Cibinong, Humas BRIN. Pendanaan Perusahaan Pemula Berbasis Riset (PPBR) merupakan satu dari tujuh skema pendanaan riset dan inovasi yang dibuka oleh Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) sejak tahun 2021. Pada acara “WALIDASI” (Webinar Fasilitasi dan Pendanaan Riset dan Inovasi), Edisi Start Up BRIN, pada Kamis (17/02), terpilih tiga start up mitra Pusat Riset Biomaterial BRIN dari sembilan yang lolos seleksi PPBR BRIN Batch I Tahun 2022.
Kepala BRIN, Laksana Tri Handoko mengatakan bahwa seluruh fasilitasi dan skema yang ada di BRIN dibuka dan tersedia untuk seluruh pihak dan dieksekusi berbasis pada kompetisi murni, sehingga periset BRIN sekalipun mereka harus berkompetisi mendapatkannya bersama-sama dengan berbagai pihak lain termasuk komunitas seperti komunitas masyarakat, individu, juga teman-teman dari kampus, dosen mahasiswa, maupun industri, “ ungkapnya
“Mengapa kita mendukung start up, karena seluruh dunia cukup menderita karena Covid dan di lain sisi pandemi memunculkan peluang-peluang baru. Betapa pentingnya skema pendanaan ini menjadi salah satu fokus dari BRIN sebagai lembaga pemerintah yang menaungi aktivitas riset dan inovasi untuk seluruh masyarakat,” imbuh Handoko.
Sebagai penutup Handoko mengucapkan selamat kepada seluruh pengusul proposal pendanaan riset. “Yang belum berhasil dicoba lagi, silahkan diolah lagi dan kembangkan lagi. Melalui acara ini pula BRIN dapat memberikan inspirasi dan motivasi kepada komunitas, individu yang terkait untuk mengembangkan usahanya guna memanfaatkan hasil riset yang tidak hanya ada di BRI, tentu saja di kampus, dan berbagai tempat yang lain untuk bisa menjadi basis start up yang dikembangkan dan diterima oleh pasar,” pungkasnya.
Profile Singkat 3 start up Mitra Pusat Riset Biomaterial BRIN Penerima PPBR BRIN
- Miko Bahtera Nusantara. Nama pengusulnya adalah Adi Reza Nugroho dengan menggandeng Peneliti Pusat Riset Biomaterial BRIN, Dede Heri Yuli Yanto. Judul Proposal yang diajukan adalah “Kulit Jamur Miselia Ramah Lingkungan dari Limbah Pertanian”. Produk yang akan dihasilkan adalah bahan kulit terbuat dari jamur miselium. Sebagai informasi, PT. Miko Bahtera Nusantara (MYCL) mengembangkan kulit dari jamur ramah lingkungan untuk industri fashion. MYCL berkolaborasi dengan 6 global fashion brand, mengikuti Paris Fashion Week kedua kalinya dengan desainer penerima LVMH award dan memiliki sales agreement dengan total USD 10 juta.
- Asatu Sembilan Enam. Nama Pengusulnya adalah Atmo S. Sunjoyo dengan menggandeng Peneliti Pusat Riset Biomaterial BRIN, Arief Heru Prianto. Judul Proposal yang diajukan adalah “Scale Up Produksi Dan Pemasaran Biopestisida Nano”. Produk yang akan dihasilkan adalah Biopestisida Nano. Sebagai informasi, DOOPINC Biopestisida dari PT. Asatu Sembilan Enam adalah produk pestisida nabati dengan teknologi Nano yang dikembangkan oleh peneliti BRIN yang sudah teruji untuk mendukung pertanian Indonesia yang unggul, sehat, ramah lingkungan dan berkelanjutan.
- Greenie Alam Indonesia. Nama Pengusulnya adalah Ika Juliana dengan menggandeng Peneliti Pusat Riset Biomaterial BRIN, Muhammad Adly Rahandi Lubis. Judul Proposal yang diajukan adalah “Biomaterial Limbah Pelepah Pinang untuk Industri Furnitur Berkelanjutan”. Produk yang akan dihasilkan adalah Greenie: Biomaterial Limbah Pelepah Pinang untuk Industri Furnitur Berkelanjutan. Sebagai informasi, PT. Greenie Alam Indonesia menawarkan papan partikel non-kayu dari pelepah pinang untuk industri furnitur. Material ini membantu pelaku industri furnitur yang ingin memiliki furnitur rendah emisi formaldehida dengan mengurangi aktivitas penebangan pohon, memberikan desain segar yang terinspirasi dari alam, meningkatkan kesadaran lingkungan, dan produksi yang bertanggung jawab. (shf ed. sl)
33 total views, 2 views today