All Posts By

Suci Rahayu

Tingkatkan Kepekaan Riset Remaja dan Guru Melalui Pelatihan Penyusunan Karya Tulis Ilmiah

By | Berita BKHH | No Comments

Malang, 28 April. Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPI) bekerjasama dengan MAN 1 Malang menyelenggarakan kegiatan Pelatihan Penyusunan Karya Tulis Ilmiah (KTI) bagi siswa dan Guru MAN/SMA sederajat pada tanggal 26-28 April 2021 yang bertempat di MAN 1 Malang. Sebanyak 32 peserta yang mengikuti pelatihan terdiri dari 32 siswa IPA-tek, 28 siswa IPSK dan 28 guru. Para peserta tidak hanya berasal dari wilayah Malang, melainkan juga dari berbagai daerah diantaranya yaitu Jombang, Banyuwangi, Ponorogo, Madura, Sumenep, Semarang, Kraksan, Surakarta, Sleman, Sragen, Jember, Pasuruan, Kediri, Banjarnegara, Surabaya, Sidoarjo, Kudus, Pati, Cikarang, Depok, Bogor, Sumba, Sumbawa dan Sumatera Selatan. Kegiatan ini menghadirkan narasumber Dr. Ahmad Helmy Fuady, Dr. Khoirul Himmi Setiawan M.Agr dan Dr. Achmad Dinoto M.Sc. Tidak hanya pelatihan KTI, dalam pelatihan kali ini juga diberikan materi TekniK Presentasi Ilmiah oleh Yutainten M.Commun, Koordinator Pembinaan Ilmiah-Pranata Humas LIPI dan topic “Highlighting Trend Penelitian Remaja oleh Shabrina Ayu Oktasari, Analis Kebijakan LIPI.

Dalam sambutannya di acara pembukaan, Kepala Kantor Kementerian Agama Wilayah Kota Malang, Bapak Dr. Muhtar Hazawawi mengatakan bahwa terdapat tiga karakter yang harus dipegang teguh yaitu karakter keagamaan, kebangsaan, dan keunggulan. Keunggulan sebuah madrasah harus terus dibangun dan dikuatkan, khususnya melalui ilmu pengetahuan dan teknologi. Harapannya acara seperti ini tidak hanya berhenti dalam satu kegiatan tetapi bisa berkesinambungan dan membuka titik yang lain hingga mampu menghadirkan atmosfir peneliti yang sangat kuat, serta beliau mengharapkan kepada team LIPI untuk senantiasa mendukung dan memberi arahan pada anak-anak (siswa-siswi).

Ibu Kepala Madrasah Dr. Hj. Binti Maqsudah M.Pd., dalam sambutannya menyampaikan ucapan terimakasih karena telah mengabulkan permohonan pelaksanaan kegiatan pelatihan KTI dengan tema “Membangun Kepekaan Diri Pelajar dalam Merespon Fenomena Alam dan Sosial di Era Pandemi Covid 19 Melalui Karya Ilmiah”. “KTI tidak hanya dimiliki oleh mahasiwa tetapi juga sangat penting dimiliki siswa. Hal ini dikarenakan karya tulis dapat melatih pola pikir menjadi terstuktur dan sistematis. Saya berharap acara ini bisa dilaksanakan di tahun-tahun kedepannya karena nantinya KTI sendiri tidak hanya mampu meningkatkan kompetisi diri tetapi juga dapat mengharumkan nama baik madrasah,” pungkas Binti.

Acara kegiatan ini dibuka oleh Kepala Biro Kerja Sama, Hukum dan Humas Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia, Ibu Mila Kencana, S.Ap, M.A. Beliau mengatakan bahwa Pelaksanaan kegiatan ini merupakan pelatihan yang ke-4, setelah Tasikmalaya, Kediri dan Gorontalo. Kegiatan ini bertujuan untuk meningkatkan kecintaan terhadap IPTEK. Berdasarkan Global Index, Indonesia masih tertinggal dalam hal riset, yaitu 85 dari 131 negara. Sehingga dalam masa pandemi ini diharapkan semakin memacu masyarakat untuk terus begerak dalam riset inovasi yang disertai revolusi digital. “Maka dari itu generasi muda harus bisa berpikir positif dan produktif untuk dapat menghasilkan karya-karya yang bermanfaat bagi masyarakat. Pelatihan ini merupakan momen yang sangat jarang karena dapat berdiskusi secara langsung dengan peneliti, teman, senior, maupun kolega. Galilah informasi sebanyak mungkin untuk dapat menciptakan karya yang luar biasa,” tegas Mila. (nur/edt:yt)

Budayakan Riset di Kalangan Siswa dan Guru, LIPI Selenggarakan Pelatihan KTI di Gorontalo

By | Berita BKHH | No Comments

Jakarta, Humas LIPI. Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPI) bekerja sama dengan MAN Insan Cendekia Gorontalo menyelenggarakan kegiatan Pelatihan Karya Tulis Ilmiah (KTI) bagi Siswa dan Guru mulai Selasa (20/4) hingga Kamis (22/4). Pelatihan yang dilaksanakan secara online ini diikuti peserta sebanyak 75 orang yang dibagi menjadi Kelas Siswa IPATek sebanyak 29 orang, Kelas Siswa IPSK sebanyak 19 orang, dan Kelas Guru sebanyak 27 orang. Peserta dari 7 sekolah berasal dari Kota Gorontalo, Kabupaten Gorontalo, Kabupaten Bone Bolango, dan Kotamogabu, Sulawesi Utara. Narasumber LIPI dalam kegiatan ini adalah Dr. Isnaeni untuk Kelas Siswa IPATek, Dr. Yani Mulyaningsih untuk Kelas Siswa IPSK, dan Dr. Nurul Dhewani Mirah Sjafrie untuk Kelas Guru.

