All Posts By

Dyah Rachmawati

Revolusi 4.0 Memudahkan Manusia Memenuhi Kebutuhan Tanpa Batas

By | Berita BKHH | No Comments

Jakarta, Humas LIPI. Badan Pengembangan Sumber Daya Manusia (BPSDM) Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri) menyelenggarakan Workshop Penguatan Peran Pranata Humas dalam Pengelolaan Kehumasan dan Perhitungan Angka Kredit. Kegiatan ini berlangsung pada tanggal 30-31 Maret 2021 dikantor BPSDM Kemendagri. Jakarta Selatan.

Kegiatan ini dibuka oleh Kepala BPSDM Kemendagri, Dr. Teguh Setyabudi, M.Pd. menyampaikan bahwa kegiatan ini dilakukan sebagai bentuk dukungan BPSDM Kemendagri terhadap penyetaraan birokrasi yang merupakan salah satu program prioritas pembangunan pemerintahan Presiden Joko Widodo periode 2019-2024.

“Kegiatan ini bertujuan untuk menyukseskan reformasi birokrasi,”ujar Teguh pada Selasa (30/3) di kantor BPSDM Kemendagri.

Selain itu, menurut Teguh, kegiatan ini juga merupakan bentuk antisipasi atas transformasi jabatan administrasi ke jabatan fungsional. Apalagi pada akhit Desember 2020 lalu hampir seluruh Kementerian/Lembaga di tingkat pusat telah melaksanakan transformasi dari jabatan administrasi ke jabatan fungsional. Khususnya eselon IV dan III yang menjadi Ahli Muda dan Ahli Madya.

Lebih lanjut Teguh menjelaskan, kebijakan penyederhanaan birokrasi dapat dirumuskan ke dalam dua arah model birokrasi 2020-2024. Pertama, transformasi birokrasi digital dan manajemen ASN New Normal. Titik tolaknya adalah pada perubahan atau penyesuaian kebijakan pembangunan dan pengembangan insfastruktur manajemen talenta ASN, yang didasarkan pada kondisi system dan SDM saat ini. Kedua, tranformasi birokrasi digital dan manajemen ASN New Normal. Pelaksanaannya dilakukan melalui otomatisasi dan flexible working arrangement untuk mewujudkan tata Kelola pemerintahan yang efektif dan efisien. Untuk itu kemendagri turut mendukung program prioritas dari Presiden dan mendorong Langkah penyederhanaan birokrasi dari pemerintah pusat hingga pemerintah daerah.

Hadir sebagai narasumber dari Biro Kerja Sama, Hukum dan Humas (BKHH) LIPI, Pranata Humas Madya, Suzan Lesmana dalam paparanya yang berjudul Penguatan dan Peran Kehumasan dalam menghadapi Era 4.0 menyampaikan bahwa Revolusi Industri 4.0 telah terjadi di seluruh dunia yang memudahkan manusia memenuhi kebutuhannya tanpa batas. “Ditandai dengan otomatis, machine learning, IoT (Internet of Things) AI dan big data,”ujar Suzan.

Suzan menjelaskan di era 4.0 Humas perlu melakukan tiga hal, pertama kesadaran humas, menjadi pejabat pranata humas wajib mengikuti pendidikan dan pelatihan, bimbingan teknis dan webinar, kedua akselerator/influencer humas, munculnya humas-humas yang potensial menjadi menginfluencer, ketiga dukungan atasan, adanya panggung, apresiasi, pelibatan SDM pranata humas dan arahan teknis.

Lebih lanjut Suzan menambahkan, kegiatan layanan kehumasan yang ada di BKHH LIPI antara lain, pertama penyebaran informasi Iptek melalui website BKHH (bkhh.lipindonesia.com), seperti e Bulletin (Sahabat LIPI, Sainesia, Whats on LIPI, LIPI Sepekan), ketiga Media Sosial Pembinaan Ilmiah LIPI seperti LKIR, keempat Layanan Pembinaan dan Pelatihan Ilmiah, seperti Meet the Student, Tips & Trik Meneliti (TTM), Talk To Science dan Ngobrol Bareng Peneliti (Ngapel) kelima, Layanan Kompetisi Ilmiah (Layanan Pembinaan dan Pelatihan Ilmiah),seperti Skala Nasional dan Internasional (ISEF,ASPC, IEYI)

Kegiatan workshop yang dipandu oleh Pranata Humas Muda LIPI, Dodi Rosadi tersebut dilaksanakan secara hybrid. Kegiatan diikuti 26 orang peserta yang berasal dari lingkungan Kemendagri, Kementerian/Lembaga, serta Pemerintah Daerah melalui tatap muka secara langsung, dan secara virtual. Acara ini juga berpedoman para protokol kesehatan. (dr)

