhir, pandemi adalah bencana yang tidak terduga namun kami ingin menghimbau bahwa dalam situasi seperti ini justru harus semakin ditingkatkan pemikiran kritis dalam mengeksplorasi dan menelurkan ide-ide yang inovatif dan solutif. Kita harus optimis untuk memanfaatkan momentum saat pandemi ini,” ungkap Mila. Selain itu, dakam kegiatan ini akan dipilih peserta terbaik dari masing-masing kelas yang akan diikutsertakan dalam Perkemahan Ilmiah Remaja Nasional yang akan diselenggarakan secara virtual pada Bulan Juli 2021.

Sedangkan Ketua LPI AL-Muttaqin, H.D. Suryatman dalam sambutannya mengatakan bahwa keberadaan manusia di dunia ini untuk memanfaatkan akalnya sehingga dunia menjadi makmur. Tugas untuk memakmurkan bumi karena Allah salah satunya telah memberikan perangkat, yaitu hati, pendengaran, dan penglihatan. Ketiga potensi tersebut untuk kemakmuran di muka bumi ini. Manusia harus mampu menggali potensi yang dimiliki. Fenomena alam yang diciptakan Tuhan membuat manusia untuk meneliti kejadian-kejadian yang ada untuk kemaslahatan umat. Pelatihan ini termasuk tugas untuk meneliti semoga menghasilkan karya yang bermanfaat. “Terima kasih kepada LIPI yang telah memberikan motivasi kepada kami, siswa dan guru untuk kesiapan melakukan penelitian. Semoga pelatihan ini membawa kemanfaatan bagi semua,” sambung Suryatman.

Kepala Dinas Pendidikan Jawa Barat Kantor Cabang Dinas Wilayah XII Abur Mustikawanto, dalam sambutannya menceritakan bahwa dirinya sangat dekat dengan LIPI karena semasa masih menjadi siswa SMA setiap seminggu sekali ke perpustakaan LIPI untuk membaca buku koleksi perpustakaan LIPI. Sampai saat ini masih menyimpan kartu perpustakaan LIPI. Diharapkan peserta pelatihan banyak membaca. Dengan banyak membaca membuka wawasan lebih luas. Untuk peserta guru dengan banyak membaca, ide akan mengalir. Sehingga sangat membantu untuk proses pembelajaran. “Banyak membaca akan terbuka dunia. Kurang membaca dunia seakan tertutup,” pungkas Abur. (tbi/edit-yt)

WEB FORUM DAN VIRTUAL TOUR MUNASAIN: Menjelajah sejarah alam, menimba pengetahuan dan melestarikan hutan

By | Berita BKHH | No Comments

Jakarta, Humas LIPI. Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPI) menyelenggarakan Web forum dalam rangka memperingati hari hutan internasional pada Minggu (28/3). Webforum yang dibuka oleh Kepala Biro Kerja Sama Hukum dan Humas LIPI, Mila Kencana ini ditujukan untuk para pelajar SMA, dan juga diikuti oleh para guru, dosen, praktisi kehutanan dan lingkungan, Lembaga Swadaya Masyarakat, swasta dan jurnalis. Dengan mengangkat tema hari hutan sedunia yang dirilis oleh PBB yaitu “Forest restoration: a path to recovery and well-being”, web forum ini membicarakan tentang hutan, masyarakat dan keanekaragaman hayati.

Web forum ini juga dimaksudkan untuk memberikan inspirasi kepada para pelajar SMA yang sebentar lagi akan mengikuti Lomba Karya Ilmiah Remaja (LKIR-LIPI). Selain memberikan pengetahuan, membuka wawasan juga mengajak generasi muda berpartisipasi dalam melestarikan hutan. Prof. Hendra Gunawan, Peneliti Ahli Utama Konservasi Keanekaragaman Hayati berbagi pengetahuan tentang bagaimana deforestasi tidak saja menghilangkan hutan tetapi juga menurunkan kualitas (degradasi) dan memotong-motong (memfragmentasi) hutan yang menyebabkan terancamnya keanekaragaman hayati. Prof. Hendra Gunawan juga memberikan solusi bagaimana merestorasi hutan yang hilang, merehabilitasi hutan yang rusak dan menghubungkan hutan-hutan yang sudah terfragmentasi dengan koridor. Lebih lanjut Prof. Hendra Gunawan mengajak pentingnya membangun Ruang Terbuka Hijau (RTH) dengan konsep keanekaragaman seperti ekosistem hutan. Salah satu contohnya adalah Taman Keanekaragaman Hayati (Taman Kehati).

