Profil

Pusat Penelitian Biomaterial mempunyai tugas melakukan penelitian dan pengembangan material unggul dan strategis dari bahan alam hayati dalam upaya meningkatkan nilai tambah, mencari bahan baku alternatif, mengembangkan proses ramah lingkungan serta melakukan kerjasama dengan pihak pengguna dalam rangka penerapan dan komersialisasi produk/proses hasil penelitian dan pengembangan biomaterial.

Sejarah

Pusat Penelitian (Puslit) Biomaterial adalah satuan Kerja Eselon II di bawah Kedeputian Ilmu Pengetahuan Hayati. Puslit Biomaterial merupakan hasil peningkatan eselon dari Unit Pelaksana Teknis Balai Penelitian dan Pengembangan Biomaterial atau sering disebut UPT Balai Litbang Biomaterial (Eselon III).

Sejarah Biomaterial yang dirintis pada awal tahun 1980-an tidak dapat dilepaskan dari kebutuhan beberapa pemangku kepentingan akan penelitian untuk meningkatkan nilai tambah produk utama hayati yang pada saat itu diekspor dalam bentuk bahan mentah seperti kayu gelondongan dan karet mentah. Kondisi tersebut mendorong pimpinan LIPI yang diprakarsai oleh Deputi IPT Prof. Muhammadi (alm) saat itu dengan menawarkan kepada satuan kerja di lingkunan Kedeputian IPT. Tantangan tersebut akhirnya ditangkap oleh Lembaga Fisika Nasional di Bandung yang saat itu dipimpin oleh Drs. Arjuno Brojonegoro, MSc. Selanjutnya,Dr Nilyardi Kahar (alm) yang saat itu menjadi Asisten Direktur Ilmiah dan pernah mendalami ilmu polimer merintis kelompok penelitian yang bernama Laboratorium Kayu dan Elastomer. Pengembangan kompetensi dilakukan bekerjasama dengan lembaga litbang nasional sejenis dan merintis kerjasama penelitian, pendidikan S2, S3 dan training dengan Kyoto University-Jepang dan beberapa perguruan tinggi di Jerman dan Australia.

Pada pertengahan tahun 1980 setelah terjadi reorganisasi LIPI dan pemindahan laboratorium ke PUSPIPTEK Serpong, nama Laboratorium berubah menjadi Laboratorium Bahan Komposit, di bawah naungan Pusat Penelitian dan Pengembangan Fisika Terapan yang dipimpin oleh Dr. Anung Kusnowo. Pengembangan peneliti dan peralatan laboratorium dilakukan dengan memperluas kerjasama. Salah satu yang mendorong Lab Bahan Komposit menjadi Center of Excellence adalah dengan mengkoordinasi peneliti dari berbagai universitas dan lembaga penelitian dalam program JSPS Core University selama kurang lebih 10 tahun. Dukungan moril dan saran-saran untuk maju dan tetap konsisten pada visi semula masih selalu disampaikan oleh Dr. Nilyardi (alm), meskipun beliau telah bertugas di satker lain sebagai Ka BKPI, Kapus Metalurgi, dan terakhir sebagai Deputi IPT.

Dalam perkembangannya, berdasarkan Surat Keputusan Kepala LIPI Nomor 1020/M/2002 tanggal 12 Juni 2002, lahirlah UPT Balai Litbang Biomaterial. Dukungan pengembangan Biomaterial tidak dapat dilepaskan dari semangat korporasi dan visioner pimpinan G8 LIPI dan khususnya kedeputian IPH, sehingga Biomaterial dipindahkan ke Cibinong dengan menempati salah satu gedung dari Puslit Biologi dan secara administrasi dibawah pembinaan Puslit Bioteknologi.

Biomaterial, diantara saudara-saudaranya di satu kedeputian, memang masih muda. Dalam usia satu dekade, kegiatan dan hasil-hasilnya layak disejajarkan dengan instansi-instansi sejenis lainnya seperti Fakultas Kehutanan IPB, UGM, Puslitbang Kehutanan dan instansi-instansi lainnya. Bahkan beberapa bidang ilmu telah menjadi referensi bagi kegiatan penelitian lain baik nasional maupun internasional. Tantangan bidang biomaterial kedepan semakin meluas tidak saja terkait dengan peningkatan nilai tambah dan memberikan produk alternatif dari bahan bioresources, tetapi juga mengarah perkembangan ilmu pengetahuan terkini seperti nanoteknologi dan bioteknologi. Pada awal pendirian UPT Balai Litbang Biomaterial, hanya dua lembaga di dunia yang melakukan riset biomaterial, namun sekarang sudah terdapat ratusan lembaga dan perguruan tinggi nasional sudah melakukan kegiatan ini. Dari segi penggunaan bahan baku, telah berkembang dari sebelumnya bio-based material menuju bio-compatible yang menggunakan bahan baku lebih luas khususnya material anorganik.

Berdasarkan Peraturan Kepala LIPI Nomor 1 Tahun 2014 tentang Organisasi dan Tata Kerja LIPI serta Keputusan Kepala LIPI Nomor 648a/M/2014 tentang Nomenklatur Satuan Kerja di Lingkungan LIPI, maka UPT Balai Penelitian Pengembangan Biomaterial yang awalnya berstatus Eselon III menjadi Pusat Penelitian Biomaterial yang berstatus Eselon II dan berada di bawah koordinasi Kedeputian Ilmu Pengetahuan Hayati (IPH). Oleh karena itu, tugas dan fungsi yang dilakukan merupakan implementasi dari kebijakan yang telah dirumuskan oleh Kedeputian IPH, yaitu pelaksanaan di bidang penelitian ilmu pengetahuan hayati. Pusat Penelitian Biomaterial dibentuk dalam rangka pengelolaan dan pemanfaatan SDAH secara lestari dan maksimal dengan menciptakan produk-produk substitusi unggulan yang diolah dari bahan baku alternatif melalui kegiatan penelitian dan pengembangan (litbang), serta komersialisasi pada dunia usaha/industri.

Visi

Pusat Penelitian Biomaterial mempunyai visi menjadi Pusat Penelitian terdepan dalam penelitian dan pengembangan biomaterial dan mitra strategis sektor industri dalam menghadapi persaingan global

Misi

Menguasai IPTEK dalam bidang material unggul dan strategis dari bahan alam hayati dalam upaya meningkatkan nilai tambah, mencari bahan baku alternatif, mengembangkan proses yang ramah lingkungan
- Ikut serta dalam usaha mencerdaskan kehidupan bangsa melalui pemasyarakatan IPTEK bidang Biomaterial dan Bioproses
- Menjadi Center of Excellence dalam bidang Biomaterial
Memberikan masukan kepada pemerintah dalam menyusun kebijakan di bidang pemanfaatan biomaterial
- Meningkatkan kinerja dan tata kelola lembaga riset yang baik (good corporate governance)
Meningkatkan profesionalitas dan kesejahteraan pegawai

Struktur Organisasi

 649 total views,  1 views today