Dalam sambutan pembukaan, Kepala Biro Kerja Sama Hukum dan Humas LIPI, Mila Kencana mengatakan bahwa ajang pelatihan ini merupakan pembinaan remaja yang dilakukan oleh MAN IC Gorontalo berkerjasama dengan Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPI) sebagai narasumber untuk mendorong terciptanya budaya iptek di kalangan guru dan generasi milenial. Pelatihan ini merupakan langkah pertama bagi persiapan dalam penyusunan proposal penelitian remaja. Selama kurang lebih tiga hari, para peserta akan belajar bagaiamana untuk lebih peka dan kritis dalam memahami fenomena dan masalah yang ada di sekitar kita sembari menciptakan solusi alternatif dengan pemanfaatan ilmu pengetahuan dan teknologi. “Diharapkan pelatihan ini dapat memberikan output mini proposal yang dikembangkan dan diikutsertakan dalam ajang kompetisi ilmiah LIPI, yakni Lomba Karya Ilmiah Remaja (LKIR),” sambung Mila Kencana.

Kepala MAN Insan Cendekia Gorontalo, Jasmaniar dalam sambutannya mengatakan bahwa riset adalah penelitian yang memerlukan proses investigasi yang dilakukan dengan penuh ketelitian, ketekunan, dan pikiran yang sistematis serta kritis sehingga ditemukan fakta-fakta baru. “Riset harus menjadi wadah bagi siswa untuk menyalurkan potensi pada hal-hal yang positif serta mempersiapkan generasi penerus lahirnya peneliti-peneliti muda,” pungkas Jamariah. (tbi)

Persiapan Delegasi Indonesia ke Ajang ISEF Regeneron 2021

By | Berita BKHH | No Comments

Jakarta. Humas LIPI. Intel International Science and Engineering Fair (ISEF) 2021 kembali dilaksanakan. Dikesempatan ini LIPI kembali mengirimkan 9 projek penelitian dengan 15 delegasi Indonesia dalam ajang ini. Menuju pelaksanaan ISEF yang akan dilaksanakan pada 16 s/d 21 Mei 2021 ini, LIPI mmengadakan Workshop Persiapan Regeneron ISEF 2021, yang dilaksanakan pada Jumat (9/4). Ucapan selamat disampaikan Kepala Biro Kerjasama, Hukum dan Humas Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (BKHH-LIPI) Mila Kencana, S.Ap. M.A. kepada para delegasi yang terpilih untuk mengikuti ajang Regeneron ISEF 2021 di Amerika Serikat meskipun melalui media daring. “Pelaksanaan Regeneron ISEF 2021 yang akan dilaksanakan pada bulan Ramadhan ini, diharapkan tidak akan menyurutkan semangat para delegasi Indonesia, untuk tetap semangat”, tuturnya.

Adapun para delegasi yang terpilih antara lain:

  1. Muhammad Haikal Algifari dan Ridzik Malky Daniel, dari SMA Sukma Bangsa Lhoksumawe, Aceh, dengan judul penelitian “Algae Façade Technology in Improving Air Quality and Building Health: Analysis of Microclimate and Growth of Aspergillus sp”.
  2. Januarta dan Wahyu, dari SMAN 4 Denpasar, Bali, dengan judul penelitian “The Impact of Women Flying Kites Community “Rare Angon Srikandi” to Teenager Gorls’s Attention on Gender Equality Education in Denpasar City”.
  3. Muhammad Atpur Rafif, dari SMAN 2 Depok, dengan judul penelitian “3D Memory Bank: Memory Visualization Application with Open 3D Creation Software”.
  4. Mochammad Sutrimo Raharjo, dari Islamic State Senior High School 2 Kudus, Jawa Tengah, dengan judul penelitian “Systhesis and Analysis of Graphene and Carbon Quantum Dots (CQDs) Composites Based on Epoxy Matrix”.
  5. Amira Kumala Syifa dan Edenia Evelina Larisa, dari Al Irsyad Al Islamiyyah Senior High School, Purwokerto, Jawa Tengah, dengan judul penelitian “Identification of Microplastics in Baby Fish Tuna (Euthynnus affinis) in Manis Market Purwokerto”.
  6. Christian Agung Novianto dan Steven Mathias Holme, dari Regina Pacis High School Bogor, Jawa Barat, dengan judul penelitian “Synthesis of GO-CS (Graphene Oxide-Chitosan) Microparticle Composite As A Pb(II), Zn(II), and Mn(II) Adsorbent”.
  7. Siti Andriyani dan Nisrinah Nur Syarafina, dari Madrasah Aliyah Negeri 2 Kota Malang, Jawa Timur, dengan judul penelitian “Primary Culture of Colorectal Cancer Cells from BALB/C Model Mice Included by Diet High in Fat and 7,12 – Dimenthylbenz(a)nthracene (DMBA)”.
  8. Valencia Evanio S.K, dari SMA 3 Yogyakarta, dengan judul penelitian “Analysis of Potential Groundwater Availability using Euclidean Distance in Yogyakarta Suburban City.
  9. Sona Regina Salsabila dan Azizah Auliani Rahma, SMAN 1 Yogyakarta dengan judul penelitian “Systematic Web for Breast Cancer Prediction”