Kembangkan Kebun Raya Daerah, Bupati Balangan Harapkan Kajian LIPI

By | Berita BKHH | No Comments

Jakarta, Humas LIPI. Pengembangan Ilmu Pengetahuan dan Teknologi di daerah telah dilakukan oleh Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPI) diantaranya melalui kerja sama penelitian, pembangunan kebun raya dan pengembangan Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM). “LIPI akan membantu apabila ada hal-hal lain yang dikerjasamakan terkait perkebunrayaan, penguatan UMKM yang basisnya teknologi, berupa teknologi yang unik, bukan yang tinggi tetapi teknologi yang tepat guna,” kata Handoko, Kepala LIPI saat menerima audiensi Bupati Pemerintah Kabupaten Balangan pada Jum’at (26/3), di Jakarta.

Handoko berharap, pembangunan Kebun Raya Balangan dapat memberikan manfaat bagi masyarakat sekitar. “ Kebun raya di daerah diharapkan dapat meningkatkan taraf perkonomian penduduk dan menjadi pusat ekonomi daerah yang dapat memberikan nilai tambah untuk produksi lokal,” tandasnya.

Bupati Balangan Provinsi Kalimantan Selatan Abdul Gani menjelaskan, Kabupaten Balangan merupakan wilayah dengan PDB terendah di Provinsi Kalimantan Selatan dengan pertumbuhan ekonomi tahun 2020 minus 2 persen. “Dengan hal tersebut memerlukan bantuan kajian dan hasil riset LIPI,” ungkapnya.

“Dukungan dari LIPI terkait pembangunan kebun raya Balangan dan hasil riset sehingga sehingga dapat meningkatkan perekonomian daerah. “Dengan adanya Kebun Raya Balangan diharapkan selain untuk fungsi konservasi, pendidikan juga untuk sarana penelitian dan wisata” ungkap Aidinnor, Kepala Badan Perencanaan dan Pembangunan Daerah (Bappeda) Balangan.

Terkait Kebun Raya Balangan, Kepala Pusat Penelitian Konservasi Tumbuhan dan Kebun Raya LIPI Hendrian mengatakan sejak tahun 2017 sudah dimulai pembangunan Kebun raya Balangan dan studi kelayakan. “Selanjutnya dilakukan penyusunan masterplan, serta tahun berikutnya dilakukan data saring dan pembangunan fisik sampai dengan tahun 2020,” tuturnya.

Hendrian juga menjelaskan, roadmap sudah disusun dan disiapkan oleh Tim Peneliti Konservasi Tumbuhan dan Kebun Raya dan bagian terpenting dari roadmap bukan hanya timeline tetapi adalah skoring. “Pembiayaan pembangunan kebun raya selain menggunakan APBN dan APBD, juga bisa dilakukan Pemda dengan melakukan kerja sama dengan perusahaan di daerah yang memanfaatkan dana CSR seperti contoh sukses di Kebun Raya Sipirok Tapanuli Selatan dan Kebun Raya Indrokilo Boyolali,” ungkap Hendrian. (vrp/ ed: drs)

Mengemas Riset LIPI Menjadi Konten Media Sosial

By | Berita BKHH | No Comments

Serpong, Humas LIPI. Sebagai upaya menyebarluaskan hasil-hasil riset pada masyarakat, Biro Kerja Sama, Hukum, dan Humas Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPI), mengadakan bimbingan teknis (bimtek) internal bagaimana membuat konten media sosial LIPI. Acara yang digelar secara daring via Zoom dan luring pada Rabu, (24/3), menghadirkan narasumber Indah Zumrotun, Pranata Humas Ahli Pertama.

Dalam presentasinya, Indah menunjukkan contoh media sosial yang ada di kementerian atau lembaga pemerintah, seperti Instagram. Agar Instagram tersebut menarik, maka diperlukan adanya konten yang berisi informasi yang menarik dan bermanfaat masyarakat atau netizen. “Untuk pembuatan konten media sosial, ada tiga hal yang harus diperhatikan, yaitu bahan atau materi, brief, dan publikasi konten,” ujarnya.

“Pertama, kita harus mencari bahan atau materi riset, yang bisa diperoleh dari artikel, berita, feature, dan paparan,” ucap Indah. “Kedua adalah pembuatan brief (rangkuman), syaratnya ada judul yang menarik, isinya padat, jelas, dan efektif, impactful (berdampak), serta paraphrase (parafrase) atau penulisan kembali dengan kata-kata yang lebih mudah dipahami,” lanjutnya. “Ketiga adalah publikasi konten yang menggunakan template, narasi dan ilustrasi, serta caption,” jelasnya.

