Jakarta, Humas LIPI. Perkemahan Ilmiah Remaja Nasional (PIRN) XIX 2021 merupakan kegiatan pembinaan ilmiah yang dilaksanakan oleh Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPI) untuk siswa SMP, MTs, SMA, SMK, dan MA sederajat yang ditujukan untuk memberikan pemahaman mendasar mengenai metodologi penelitian ilmiah. PIRN XIX juga mengajarkan mengenai etika penelitian dengan pemberian materi metodologi penelitian dalam kelas di Bidang Ilmu Pengetahuan Alam dan Teknik (IPA-TeK) dan Ilmu Pengetahuan Sosial.
Pada hari ke sembilan pelaksanaan PIRN XIX siswa diberikan materi Teknik Presentasi Ilmiah pada Kamis, (8/7). Materi Teknik Presentasi Ilmiah ini disampaikan oleh instruktur Ririn Lastriani, yang menyampaikan bahwa tujuan utama presentasi adalah untuk memberikan pemahaman kepada audiens tentang hasil penelitian kita. “Supaya bisa dipahami oleh audiens, paham akan hasil penelitian kita, ide atau gagasan kita,” paparnya. Dirinya menjelaskan bahwa dalam melakukan presentasi atau komunikasi, ada pesan yang disampaikan oleh komunikator (orang yang memberi pesan, media (bahan tayang) dan audiens (orang yang menerima pesan).
Lebih lanjut, Ririn menambahkan, yang menjadi tujuan dari pesan presentasi harus to inform, to entertain, to persuade, to inspire. (menyampaikan informasi, mengajak, dan menginspirasi) “Untuk membuat presentasi lebih menarik bisa kita sampaikan dengan cara, tell with the story, tell the truth, tell it with pictures (sampaikan dengan cerita, sampaikan kebenaran, dan sampaikan dengan ilustrasi),” ungkapnya.
Tidak hanya itu, Ririn juga menyampaikan bahwa di dalam otak kita, kita akan lebih muda menerima dalam bentuk visual dibandingkan dengan teks. Ia menjelaskan bahwa visual diproses 60 ribu kali lebih cepat dibandingkan teks. “90% informasi yang disampaikan di otak berupa visual, dan 40% orang merespon visual dengan lebih baik dibandingkan teks,” jelas Ririn.

“Cara menyampaikan visual hasil penelitian, pertama siapa dan apa yang kita bicarakan, kedua, dimana lokasinya, ketiga, kapan terjadinya, keempat, berapa banyak orang yang disana, kelima, bagaimana mereka berinteraksi, keenam, mengapa demikian. Untuk lebih menarik didalam menyampaikan presentasi bisa dalam bentuk chart, Peta, Timeline, Flowchart, Multivariabel. Membuat bahan tayang itu harus runut, focus, dan jelas.” paparnya.
Teknik Penyampaian Presentasi, bisa diawali dengan perkenalan, (tatap wajah peserta dan dewan juri diawali senyum), bukalah dengan kalimat yang berkesan (fakta, pantun, kutipan, story telling, puisi dll), sampaikan latar belakang fakta dan energik, sampaikan inovasi ide dan karya tulis ilmiah (KTI) anda dengan antusias dan sedikit penekanan nada, kelengkapan, kebaruan, kebermanfaatan. “Unsur presentasi yang baik membutuhkan konten yang hebat, desain yang hebat, dan penyampaian yang hebat.” tuturnya.
Ririn juga memberikan tujuh tips agar presentasi online lancar dan menarik perhatian audiens. “Cek kesiapan alat, berpenampilan menarik, nyalakan fitur video, perhatian suara dan cara berbicara, lakukan eye contact, buatlah slide presentasi yang menarik, fokus dan bersiaplah untuk hal yang tidak terduga.” tutupnya.
Kegiatan Teknik Presentasi Ilmiah ini diikuti sebanyak 38 siswa dari kelas IPSK 1 dan IPSK 2, dan siswa juga diberikan kesempatan oleh instruktur untuk berbagi pengalaman terkait teknik presentasi untuk di sampaikan kepada siswa yang lain. (dr/ed: sr).