“Insha Allah, biasanya setiap tahunnya, perwakilan delegasi Indonesia mendapatkan award. Mudah-mudahan dimasa pandemi ini, meskipun kita tidak bisa hadir di Amerika Serikat, karya-karya para delegasi yang terpilih dapat diketahui oleh masyarakat dunia”, terang Mila. “Kita jangan hanya melihat menang kalahnya saja dari suatu kompetisi, namun kita juga harus melihat keuntungan-keuntungan apa saja yang bisa kita dapatkan dari ajang-ajang seperti ini, yang memang belum tentu dapat diikuti oleh semua orang”, tambah Mila.

Mila juga menjelaskan bahwa dalam workshop ini juga melibatkan empat orang Scientific Review Committee (SRC yang merupakan perwakilan peneliti LIPI antara lain: Prof. I Made Sudiana (peneliti Pusat Penelitian Biologi), Prof. Subiyakto (peneliti Pusat Penelitian Biomaterial), Dr. Anggoro Tri Mursito (peneliti Pusat Penelitian Geoteknologi), dan Prof Syarif Hidayat (peneliti Pusat Penelitian Ekonomi). “Galilah pengalaman dari para SRC ini, perhatikan dan persiapkan hal-hal yang disampaikan oleh para SRC sebagai bahan referensi dalam muatan presentasi dan wawancaranya nanti” ungkap Mila.

Dalam penutupnya Mila menymapaikan, “Dengan media digitalisasi dalam ajang ini, audio visual selain tampilan menarik, dari sisi konten juga harus matang dan direncanakan dengan baik. Untuk menunjang hal tersebut, Bina Ilmiah LIPI sebagai fasilitator penyelenggaraan workshop ini, melengkapi workshop ini dengan pelatihan pembuatan Quad Chart dan video”, tutup Mila. (dsa/ed: yta)

LIPI Tingkatkan Literasi Guru di Purbalingga Melalui Pelatihan KTI

By | Berita BKHH | No Comments

Purbalingga, Humas LIPI. Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPI) menyelenggarakan kegiatan Pelatihan Penyusunan Karya Tulis Ilmiah (KTI) bagi Guru SMP dan SMA sederajat pada tanggal 9 April 2021 bertempat di Halal Mart Purbalingga. Pelatihan ini merupakan pelaksanaan Program Bakti Inovasi LIPI yang terselenggara berkat kerjasama LIPI dengan Komisi VII DPR RI. Pelatihan yang diikuti peserta sebanyak 50 guru dari Kabupaten Purbalingga, Kebumen, dan Banjarnegara ini menghadirkan instruktur LIPI, Dede Heri Yuli Yanto.

Dalam sambutan di acara pembukaan, Kepala Balai Informasi dan Konservasi Kebumian, Indra Riswadinata yang mewakili LIPI mengatakan bahwa berdasarkan Permenpan dan RB No. 16 Tahun 2009 tentang Jabatan Fungsional Guru dan Angka Kreditnya,maka kegiatan publikasi ilmiah bagi guru sudah menjadi keharusan. Publikasi ilmiah dalam bentuk karya Tulis Ilmiah bagi guru termasuk pada kegiatan pengembangan keprofesian berkelanjutan, sehingga guru dapat menjalankan tugas dan fungsinya secara profesional. LIPI sebagai pembina kegiatan penelitian dan Jabatan Fungsional Peneliti, merasa penting untuk melaksanakan kegiatan Bakti Inovasi kepada masyarakat, yang salah satunya berupa peningkatan kompetensi Guru dengan Pelatihan karya Tulis Ilmiah in. Kegiatan ini diharapkan dapat meningkatkan penguasaan pengetahuan dan keterampilan dalam menulis, mengintegrasikan suatu pokok bahasan atau pengembangan gagasan tertentu, dengan cara melakukan identifikasi, deskripsi, analisis dan memberikan konklusi atau rekomendasi,” sambung Indra.

Anggota Komisi VII DPR RI, Rofik Hananto dalam sambutan pembukaan mengatakan bahwa dalam pelaksanaan Program Bakti Inovasi yang merupakan kerjasama Komisi VII DPR RI dengan LIPI di Purbalingga memilih kegiatan Pelatihan Penyusunan KTI bagi Guru karena mengharapkan untuk meningkatkan kemampuan guru dalam literasi. Manfaat dari pelatihan ini selain meningkatkan wawasan juga kemampuan literasi. Setelah terbiasa dengan literasi nanti akan terbiasa membaca. Membaca akan menjadi sebuah kebiasaan yang menjadi sebuah budaya,” pungkas Rofik.