Selanjutnya, yang tak kalah penting, adalah melakukan publikasi konten dari naskah brief yang dibuat. Proses kreatif ini menggunakan piranti Adobe Photoshop, program pada komputer yang dapat mengatur tampilan gambar dan tulisan. “Untuk memvisualisasikan brief, selain dari foto atau gambar dokumentasi riset, kita bisa mencari referensi ilustrasi gambar yang sesuai, misalnya dari situs yang menyediakan stok ilustrasi, yakni Pixabay dan Freepik,” terang Indah.

“Setelah mendapatkan ilustrasi yang sesuai dengan resolusi gambar yang cukup, kita bisa menempatkan gambar tersebut di template media sosial LIPI, menggunakan Adobe Photoshop,” tutur Indah. “Selanjutnya kita menyesuaikan jenis huruf (font), ukuran huruf, ketebalan huruf, paragraf, spasi, serta efek gradasi terang dan gelap pada gambar,” imbuhnya.

Indah pun mengajak peserta bimtek yang terdiri dari personel Humas di berbagai kawasan LIPI untuk langsung praktik membuat brief dari artikel berita LIPI terkait pangan fungsional. Contoh brief peserta pun langsung dibahas pleh Indah, bagaimana yang seharusnya. Selain itu, Indah juga mempraktikkan cara membuat konten publikasi Instagram dari brief tersebut dengan ilustrasi dan narasi yang sesuai. (adl)

Pentingnya e-Checking sebagai Pangkalan Data Kerja Sama

By | Berita BKHH | No Comments

Biro Perencanaan Pengawasan Internal dan Kerja Sama (Renwaskes) Komisi Nasional Hak Asasi Manusia Republik Indonesia (Komnas HAM RI) melakukan penjajakan implementasi aplikasi checking e-kerja sama. Penjajakan dilakukan terhadap Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPI) di Kantor Komnas HAM RI, Selasa, (23/3).

Pertemuan yang dipimpin oleh Kepala Biro Renwaskes Esrom Hamonangan ini menghadirkan narasumber Kepala Biro Kerja Sama, Hukum dan Hubungan Masyarakat LIPI Mila Kencana. Mila memaparkan pentingnya e-checking kerja sama sebagai pangkalan data kerja sama yang bukan hanya menyajikan daftar kerja sama tetapi juga progress dan implementasi kerja sama.

“Pengembangan e-checking ke depan terintegrasi dalam sistem e-lsa (e-layanan sains) akan membuat data kerja sama lebih mudah diakses, cepat dan real time,” tuturnya. Dengan adanya pangkalan data yang komprehensif, e-checking akan membuat perencanaan kerja sama lebih matang dan membantu dalam proses monitoring dan evaluasi,” tambahnya.

Peserta pembahasan ini antara lain Koordinator Bidang Kerja Sama, Persidangan dan TU Pimpinan Sasanti Amisani, Subkoord. Bidang Kerjasama Antar Lembaga Sri Nur Fathya, Kasubag TUPHP Solechah, jajaran Bagian Hukum, Subbagian Persidangan dan unit terkait. (rr/ ed: drs)

LIPI - Korea Foundation Gelar Webinar Internasional Kolaborasi Riset

By | Berita BKHH | No Comments

Jakarta, Humas LIPI. Sebagai program awal, kerjasama riset dan kolaborasi antar peneliti di Indonesia-Korea Selatan, Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPI) melalui Kedeputian Bidang Ilmu Pengetahuan Sosial dan Kemanusiaan (IPSK) berkolaborasi dengan Biro Kerja Sama, Hukum, dan Humas (BKHH), menyelenggarakan International Webinar on “Enhancing Indonesia-South Korea Connectivity” pada Senin (22/3).

Dalam membangun program kerja sama dengan Korea Selatan, IPSK LIPI menggandeng Korea Foundation-Jakarta Office. Kepala LIPI, Dr. Laksana Tri Handoko, dalam sambutannya menyatakan secara bangga akan memanfaatkan kesempatan ini untuk mengundang Korea Foundation dalam memperluas jaringan di Indonesia melalui LIPI. “LIPI adalah satu-satunya lembaga penelitian yang mencakup spektrum yang sangat luas, dari fisika teoretis hingga studi politik. Melihat latar belakang tersebut, saya yakin LIPI akan menjadi mitra yang tepat bagi Korea Foundation di Indonesia,” papar Handoko.

