Cibinong, Humas BRIN. Saat ini Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) terus bergerak dinamis pasca ditetapkannya BRIN sebagai badan otonom pusat integrasi riset dan inovasi di Indonesia. Konsekuensinya adalah berbagai perubahan di segala lini termasuk di Pusat-Pusat Riset di bawah naungan Organisasi Riset Ilmu Pengetahuan Hayati BRIN, termasuk Pusat Riset Biomaterial. “Yang perlu dimiliki pada masa transisi sekarang untuk dapat survive adalah adaptif. Dengan berbagai macam perubahan khususnya dengan adanya reformasi BRIN mudah-mudahan kita dapat beradaptasi dengan baik,” ucap Plt. Kepala Pusat Riset Biomaterial BRIN, Dr. Akbar Hanif Dawam Abdullah saat membuka Rapat Bulanan Pusat Riset Biomaterial BRIN, pada Rabu (16/2).
Dalam rapat yang dihadiri secara daring oleh seluruh sivitas Pusat Riset Biomaterial BRIN tersebut, Dawam juga menjelaskan target dan capaian Pusat Riset Biomaterial pada tahun 2021. “Dari tujuh indikator kinerja kegiatan, capaian tertinggi adalah jumlah kekayaan intelektual yang didaftarkan/disetujui sebanyak 39 HKI (279%), jumlah publikasi ilmiah internasional sebanyak 128 publikasi (151%), jumlah sitasi publikasi internasional sebanyak 1.488 sitasi (255%), persentase SDM iptek berkualifikasi S3 sebanyak 44%, penerapan teknologi untuk mendukung kualitas hidup sebanyak 7 teknologi (140%), dan jumlah inovasi yang dimanfaatkan pemerintah/pemerintah daerah/masyarakat sebanyak 4 inovasi (133%),” urai Dawam.
“Hanya ada satu yang tidak mencapai target yaitu produk riset yang dilisensikan sebanyak 3 lisensi (38 %). Kendati demikian perolehan 3 lisensi ini termasuk paling tinggi di lingkungan BRIN,” tambah Dawam.
Sementara itu Dr. Riksfardini Annisa Ermawar menyampaikan Laporan Pengujian & Penyewaan Peralatan Integrated Laboratory of Bioproducts (iLab) selama tahun 2021. “Terdapat 59 jenis pengujian dan peralatan dan mesin yang diterima melalui aplikasi ELSA dengan total 1.748 jumlah layanan. Sementara PNBP Per Desember 2021 adalah Rp 576.788.000 dan ELSA POIN ILAB Per Desember sebesar Rp 1.077.411.499,” rincinya.
Pada kesempatan yang sama Kepala Organisasi Riset Ilmu Pengetahuan Hayati BRIN, Dr. Iman Hidayat memberi ucapan selamat kepada sivitas Pusat Riset Biomaterial yang sudah mempertahankan dan meningkatkan performa organisasi. Khusus iLab, Iman berpesan agar terus menjalin kerjasama yang baik karena merupakan kunci menjalankan riset dengan lancar dan dapat membuat daftar layanan yang belum dapat dilakukan sehingga ke depannya dapat dilakukan.
Iman juga berharap produk-produk lisensi dapat dikembangkan menjadi produk inovasi dan Pusat Riset Biomaterial bisa memiliki pusat kolaborasi riset dengan universitas bahkan dengan perusahaan swasta. “Dengan transisi perubahan nama pusat riset menjadi Pusat Riset Biomassa dan Bioproduk lebih memfokuskan kepada kegiatan riset biomaterial, semoga dapat menggali lebih jauh apa yang dapat dihasilkan dalam konteks industri,” jelasnya.
Acara ditutup dengan pemberian penghargaan SDM Berprestasi 2021 di lingkungan Pusat Riset Biomaterial BRIN. Berikut rincian penghargaan yang SDM Berprestasi Pusat Riset Biomaterial BRIN tahun 2021.
Untuk kategori Periset dengan Jumlah Dana Eksternal Terbanyak, tiga besar masing-masing diperoleh Dr. Nanang Masruchin (2 kegiatan: 1,048 milyar rupiah), Dr. Lisman Suryanegara (2 kegiatan: 555 juta rupiah, Dr. Ismail Budiman (1 kegiatan: 175 juta rupiah, dan Prof. Dr. Wahyu Dwianto (2 kegiatan: 90 juta rupiah).
Sementara untuk kategori Periset dengan HKI dan Lisensi Terbanyak, tiga besar masing-masing diperoleh Dr. Widya Fatriasari (6 HKI), Dr. M. Adly Rahandi Lubis (2 HKI dan 1 Lisensi), dan Dr. Dede Heri Yulianto (3 HKI).
Kategori selanjutnya adalah Periset dengan Jumlah Jurnal Bereputasi Menengah atau Tinggi Terbanyak 2021, diperoleh Dr. M. Adly Rahandi Lubis (10 publikasi), Dr. Widya Fatriasari (6 publikasi), dan Dr. Dede Heri Yulianto (5 publikasi).
Kategori lainnya adalah Kelompok Penelitian Terbaik 2021, diraih Kelompok Penelitian Perekat Alam dan Sealant dengan skor 3875, Kelompok Penelitian Biomaterial berbasis Lignin dengan skor 3150, dan Kelompok Penelitian Biomaterial berbasis Mikrob dengan skor 3075.
Periset Muda Berpotensi 2021 tak luput mendapat penghargaan. Tercatat Nissa Nurfajrin Solihat, M.Sc. dengan skor 1525, Bernadetta Ayu W., M.Si. dengan skor 1100, dan Eko Setio Wibowo, S.Si. dengan skor 1100.
Sedangkan kategori Periset Terbaik 2021 sekaligus dinobatkan “Man of The Year” adalah , Dr. M. Adly Rahandi Lubis dengan skor 4250, Dr. Widya Fatriasari dengan skor 4025, dan Dr. Dede Heri Yulianto dengan skor 2300.
Penghargaan terakhir adalah Anugerah Lifetime Achievement 2021 diberikan kepada Alm. Haji Mohamad Gopar, S.T.
Dawam mengharapkan anugerah yang diberikan dapat memberi inspirasi dan penyemangat bagi sivitas Pusat Riset Biomaterial BRIN baik yang mendapatkan maupun bagi sivitas lainnya dalam berkinerja dan berkompetisi ke depan. (aa ed sl)
29 total views, 1 views today