Instruktur pelatihan, Dede Heri Yuli Yanto mengatakan bahwa selama satu hari, peserta diberikan materi tentang pengenalan penelitian ilmiah, struktur proposal KTI, membedah contoh proposal ilmiah, latihan menyusun proposal penelitian, dan teknik presentasi ilmiah. “Sasaran kegiatan ini adalah agar para Guru SMP dan SMA sederajat mampu melakukan pembimbingan kepada para siswa dengan pemahanan metode penelitian ilmiah yang baik serta mampu menyusun proposal penelitian ilmiah, sehingga dapat meningkatkan kompetensi para Siswa dan Guru terkait penelitian ilmiah,” sehingga diharapkan siswa dapat berpola pikir secara kritis tambah Dede Heri Yuli Yanto.

Salah satu peserta pelatihan, Mita Puspita Sukmasari dari SMAN 2 Purbalingga mengharapkan kegiatan pelatihan penyusunan KTI ini bisa memfasilitasi guru-guru untuk terus belajar menulis dan berinovasi tanpa henti. “Semoga kegiatan pelatihan ini akan terus ada untuk meningkatkan motivasi guru dalam menyusun karya tulis ilmiah yang baik dan berkualitas sehingga menghasilkan naskah yang layak untuk dipublikasikan,” harap Mita. (tbi/ed: yt)

Tingkatkan Kemampuan Ilmiah Siswa dan Guru Se-Priangan Timur, LIPI Selenggarakan Pelatihan KTI

By | Berita BKHH | No Comments

Jakarta, Humas LIPI. Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPI) bekerja sama dengan SMA Al-Muttaqin Tasikmalaya menyelenggarakan kegiatan Pelatihan Karya Tulis Ilmiah (KTI) bagi Siswa dan Guru se-Priangan Timur pada (29-31/3) bertempat di SMA Al-Muttaqin. Pelatihan diikuti peserta sebanyak 96 orang dari 25 sekolah yang dibagi menjadi Kelas Siswa IPATek sebanyak 31 peserta, Kelas Siswa IPSK 28 peserta, dan Kelas Guru yang terdiri dari 36 peserta. Narasumber LIPI dalam kegiatan ini adalah Sukma Surya Kusumah untuk Kelas Siswa IPATek, M. Soekarni, untuk Kelas Siswa IPSK, dan Dede Heri Yuli Yanto untuk Kelas Guru.

Dalam sambutan pembukaan, Kepala Biro Kerja Sama Hukum dan Humas LIPI, Mila Kencana mengatakan bahwa selama tiga hari, para peserta pelatihan akan dibimbing dan belajar bagaimana untuk lebih peka dan kritis dalam memahami fenomena dan masalah yang ada di sekitar kita sembari menciptakan solusi alternatif dengan pemanfaatan ilmu pengetahuan dan teknologi. Melalui kegiatan ini, diharapkan dapat memberikan output mini proposal yang akan dikembangkan dan diharapkan dapat diikutsertakan dalam ajang kompetisi ilmiah LIPI, yakni Lomba Karya Ilmiah Remaja (LKIR) yang akan diselenggarakan oleh LIPI pada Bulan Oktober mendatang. “Saat ini kita tengah menghadapi situasi pandemi yang entah kapan bisa segera berakhir, pandemi adalah bencana yang tidak terduga namun kami ingin menghimbau bahwa dalam situasi seperti ini justru harus semakin ditingkatkan pemikiran kritis dalam mengeksplorasi dan menelurkan ide-ide yang inovatif dan solutif. Kita harus optimis untuk memanfaatkan momentum saat pandemi ini,” ungkap Mila. Selain itu, dakam kegiatan ini akan dipilih peserta terbaik dari masing-masing kelas yang akan diikutsertakan dalam Perkemahan Ilmiah Remaja Nasional yang akan diselenggarakan secara virtual pada Bulan Juli 2021.

Sedangkan Ketua LPI AL-Muttaqin, H.D. Suryatman dalam sambutannya mengatakan bahwa keberadaan manusia di dunia ini untuk memanfaatkan akalnya sehingga dunia menjadi makmur. Tugas untuk memakmurkan bumi karena Allah salah satunya telah memberikan perangkat, yaitu hati, pendengaran, dan penglihatan. Ketiga potensi tersebut untuk kemakmuran di muka bumi ini. Manusia harus mampu menggali potensi yang dimiliki. Fenomena alam yang diciptakan Tuhan membuat manusia untuk meneliti kejadian-kejadian yang ada untuk kemaslahatan umat. Pelatihan ini termasuk tugas untuk meneliti semoga menghasilkan karya yang bermanfaat. “Terima kasih kepada LIPI yang telah memberikan motivasi kepada kami, siswa dan guru untuk kesiapan melakukan penelitian. Semoga pelatihan ini membawa kemanfaatan bagi semua,” sambung Suryatman.