“Selain itu, Korea Foundation dapat memperoleh dukungan kuat dari penelitian terintegrasi kami tentang ilmu sosial dan humaniora untuk meningkatkan pemahaman tentang Korea Selatan. Kami juga dapat mempromosikan hubungan dan persahabatan yang saling menguntungkan antara Indonesia dan Korea Selatan melalui kegiatan pertukaran bilateral atau keterlibatan multilateral negara-negara sekitarnya,” pungkasnya.

Sebagai informasi, International Webinar ini dihadiri beberapa tamu kehormatan diantaranya, Dr. Geun Lee (President of the Korea Foundation), H.E. Umar Hadi (Duta Besar Indonesia untuk Korea Selatan), H.E. Park Tae-sung (Duta Besar Korea Selatan untuk Indonesia), Mr. Bae Sung Won (Director of Korea Foundation Jakarta Office) dan Prof. Dr. Tri Nuke Pudjiastuti (Deputi Bidang Ilmu Pengetahuan Sosial dan Kemanusiaan LIPI).

Selain itu, beberapa narasumber yang ahli dalam bidangnya turut diundang untuk memberikan materi sesuai kepakaran masing-masing. Para narasumber tersebut diantaranya, Dr. Santo Darmosumarto (Direktur Asia Timur dan Pasifik, Kementerian Luar Negeri RI), Dr. Youngmee Jee (Chief Executive Officer, the Institute Pasteur Korea Special Representative for Health Diplomacy, Korea Foundation), Prof. Andrew Eungi Kim (International Studies, Korea University), dan Nanto Sriyanto (Peneliti Pusat Penelitian Politik LIPI), serta Agus Syarip Hidayat, Ph.D (Peneliti Pusat Penelitian Ekonomi LIPI) turut hadir untuk memandu jalannya presentasi dan diskusi dalam webinar ini.

International Webinar berjalan dengan lancar dan sukses. Terhitung ada 646 peserta yang mengikuti webinar ini, mereka begitu antusias terbukti dengan banyaknya peserta yang mengirim pesan di kolom chat dan beberapa pertanyaan di kolom Q&A. Peserta dari YouTube LIPI Channel pun tidak kalah antusias, peserta tertinggi tercatat mencapai 71 peserta. Selain itu, untuk mendukung suksesnya acara ini, BKHH turut mengundang sekitar 32 rekan media.(sf/ ed: mtr)

 

 

 

Butuh Kecepatan dan Keterampilan Pranata Humas dalam Menulis Berita

By | Berita BKHH | No Comments

Bandung, Humas LIPI. Covid-19 memaksa manusia untuk beradaptasi dengan tatanan kehidupan yang baru. Menjaga jarak menjadi hal penting untuk pemutusan rantai Covid-19. Hal itu menyebabkan hampir semua aspek kehidupan beralih ke sistem dalam jaringan. Seluruh lapisan masyarakat dituntut untuk beradaptasi dengan dunia digital, termasuk Aparatur Sipil Negara (ASN). Untuk menunjang kecakapan, kompetensi dan kemampuan Pranata Humas dalam melakukan tugas dan fungsinya, Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPI) menyelenggarakan Bimbingan Teknis Penulisan Berita pada hari Selasa (9/3).

Dalam kegiatan yang dihadiri Pranata Humas dari berbagai kawasan LIPI ini dihadirkan narasumber yang ahli di bidangnya. Dyah Rachmawati Sugiyanto, Pranata Humas Madya LIPI, membagikan tips dan trik dalam menulis berita. Lima kaidah penulisan berita daring di lingkungan LIPI dipaparkannya secara lugas, interaktif dan mudah dipahami.

Dyah menyampaikan, dibutuhkan kecepatan dalam membuat berita. “Karena berita keras atau hard news sifatnya harus segera ditayangkan, agar dapat segera diketahui publik lebih cepat,” tuturnya. “Salah satu karakter dari hard news adalah sifatnya yang cepat disampaikan,” tegasnya. “Maksimal dua hari sejak acara diselenggarakan, berita kegiatan harus sudah tayang,” tambah Dyah.

Dyah menambahkan, pengolahan berita menjadi konsumsi publik yang bermanfaat menjadi keterampilan yang harus dikuasai setiap Pranata Humas. “Berita yang disajikan harus mudah dipahami, enak dibaca, dan yang paling penting dapat berguna untuk publik,” urai Dyah. Selain itu ia mengingatkan hal-hal terkait teknik penulisan yang sering luput dalam pembuatan berita. “Masih sering ditemukan penulis luput dalam teknis penulisan kutipan, pemenggalan kalimat, hingga pemilihan judul yang tepat,” paparnya.