Narasumber kedua senior CSR PT. Tirta Investama Ciherang, Heri Yunarso menyampaikan aksi-aksi nyata yang dilakukan oleh Pabrik Air Minum Dalam Kemasan (AMDK) bermerk Aqua ini khususnya dalam manajemen lingkungan melalui Program Aqua Lestari dan Blue Operation. Selain membangun Taman Kehati, Produsen Aqua ini juga melakukan rehabilitasi daerah aliran sungai, menggunakan solar sel untuk operasi pabrik, pemanenan air hujan di sekitar pabrik dan pemberdayaan masyarakat sekitar.

Narasumber ketiga Dr. Fathi Royyani, M.Si, Peneliti Etnobiologi dan Ekologi Manusia pada Puslit Biologi LIPI berbagi pengetahuan terkait peran masyarakat nusantara dalam pelestarian hutan dan keanekaragaman hayati melalui konsep-konsep yang dikenal dengan kearifan lokal, seperti hal-hal yang dianggap keramat, kabuyutan, tanah ulen, sassi, dan lainnya. Dr. Fathi juga memberikan perbandingan dengan konsep dari barat yang diadopsi seperti: taman nasional atau cagar biosfer. Ada perbedaan mendasar dalam tujuan awalnya, konsep nusantara (kearifan lokal) lebih bersifat spiritual, melestarikan tradisi dalam lingkup sosial budaya. Sementara konsep barat lebih cenderung berawal dari keberlanjutan perburuan satwa (game) atau upaya perlindungan aset” ungkapnya.

Peserta web forum sangat antusias mengikuti pemaparan ketiga narasumber, yang ditunjukkan oleh banyaknya pertanyaan yang disampaikan oleh peserta. Usai diskusi, peserta diajak tour menjelajahi Munasain secara virtual. Meski virtual, peserta dapat secara interaktif berdiskusi dengan pemandu untuk mengetahui lebih lengkap tentang koleksi Munasain. Secara umum respon peserta terhadap web forum ini sangat positif dan mengharap akan ada lagi web forum dan virtual tour dengan topik lainnya. (MKR/BKHH)

Kembangkan Kebun Raya Daerah, Bupati Balangan Harapkan Kajian LIPI

By | Berita BKHH | No Comments

Jakarta, Humas LIPI. Pengembangan Ilmu Pengetahuan dan Teknologi di daerah telah dilakukan oleh Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPI) diantaranya melalui kerja sama penelitian, pembangunan kebun raya dan pengembangan Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM). “LIPI akan membantu apabila ada hal-hal lain yang dikerjasamakan terkait perkebunrayaan, penguatan UMKM yang basisnya teknologi, berupa teknologi yang unik, bukan yang tinggi tetapi teknologi yang tepat guna,” kata Handoko, Kepala LIPI saat menerima audiensi Bupati Pemerintah Kabupaten Balangan pada Jum’at (26/3), di Jakarta.

Handoko berharap, pembangunan Kebun Raya Balangan dapat memberikan manfaat bagi masyarakat sekitar. “ Kebun raya di daerah diharapkan dapat meningkatkan taraf perkonomian penduduk dan menjadi pusat ekonomi daerah yang dapat memberikan nilai tambah untuk produksi lokal,” tandasnya.

Bupati Balangan Provinsi Kalimantan Selatan Abdul Gani menjelaskan, Kabupaten Balangan merupakan wilayah dengan PDB terendah di Provinsi Kalimantan Selatan dengan pertumbuhan ekonomi tahun 2020 minus 2 persen. “Dengan hal tersebut memerlukan bantuan kajian dan hasil riset LIPI,” ungkapnya.

“Dukungan dari LIPI terkait pembangunan kebun raya Balangan dan hasil riset sehingga sehingga dapat meningkatkan perekonomian daerah. “Dengan adanya Kebun Raya Balangan diharapkan selain untuk fungsi konservasi, pendidikan juga untuk sarana penelitian dan wisata” ungkap Aidinnor, Kepala Badan Perencanaan dan Pembangunan Daerah (Bappeda) Balangan.