Kepala Dinas Pendidikan Jawa Barat Kantor Cabang Dinas Wilayah XII Abur Mustikawanto, dalam sambutannya menceritakan bahwa dirinya sangat dekat dengan LIPI karena semasa masih menjadi siswa SMA setiap seminggu sekali ke perpustakaan LIPI untuk membaca buku koleksi perpustakaan LIPI. Sampai saat ini masih menyimpan kartu perpustakaan LIPI. Diharapkan peserta pelatihan banyak membaca. Dengan banyak membaca membuka wawasan lebih luas. Untuk peserta guru dengan banyak membaca, ide akan mengalir. Sehingga sangat membantu untuk proses pembelajaran. “Banyak membaca akan terbuka dunia. Kurang membaca dunia seakan tertutup,” pungkas Abur. (tbi/edit-yt)

WEB FORUM DAN VIRTUAL TOUR MUNASAIN: Menjelajah sejarah alam, menimba pengetahuan dan melestarikan hutan

By | Berita BKHH | No Comments

Jakarta, Humas LIPI. Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPI) menyelenggarakan Web forum dalam rangka memperingati hari hutan internasional pada Minggu (28/3). Webforum yang dibuka oleh Kepala Biro Kerja Sama Hukum dan Humas LIPI, Mila Kencana ini ditujukan untuk para pelajar SMA, dan juga diikuti oleh para guru, dosen, praktisi kehutanan dan lingkungan, Lembaga Swadaya Masyarakat, swasta dan jurnalis. Dengan mengangkat tema hari hutan sedunia yang dirilis oleh PBB yaitu “Forest restoration: a path to recovery and well-being”, web forum ini membicarakan tentang hutan, masyarakat dan keanekaragaman hayati.

Web forum ini juga dimaksudkan untuk memberikan inspirasi kepada para pelajar SMA yang sebentar lagi akan mengikuti Lomba Karya Ilmiah Remaja (LKIR-LIPI). Selain memberikan pengetahuan, membuka wawasan juga mengajak generasi muda berpartisipasi dalam melestarikan hutan. Prof. Hendra Gunawan, Peneliti Ahli Utama Konservasi Keanekaragaman Hayati berbagi pengetahuan tentang bagaimana deforestasi tidak saja menghilangkan hutan tetapi juga menurunkan kualitas (degradasi) dan memotong-motong (memfragmentasi) hutan yang menyebabkan terancamnya keanekaragaman hayati. Prof. Hendra Gunawan juga memberikan solusi bagaimana merestorasi hutan yang hilang, merehabilitasi hutan yang rusak dan menghubungkan hutan-hutan yang sudah terfragmentasi dengan koridor. Lebih lanjut Prof. Hendra Gunawan mengajak pentingnya membangun Ruang Terbuka Hijau (RTH) dengan konsep keanekaragaman seperti ekosistem hutan. Salah satu contohnya adalah Taman Keanekaragaman Hayati (Taman Kehati).

Narasumber kedua senior CSR PT. Tirta Investama Ciherang, Heri Yunarso menyampaikan aksi-aksi nyata yang dilakukan oleh Pabrik Air Minum Dalam Kemasan (AMDK) bermerk Aqua ini khususnya dalam manajemen lingkungan melalui Program Aqua Lestari dan Blue Operation. Selain membangun Taman Kehati, Produsen Aqua ini juga melakukan rehabilitasi daerah aliran sungai, menggunakan solar sel untuk operasi pabrik, pemanenan air hujan di sekitar pabrik dan pemberdayaan masyarakat sekitar.

Narasumber ketiga Dr. Fathi Royyani, M.Si, Peneliti Etnobiologi dan Ekologi Manusia pada Puslit Biologi LIPI berbagi pengetahuan terkait peran masyarakat nusantara dalam pelestarian hutan dan keanekaragaman hayati melalui konsep-konsep yang dikenal dengan kearifan lokal, seperti hal-hal yang dianggap keramat, kabuyutan, tanah ulen, sassi, dan lainnya. Dr. Fathi juga memberikan perbandingan dengan konsep dari barat yang diadopsi seperti: taman nasional atau cagar biosfer. Ada perbedaan mendasar dalam tujuan awalnya, konsep nusantara (kearifan lokal) lebih bersifat spiritual, melestarikan tradisi dalam lingkup sosial budaya. Sementara konsep barat lebih cenderung berawal dari keberlanjutan perburuan satwa (game) atau upaya perlindungan aset” ungkapnya.

Peserta web forum sangat antusias mengikuti pemaparan ketiga narasumber, yang ditunjukkan oleh banyaknya pertanyaan yang disampaikan oleh peserta. Usai diskusi, peserta diajak tour menjelajahi Munasain secara virtual. Meski virtual, peserta dapat secara interaktif berdiskusi dengan pemandu untuk mengetahui lebih lengkap tentang koleksi Munasain. Secara umum respon peserta terhadap web forum ini sangat positif dan mengharap akan ada lagi web forum dan virtual tour dengan topik lainnya. (MKR/BKHH)

LIPI Siapkan Empat Jabatan Fungsional Baru PNS

By | Berita BKHH | No Comments

Jakarta. Humas LIPI. Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPI) berupaya melakukan percepatan pembentukan Jabatan Fungsional (JF) baru bagi para Pegawai Negari Sipil (PNS). Empat JF baru tersebut adalah Analis Data Ilmiah, Analis Pemanfaatan Iptek, Penata Penerbitan Ilmiah, dan Kurator Koleksi Hayati. “Masing-masing JF tersebut telah ditetapkan dengan Peraturan Menpan RB, oleh karena itu agar dapat segera diimplementasikan kami harus menyiapkan petunjuk teknisnya”, demikian disampaikan oleh Kepala Biro Kerja Sama, Hukum dan Humas LIPI, Mila Kencana, pada saat membuka kegiatan bertajuk Konsultasi Publik Rancangan Peraturan LIPI tentang Petunjuk Teknis Jabatan Fungsional Baru, pada Senin (23/3).