Selain materi terkait penulisan berita, pada bimbingan teknis kali ini pun dihadirkan narasumber yang berpengalaman dalam bidang keprotokolan, Dodi Rosadi. Dodi memaparkan secara detil langkah-langkah keprotokolan acara kenegaraan yang berlaku di LIPI. “Keprotokolan menjadi hal yang penting dalam sebuah acara agar acara tersebut berjalan dengan lancar,” ucap Dodi di sela paparannya.

Kegiatan yang dipandu oleh Koordinator Humas dan Kerja Sama Multisatker Kawasan Bandung, Noorfiya Umniyati ini bertujuan meningkatan kompetensi dan kapasitas Pranata Humas. “Pranata Humas bertugas mendukung kinerja lembaga, Pranata Humas merupakan garda depan suatu instansi,” ungkapnya. Fiya menegaskan, Pranata Humas dituntut meningkatkan kapasitas dalam memanfaatkan teknologi. “Pranata Humas berkewajiban mengemas informasi positif yang harus disampaikan pada publik, terutama di masa pandemi Covid-19,” tutupnya. (ddy/ ed: drs)

 

Sinergi Kemenko PMK- LIPI-Pemkab Kebumen dalam Pemberdayaan Masyarakat di Kawasan Geopark Karangsambung-Karangbolong

By | Berita BKHH | No Comments

 

Karangsambung, Humas LIPI. Balai Informasi dan Konservasi Kebumian (BIKK) LIPI menerima kunjungan kerja dari Kementerian Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (PMK) RI dalam rangka Sinergi Pemberdayaan Masyarakat di Kawasan Konservasi/Geopark Karangsambung-Karangbolong dan Sosialisasi Protokol Kesehatan di Masa Pandemi Covid-19 di Kabupaten Kebumen. Kegiatan ini dilaksanakan pada Rabu (24/2) di Aula Tektonik BIKK Karangsambung LIPI dan dihadiri oleh 35 orang peserta.

Turut hadir dalam kunjungan tersebut Dody Usodo HGS selaku Deputi Bidang Koordinasi Pemerataan Pembangunan Wilayah dan Penanggulangan Bencana Kemenko PMK; Plh Bupati Kebumen Ahmad Ujang Sugiono; Plt Kepala Badan Pengembangan SDM, Pemberdayaan Desa, Pembangunan Daerah tertinggal dan Transmigrasi Kemendes PDTT Jajang Abdullah, serta pejabat tekait.

Dalam kunjungan tersebut, Dody melakukan peninjauan koleksi batuan yang ada di Museum Melange BIKK LIPI. Ia mendukung sepenuhnya keberadaan Geopark Nasional Karangsambung-Karangbolong (GNKK) yang ada di Kebumen ini sebab dapat mendorong program pemberdayaan masyarakat sekitar. “Adanya geopark ini memiliki peran penting terutama dalam konservasi alam, sebagai objek edukasi, juga bisa menjadi potensi wisata yang pada akhirnya dapat menambah perekonomian masyarakat,” ujarnya.

Dukungan senada juga disampaikan oleh Plh Bupati Kebumen Ahmad Ujang Sugiono. Dalam sambutannya Sugiono mengatakan “Keberadaan GNKK ini meliputi 10 situs budaya, 118 desa, 12 kecamatan, 8 situs biologi dan 41 situs geologi dengan potensi kekayaan alamnya yang luar biasa.” Menurutnya, Pemkab Kebumen telah berupaya memberikan dukungan kepada pengelolaan GNKK berupa penyuluhan dan pembuatan papan informasi geosite, mengonservasi kawasan, dan mendorong adanya program pemberdayaan masyarakat. Sugiono berharap, dengan adanya pembangunan Gedung Geodiversitas di BIKK LIPI oleh Bappenas ini dapat memaksimalkan upaya konservasi geosite di kawasan GNKK dan memajukan masyarakat Kebumen.

Dukungan dari Pemda Kebumen ini penting, mengingat di tahun 2021 ini BIKK LIPI dan Pemda Kebumen sedang melakukan penjajagan kerja sama pengelolaan GNKK. Biro Kerja Sama dan Humas LIPI di kawasan Karangsambung juga terlibat dalam proses pembahasan sinergi dengan Pemda Kebumen tersebut.