Terkait Kebun Raya Balangan, Kepala Pusat Penelitian Konservasi Tumbuhan dan Kebun Raya LIPI Hendrian mengatakan sejak tahun 2017 sudah dimulai pembangunan Kebun raya Balangan dan studi kelayakan. “Selanjutnya dilakukan penyusunan masterplan, serta tahun berikutnya dilakukan data saring dan pembangunan fisik sampai dengan tahun 2020,” tuturnya.

Hendrian juga menjelaskan, roadmap sudah disusun dan disiapkan oleh Tim Peneliti Konservasi Tumbuhan dan Kebun Raya dan bagian terpenting dari roadmap bukan hanya timeline tetapi adalah skoring. “Pembiayaan pembangunan kebun raya selain menggunakan APBN dan APBD, juga bisa dilakukan Pemda dengan melakukan kerja sama dengan perusahaan di daerah yang memanfaatkan dana CSR seperti contoh sukses di Kebun Raya Sipirok Tapanuli Selatan dan Kebun Raya Indrokilo Boyolali,” ungkap Hendrian. (vrp/ ed: drs)

Mengemas Riset LIPI Menjadi Konten Media Sosial

By | Berita BKHH | No Comments

Serpong, Humas LIPI. Sebagai upaya menyebarluaskan hasil-hasil riset pada masyarakat, Biro Kerja Sama, Hukum, dan Humas Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPI), mengadakan bimbingan teknis (bimtek) internal bagaimana membuat konten media sosial LIPI. Acara yang digelar secara daring via Zoom dan luring pada Rabu, (24/3), menghadirkan narasumber Indah Zumrotun, Pranata Humas Ahli Pertama.

Dalam presentasinya, Indah menunjukkan contoh media sosial yang ada di kementerian atau lembaga pemerintah, seperti Instagram. Agar Instagram tersebut menarik, maka diperlukan adanya konten yang berisi informasi yang menarik dan bermanfaat masyarakat atau netizen. “Untuk pembuatan konten media sosial, ada tiga hal yang harus diperhatikan, yaitu bahan atau materi, brief, dan publikasi konten,” ujarnya.

“Pertama, kita harus mencari bahan atau materi riset, yang bisa diperoleh dari artikel, berita, feature, dan paparan,” ucap Indah. “Kedua adalah pembuatan brief (rangkuman), syaratnya ada judul yang menarik, isinya padat, jelas, dan efektif, impactful (berdampak), serta paraphrase (parafrase) atau penulisan kembali dengan kata-kata yang lebih mudah dipahami,” lanjutnya. “Ketiga adalah publikasi konten yang menggunakan template, narasi dan ilustrasi, serta caption,” jelasnya.

Selanjutnya, yang tak kalah penting, adalah melakukan publikasi konten dari naskah brief yang dibuat. Proses kreatif ini menggunakan piranti Adobe Photoshop, program pada komputer yang dapat mengatur tampilan gambar dan tulisan. “Untuk memvisualisasikan brief, selain dari foto atau gambar dokumentasi riset, kita bisa mencari referensi ilustrasi gambar yang sesuai, misalnya dari situs yang menyediakan stok ilustrasi, yakni Pixabay dan Freepik,” terang Indah.

“Setelah mendapatkan ilustrasi yang sesuai dengan resolusi gambar yang cukup, kita bisa menempatkan gambar tersebut di template media sosial LIPI, menggunakan Adobe Photoshop,” tutur Indah. “Selanjutnya kita menyesuaikan jenis huruf (font), ukuran huruf, ketebalan huruf, paragraf, spasi, serta efek gradasi terang dan gelap pada gambar,” imbuhnya.

Indah pun mengajak peserta bimtek yang terdiri dari personel Humas di berbagai kawasan LIPI untuk langsung praktik membuat brief dari artikel berita LIPI terkait pangan fungsional. Contoh brief peserta pun langsung dibahas pleh Indah, bagaimana yang seharusnya. Selain itu, Indah juga mempraktikkan cara membuat konten publikasi Instagram dari brief tersebut dengan ilustrasi dan narasi yang sesuai. (adl)