Jabatan fungsional baru yang telah ditetapkan oleh Menpan RB yaitu Peraturan Menpan RB Peraturan Menpan RB Nomor 79 Tahun 2020 tentang Jabatan Fungsional Analis Pemanfaatan Iptek, Peraturan Menpan RB Nomor 80Tahun 2020 tentang Jabatan Fungsional Kurator Koleksi Hayati, Peraturan Menpan RB Nomor 85 Tahun 2020 tentang Jabatan Fungsional Penata Penerbitan Ilmiah, dan Peraturan Menpan RB Nomor 86 Tahun 2020 tentang Jabatan Fungsional Analis Data Ilmiah.

Lebih lanjut dikatakan oleh Mila, “Substansi Rancangan Peraturan LIPI tersebut mengatur secara teknis masing-masing JF dan telah disesuaikan dengan Peraturan MenPAN RB Nomor 13 tahun 2019 tentang Pengusulan, Penetapan, dan Pembinaan Jabatan Fungsional PNS dan Peraturan Menpan RB yang mengatur tentang masing-masing JF tersebut”. Petunjuk Teknis JF ini antara lain mengatur pengangkatan dalam jabatan fungsional, uraian kegiatan, penilaian dan penetapan Angka Kredit, penilaian kinerja, dan hal-hal substantif lainnya. “PNS yang mengambil jabatan fungsional tertentu akan mempunyai tugas, tanggung jawab dan karier yang sudah tergambar dengan jelas”, pungkas Mila.

Lebih lanjut Kepala Pusat Pembinaan, Pendidikan dan Pelatihan LIPI, Arthur Ario Lelono menyampaikan, jabatan fungsional tertentu bagi PNS bertujuan untuk mengembangkan profesionalisme PNS agar kinerja organisasi dapat meningkat serta untuk efektivitas dan efisiensi kinerja pelayanan kepada publik. “Pembentukan jabatan fungsional baru yang diinisiasi oleh LIPI ini adalah dengan melihat kebutuhan profesi jabatan spesifik PNS di unit-unit kerja penelitian dan pengembangan ilmu pengetahuan dan teknologi”, kata Arthur.

Konsultasi Publik yang dikemas secara daring tersebut diselenggarakan selama selama tiga hari, mulai Senin sampai Rabu (22/3-24/3) dihadiri oleh wakil-wakil kementerian dan lembaga yang membidangi kepegawaian dan bidang teknis serta sivitas LIPI terkait dengan pemapar substansi oleh Quntum Chanif Firdausyi (JF Analis Data Ilmiah), Henni Widyowati (JF Analis Pemanfaatan Iptek), Meysha Fatihanda (JF Penata Penerbitan Ilmiah), dan Winda Resdieny (JF Kurator Koleksi Hayati), masing-masing dari Pusbindiklat LIPI.

Usai pelaksanaan proses Konsultasi Publik, semua naskah Rancangan Peraturan LIPI tersebut oleh LIPI akan disampaikan untuk dilakukan harmonisasi peraturan oleh Direktorat Jenderal Peraturan Perundang-undangan Kementerian Hukum dan HAM RI. (Isr)

Komitmen Indonesia-Belanda dalam rangka Adaptasi dan Mitigasi Climate Change melalui Climate Adaptation Summit 2021

By | Berita BKHH | No Comments

Jakarta, Humas LIPI. Saat ini dunia terus mengalami perubahan iklim yang masif. Kenaikan suhu yang ekstrim atau dikenal dengan global warming tentu bukan isu yang baru bagi dunia. Kondisi ini diperparah dengan aktivitas pembangunan yang tidak terkendali. Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPI) bekerja sama dengan The Dutch Research Council, Kedutaan Besar Kerajaan Belanda di Indonesia, Nuffic Neso, the Indonesian Academy of Young Scientists (ALMI), the Netherlands Royal Academy of Arts and Sciences (KNAW), dan the Dutch Research Council (NWO) mengadakan webinar “A WINNER Follow up to the Climate Adaptation Summit 2021” secara daring melalui media Zoom Meeting dan live melalui YouTube LIPI pada Rabu (10/3).

Dalam pidato pembukaanya, H.E Lambert Grijns, Duta Besar Kerajaan Belanda menekankan pentingnya penyelenggaraan Climate Adaptation Summit 2021 sebagai langkah konkret antara Indonesia dan Belanda setelah penyelenggaraan WINNER 2020. “Kontribusi alumni Indonesia dan Belanda dalam CAS 2021 dapat menjadi network yang kuat dalam upaya adaptasi dan mitigasi climate change,” ujarnya.
“Selain adaptasi dan mitigasi climate change, CAS 2021 dapat menjadi momentum untuk menggerakan komunitas serta menguatkan kerja sama global dalam pembangunan berkelanjutan yang akan berdampak pada perbaikan ekonomi,” H.E Mayertas, Duta Besar Republik Indonesia untuk Belanda menambahkan.