Disamping itu, Kepala BIKK Karangsambung LIPI, Indra Riswadinata menyambut baik dukungan dari Deputi Bidang Koordinasi Pemerataan Pembangunan Wilayah dan Penanggulangan Bencana Kemenko PMK serta Pemkab Kebumen. Menurut Indra, kunjungan kerja ini sebagai bentuk dukungan sinergi pemberdayaan masyarakat produktif berkelanjutan sesuai amanah Bappenas dalam pembangunan Kawasan Geodiversitas Indonesia di Karangsambung.

Pemberdayaan Masayarakat

Dalam kesempatan ini Dody juga melakukan audiensi dengan Pemerintah Daerah/Perangkat Desa di Kabupaten Kebumen dan tokoh masyarakat. “Kemenko PMK sedang melakukan pemberdayaan masyarakat berkelanjutan, salah satunya adalah melalui program Dana Desa,” ungkap Dody. Menurutnya, program pembangunan ini harus dimulai dari daerah, apabila ada daerah yang secara geografis sulit dijangkau, maka perlu diprioritaskan. Termasuk pengelolaan wisata alam juga harus sinergi dengan upaya konservasi. “Artinya, mengelola alam jangan sampai merusak alam,” tambahnya.

Pada audiensi ini, Dody mendapatkan banyak respon dari para Kepala Desa di Kabupaten Kebumen. Kades Langse, Sugiyanto mengatakan “Langse punya potensi gua, bukit Selorondo, kesenian tradisional dan kerajinan anyaman pandan, tetapi kami perlu dukungan untuk mengangkat perekonomian warga.”

Demikian halnya dengan Kades Karangsambung, Sentot yang menyampaikan program pemberdayaan masyarakat di desanya berupa pengelolaan Bukit Pentulu Indah dan pengelolaan homestay yang didampingi oleh LIPI telah berjalan sampai sejauh ini, meskipun pandemi Covid-19 turut berdampak pada warganya.

Tidak lupa, Dody juga mengimbau kepada para Kepala Desa dan pejabat terkait untuk tetap disiplin menjalankan protokol kesehatan di masa pandemi Covid-19 ini. “Edukasi 3M perlu terus dilakukan kepada warga, jangan diberikan sanksi sosial karena tidak efektif dalam mengurangi angka penularan Covid-19,” tuturnya. Sebagai bentuk dukungan Kemenko PMK dalam menekan pandemi Covid-19 ini, dilakukan pembagian masker kepada Camat, Kepala Desa, dan Pengelola GNKK. (Dvd, Ety, Mun-Ed)

 

Peduli Laut dan Karang untuk Iklim yang Lebih Baik

By | Berita BKHH | No Comments

Jakarta, Humas LIPI. Banyak aktivitas manusia di daratan yang lupa akan laut, sehingga laut menerima dampaknya, seperti masalah sampah, limbah karbon dioksida (CO2), penggunaan listrik dll. “Hubungannya dengan perubahan iklim, yaitu perubahan iklim membuat laut semakin panas, perubahan iklim itu menyebabkan laut semakin asam, dan kekurangan oksigen,” ungkap Intan Suci Nurhati, peneliti dari Pusat Penelitian Oseanografi Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPI) dalam webinar Jatuh Cinta (lagi) dengan Bumi pada Rabu (17/2). Webinar ini merupakan kolaborasi antara Biro Kerja Sama, Hukum dan Hubungan Masyarakat LIPI dengan komunitas Mata Cinta dalam memperingati Hari Peduli Sampah Nasional yang akan jatuh pada tanggal 21 Februari.

Menurut Intan penyebab perubahan iklim diantaranya, karena emisi gas rumah kaca yang mengeluarkan limbah CO2. Sebenarnya, CO2 berfungsi sebagai selimut untuk bumi, sehingga bumi semakin hangat, tetapi masalahnya 20% hingga 30 % CO2 yang dikeluarkan dari aktivitas manusia itu diserap oleh laut. “Ketika molekul CO2 dan H2O bertemu menyebabkan Ph atau keasaman laut menjadi lebih asam. Laut menyerap karbon itu sebenarnya membuat bumi kita menjadi tidak menjadi panas, jadi membantu. Tetapi lagi-lagi dengan penyerapan itu, laut menjadi menderita. Jadi semakin panas laut, oksigen juga semakin berkurang,” terang Intan.