Turut hadir dalam webinar ini, Siti Nurbaya Bakar, Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan Republik Indonesia turut menekankan pentingnya upaya adaptasi dan mitigasi climate change “Pembangunan tanpa mempertimbangkan climate change akan menyebabkan kerugian baik material maupun non-material termasuk dampaknya terhadap ekonomi,” jelasnya.

Pentingnya kerja sama global dalam adaptasi dan mitigasi climate challenge disampaikan melalui rekaman video oleh H.E Mrs. Cora Van Nieuwenhuizen, Netherland Minister for Infrastructure and Water Management. Menurutnya kerja sama global adaptasi dan mitigasi climate change dapat menumbuhkan pembangunan berkelanjutan diantaranya menciptakan peluang bisnis, mengurangi ketidakseimbangan, dan menjaga alam.
Webinar ini juga sekaligus sebagai momentum peluncuran program “Climate Adaptation Challenge for Indonesian-Netherlands Alumni” dimana alumni Indonesia-Belanda dapat mengirimkan proposal yang berisi ide terkait upaya adaptasi dan mitigasi climate change. Proposal dapat diajukan melalui email: info@winner.or.id paling lambat pada tanggal 10 April 2021. Untuk dua proposal terbaik dapat mengkampanyekan ide mereka dan akan mendapatkan uang sebesar EUR 5000.

Webinar yang terbuka untuk umum ini dipandu oleh Irina Rafliana, LIPI dan Ruard Ganzevoort, Upper Chamber of the Dutch national parliament for the Green party GroenLinks serta menghadirkan pembicara yang ahli dalam bidang perubahan iklim dan lingkungan dari Indonesia dan Belanda diantaranya Dr. Ir Ruandha Agung Sugardiman, Director of General KLHK RI; Mr. Marcel Beukeboom, Climate Envoy for the Kingdom of Netherlands, Ministry of Economic Affairs and Climate Policy of the Netherland: Dian Afriyanie, Peneliti senior Lokahita, Pusat Penelitian Ekologi dan Geospasial: Joko Tri Haryanto, Pusat Kebijakan Pembiayaan Perubahan Iklim dan Multilateral Badan Kebijakan Fiskal Kementerian Keuangan Republik Indonesia: Annisa Triyanti, peneliti Governance of Water, Climate, and Future Deltas, the Copernicus Institute of Sustainable development, Faculty of Geosciences, Utrecht University: dan Peter Lettire, Senior Project Manager and Strategic Advisor Deltares. (Li/ed: sr)

Butuh Kecepatan dan Keterampilan Pranata Humas dalam Menulis Berita

By | Berita BKHH | No Comments

Bandung, Humas LIPI. Covid-19 memaksa manusia untuk beradaptasi dengan tatanan kehidupan yang baru. Menjaga jarak menjadi hal penting untuk pemutusan rantai Covid-19. Hal itu menyebabkan hampir semua aspek kehidupan beralih ke sistem dalam jaringan. Seluruh lapisan masyarakat dituntut untuk beradaptasi dengan dunia digital, termasuk Aparatur Sipil Negara (ASN). Untuk menunjang kecakapan, kompetensi dan kemampuan Pranata Humas dalam melakukan tugas dan fungsinya, Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPI) menyelenggarakan Bimbingan Teknis Penulisan Berita pada hari Selasa (9/3).

Dalam kegiatan yang dihadiri Pranata Humas dari berbagai kawasan LIPI ini dihadirkan narasumber yang ahli di bidangnya. Dyah Rachmawati Sugiyanto, Pranata Humas Madya LIPI, membagikan tips dan trik dalam menulis berita. Lima kaidah penulisan berita daring di lingkungan LIPI dipaparkannya secara lugas, interaktif dan mudah dipahami.

Dyah menyampaikan, dibutuhkan kecepatan dalam membuat berita. “Karena berita keras atau hard news sifatnya harus segera ditayangkan, agar dapat segera diketahui publik lebih cepat,” tuturnya. “Salah satu karakter dari hard news adalah sifatnya yang cepat disampaikan,” tegasnya. “Maksimal dua hari sejak acara diselenggarakan, berita kegiatan harus sudah tayang,” tambah Dyah.

Dyah menambahkan, pengolahan berita menjadi konsumsi publik yang bermanfaat menjadi keterampilan yang harus dikuasai setiap Pranata Humas. “Berita yang disajikan harus mudah dipahami, enak dibaca, dan yang paling penting dapat berguna untuk publik,” urai Dyah. Selain itu ia mengingatkan hal-hal terkait teknik penulisan yang sering luput dalam pembuatan berita. “Masih sering ditemukan penulis luput dalam teknis penulisan kutipan, pemenggalan kalimat, hingga pemilihan judul yang tepat,” paparnya.

Selain materi terkait penulisan berita, pada bimbingan teknis kali ini pun dihadirkan narasumber yang berpengalaman dalam bidang keprotokolan, Dodi Rosadi. Dodi memaparkan secara detil langkah-langkah keprotokolan acara kenegaraan yang berlaku di LIPI. “Keprotokolan menjadi hal yang penting dalam sebuah acara agar acara tersebut berjalan dengan lancar,” ucap Dodi di sela paparannya.