Sebagai seorang oseanografer, salah satu kegiatan Intan adalah mengebor karang. Dari karang tersebut, dapat dilihat sejarah iklim dunia dari masa ke masa. “Sebelumnya banyak orang mengira terumbu karang itu adalah batu, namun terumbu karang itu adalah hewan yang bersimbiosis dengan tumbuhan. Seperti mahluk hidup lainnya, dia punya mulut, dia punya tangan atau tentakel. Tetapi banyak yang tidak tahu, bahwa ini adalah buku sejarahnya laut, bahkan iklim di dunia,” jelasnya. “Ketika saya mengamati karang, terlihat garis-garis pertumbuhan karang. Jadi garis di bagian menunjukkan keadaan iklim saat ini, semakin kebawah adalah keadaan iklim di masa lalu. Jadi ini adalah rekaman sejarah yang bisa kita ekstrak mengenai perubahan laut,” imbuh Intan.

Dirinya menyebutkan, sejarah yang bisa didapat dari karang adalah dari komposisi kimianya. “Kita bisa tahu temperatur, curah hujan, dan keasaman laut pada masa lampau. Komposisi kimianya bisa mencerminkan perubahan temperatur dimasa lalu dengan sangat akurat. Inilah cara mendapatkan data lampau untuk kedepan yang lebih baik,” ujar Intan. “Selain peduli dengan perubahan lingkungan, kita harus peduli dengan karangnya sendiri. Dari ilmu ini kita juga bisa mengetahui tentang kesehatan karang. Perubahan iklim dengan perubahan lingkungan, bagaimana keadaan karang dari masa ke masa dapat kita lihat melalui CT Scan di dalamnya, seperti kerangkanya terumbu karang,” tambahnya.

Intan dan tim penelitiannya memantau keadaan karang di Kepulauan Seribu. “Kepulauan ini indah, namun sayangnya letaknya yang dekat Jakarta. Terdapat 13 sungai yang bermuara ke daratan Jakarta yang menyebabkan banyak polusi,” paparnya. Menurutnya, keanekaragaman di Kepulauan seribu ini hilang setengahnya jika dibandingkan data sekarang dengan data dari peneliti jaman Belanda.

“Hasil riset yang dilakukan di Kepulauan Seribu dalam 30 tahun kebelakang, karang tersebut tumbuh dengan jangkung, lebih cepat, namun keropos. Kalau saya lihat karang di Jakarta dengan segala macam beban yang ada di lingkungannnya, layaknya menjadi seorang yang jangkung tetapi osteoporosis atau keropos tulang. Untuk karang, hal tersebut sangat bahaya, karena sebagai rumahnya ikan-ikan, rantai konsekuensinya juga cukup panjang,” pungkas Intan. (dsa/ed:sf)

Ngobrol Tentang Sains

By | Berita BKHH | No Comments

Bandung, Humas LIPI. Lembaga Ilmu pengetahuan Indonesia (LIPI) melalui Biro Kerja Sama, Hukum, dan Humas (BKHH) berkolaborasi dengan Podme.id menggelar program talk show dengan konsep Siniar bertajuk Me vs Science. Kolaborasi ini bertujuan menghadirkan konten informasi sains yang fleksibel dan santai. Para pendengarnya bisa mengikuti obrolan sains dengan lebih mudah dipahami. Pada kesempatan kali ini, Peneliti LPTB LIPI DAkbar Hanif Dawam menjadi narasumbernya, Kamis (5/2). “Sehari – hari kita tidak bisa lepas dari material,” ujar Dawam membuka dialog santainya mengenai ilmu material.

Ia mengatakan dunia tengah mengalami perubahan. Para penggiat industri kini semakin sadar tentang pentingnya membangun komponen yang tidak hanya efektif dan efisien tapi juga berkelanjutan alias sustainable. Karena itulah, ilmu mengenai material semakin dicari dan dikembangkan. Salah satunya kehadiran jenis plastik yang ramah lingkungan dan relatif mudah terurai bernama bioplastik. Bioplastik adalah jenis plastik baru yang dioleh dari bahan yang dekat dengan keseharian kita misalnya tepung – tepungan. “Teknologi ini relatif baru mungkin dalam 5 – 10 tahun teknologi ini akan semakin maju dan semakin banyak plastik berbahan bioplastic di keseharian kita,” tuturnya.

Tidak hanya bercerita tentang perkembangan bioplastik, Dawam yang juga merupakan koordinator Kelompok Penelitian Produk dan Produksi Bersih ini juga berkisah pengalaman – pengalamannya selama menjadi peneliti. Salah satunya tatkala menghadiri acara Hope Meeting ketika baru menjadi peneliti. Hope Meeting ini merupakan pertemuan ilmiah tahunan yang bertujuan untuk mendorong optimisme para ilmuwan muda untuk terus berkarya. “Di sana saya berkesempatan secara langsung berinteraksi dengan para peneliti pemenang nobel dan itu pengalaman yang luar biasa,” ungkapnya.

Dialog yang mengalir secara santai tersebut pada akhirnya membawa topik obrolan juga membahas hal – hal lain seperti pembuktian bukti bumi bulat, energi nuklir, hingga tuitan Elon Musk mengenai potensi Nickel di Indonesia yang membuat saham – saham perusahaan tambang di Indonesia meroket. “Aku berharap obrolan kita hari ini menginspirasi apalagi bagi kalian yang masih percaya flat earth,” seloroh Ana sembari tertawa. Siniar Podme Me vs Science ini bisa diakses melalui tautan https://www.podme.id/program/me-vs-science dan aplikasinya sudah tersedia di Google Playstore. (as/ed:drs)

Tanggap dan Peduli Sesama, LIPI Peduli Salurkan Donasi untuk Korban Gempa Bumi Majene

By | Berita BKHH | No Comments

Jakarta, Humas LIPI. Sepertinya awal tahun 2021 menjadi ujian kesabaran dan keikhlasan bagi bangsa Indonesia. Disamping laju infeksi Covid-19 yang belum mereda, beberapa bencana alam melanda beberapa wilayah di tanah air. Salah satunya adalah bencana alam gempa bumi di Kabupaten Majene, Sulawesi Barat. Rasa peduli sesama anak bangsa, telah menggerakkan seluruh sivitas Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPI) ikut serta berdonasi hingga terkumpul dana tunai sebesar Rp. 22.684.240 melalui rekening BANK BRI. NO REKENING : 0047.01.001228.30.6 PEDULI MAJENE, pada Senin (25/1).

Ketua LIPI Peduli, Suzan Lesmana mengatakan, Program LIPI Peduli membuat sivitas LIPI menjadi responsif jika terdengar ada musibah tak hanya sivitas LIPI namun hingga bencana alam yang terjadi di seluruh Indonesia. “Sivitas menjadi tanggap dan peduli akan banyaknya saudara-saudara sebangsa akibat musibah akibat gempa tersebut dengan inisiasi yang dicetuskan melalui LIPI Peduli,” ujar Suzan yang juga sebagai Koordinator Humas dan Kerja Sama LIPI Kawasan Cibinong.

Tak tunggu lama, LIPI melalui Gerakan LIPI PeduIi membuka donasi bagi Sivitas LIPI melalui Program LIPI Peduli. berharap bantuan ini dapat meringankan beban warga yang tertimpa musibah. Pembukaan donasi dibuka sejak tanggal 15 Januari hingga. tgl. 18 Januari 2021 jam 16.00 WIB. Donasi berbentuk uang ditransfer 80 sivitas LIPI ke Bank BRI Syariah No. Rekening 1040991747 a.n. UPZ u.p LIPI Peduli

“Alhamdulillah terima kasih banyak atas bantuan dan kepedulian terhadap masyarakat Majene yg terkena gempa bumi,” ungkap Drs. H.Ilhamsyah DJ, M.Si, selaku Kepala Pelaksana BPBD Kabupaten Majene saat dihubungi melalu video call. “Kami akan laporkan kepada pimpinan. Terima kasih, salam untuk pimpinan LIPI dan seluruh sivitas,” imbuh Ilham.

Sebelumnya pada Jumat (15/1) sekitar pukul 01.28 WIB, sebagaimana dilansir Kompas.com, gempa berkekuatan magnitudo 6,2 mengguncang Kabupaten Majene, Sulawesi Barat, dan sekitarnya. Akibatnya sangat luar biasa, berdampak pada dua kabupaten yang terdekat, yaitu di Kabupaten Majene dan Kota Mamuju. 27 warga meninggal akibat gempa yang berpusat di Kabupaten Majene. Dari 27 orang yang tewas, 18 orang meninggal di Kabupaten Mamuju, sedangkan 9 orang lainnya tewas di Kabupaten Majene. Diperkirakan ada belasan ribu warga yang sudah mengungsi ke beberapa kawasan pegunungan yang ada di Mamuju.

Diketahui, saat ini para korban gempa Majene yang berada di tempat pengungsian tercatat 168 KK berada di salah satu posko pengungsian yakni di Kompleks SPM KM.2 Mamuju-Mejene Desa Mekkatta, Kecamatan Malunda, Sulawesi Barat. “Sementara kami di Provinsi Sulbar terus melakukan Rakor Darurat Bencana terutama terkait penanganan penyaluran logistic, santunan terhadap korban bencana, pendataan terhadap rumah yang rusak dan berbagai permasalahan dihadapi,” pungkas Ilham mengakhiri pembicaraan dengan Tim LIPI Peduli. (sl/ ed:drs)