Kegiatan yang dipandu oleh Koordinator Humas dan Kerja Sama Multisatker Kawasan Bandung, Noorfiya Umniyati ini bertujuan meningkatan kompetensi dan kapasitas Pranata Humas. “Pranata Humas bertugas mendukung kinerja lembaga, Pranata Humas merupakan garda depan suatu instansi,” ungkapnya. Fiya menegaskan, Pranata Humas dituntut meningkatkan kapasitas dalam memanfaatkan teknologi. “Pranata Humas berkewajiban mengemas informasi positif yang harus disampaikan pada publik, terutama di masa pandemi Covid-19,” tutupnya. (ddy/ ed: drs)

Petunjuk Alam Hindari Bencana Gerakan Tanah

By | Berita BKHH | No Comments

Bandung, Humas LIPI. Gerakan massa tanah (soil mass movement) adalah proses alamiah yang menjadi bagian dari perubahan dinamik suatu bentang alam. Gerakan massa tanah atau longsoran dikategorikan sebagai bencana apabila longsoran tersebut terjadi di daerah yang dihuni oleh manusia. Hampir semua kejadian gerakan tanah menimbulkan korban jiwa dan kerugian harta benda. Alam ini memberikan petunjuk untuk kita beradaptasi meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi ancaman, seperti fenomenal gerakan tanah yang sering terjadi di wilayah Indonesia, alam itu memberikan suatu informasi kepada kita apa perlu evakuasi atau tetap tinggal disuatu daerah.

Adrin Tohari, peneliti Pusat Penelitian Geoteknologi LIPI menyampaikan dalam Podcast “Me vs Science” (24/2) bersama Host Podme, Ana Chusdarmawan, bahwa untuk meminimalisir risiko bencana yang paling efektif adalah menghindari daerah bahaya longsor. “Jadi sangat penting untuk mengenal karakteristik lingkungan sekitar tempat tinggal kita, apakah termasuk daerah rawan longsor atau tidak. Bila merupakan daerah rawan longsor dan berpotensi longsor maka sebaiknya relokasi rumah ke daerah yang aman dari ancaman longsor. Namun bila terlanjur menempati daerah rawan pergerakan tanahnya maka bila terjadi hujan dengan intensitas yang tinggi, maka harus bergegas melakukan evakuasi mandiri,” jelas Adrin.

Menurut Adrin, mengenali lingkungan tempat tinggal untuk mengetahui daerah-daerah yang berpotensi longsor adalah dengan mengetahui apakah gerakan tanah pernah terjadi di daerah kita. Peristiwa gerakan tanah cenderung terulang kembali di lereng perbukitan dimana gerakan tanah pernah terjadi. “Kita harus memperhatikan tanda-tanda akan adanya pergerakan tanah di lereng-lereng perbukitan di sekitar tempat tinggal kita selama musim hujan, seperti rekahan membesar, runtuhan batuan atau material tanah dari atas lereng, posisi batang-batang pohon atau tiang-tiang yang menjadi miring. Apabila hal-hal tersebut terjadi, maka kita perlu melaporkannya ke aparat pemerintah setempat,” tereang Adrin.

Selain itu Adrin menjelaskan, hujan dengan intensitas yang tinggi dan berlangsung selama beberapa hari cenderung berbahaya dan dapat memicu gerakan tanah. Menyimak suara-suara yang tidak lazim ketika hujan lebat sedang berlangsung seperti suara tumbangnya pohon atau gemuruh batu-batuan yang memberikan petunjuk awal terjadinya gerakan tanah di lereng. “Begitupun jika tinggal di dekat aliran sungai, kita perlu waspada terhadap penurunan ataupun peningkatan aliran air sungai yang tidak lazim. Penurunan aliran air sungai saat hujan lebat memberikan petunjuk adanya pembendungan sungai oleh material longsoran di hulu, yang suatu saat dapat jebol dan menyebabkan banjir bandang,” terangnya.

Adrin pun membagikan gejala alam yang perlu diketahui sebagai bentuk peringatan akan terjadinya longsor yaitu seperti peningkatan aliran air sungai yang disertai perubahan warna air menjadi keruh secara tiba-tiba merupakan petunjuk datangnya banjir bandang dari hulu sungai. Masyarakat perlu belajar untuk menghindari daerah lereng berpotensi longsor dengan mengungsi ketempat yang lebih aman dan jauh dari lereng ketika hujan lebat turun. “Lereng-lereng di sisi jalan cenderung mempunyai potensi longsor yang tinggi. Apabila dalam perjalanan dengan kendaraan, kita perlu waspada terhadap runtuhan batuan, tanah maupun material lainnya dari lereng di atas jalan karena memberi petunjuk akan segera terjadi gerakan tanah di lereng tersebut,” jelas Adrin.

Adrin berharap dengan mengetahui dan memahami daerah-daerah bahaya gerakan tanah dan apa yang perlu dilakukan menjelang hujan dan saat hujan lebat turun jika berada atau tinggal di daerah lereng perbukitan, maka kewaspadaan kita terhadap bahaya gerakan tanah akan meningkat sehingga bencana gerakan tanah dapat diminimalkan dan menghindari korban jiwa. (DS/NU)