Pusat Riset Biomaterial BRIN Sepakati Kerja Sama Penelitian dan Pengembangan Berbasis Lignoselulose dengan PT. Solusi Biru Indonesia (Blue Engines)

Pinterest LinkedIn Tumblr +

Cibinong, Humas BRIN. Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) melalui Pusat Riset Biomaterial kembali menggandeng mitra industri untuk bekerjasama dalam penelitian dan pengembangan yang sesuai tugas dan fungsinya. Pada Kamis (27/1), Pusat Riset Biomaterial BRIN menyepakati kerja sama penelitian dan pengembangan berbasis lignoselulose dengan PT. Solusi Biru Indonesia.

Penandatanganan naskah kerjasama dilakukan secara tatap muka, bertempat di Gedung iLaB, Pusat Riset Biomaterial BRIN, Cibinong oleh Plt. Kepala Pusat Riset Biomaterial BRIN, Dr. Akbar Hanif Dawam, M.T. dan Jimmy Surjadarma sebagai Chief Executive Officer PT. Solusi Biru Indonesia (Blue Engines). Hadir pula Widya Fatriasari selaku PIC kerja sama dari Pusat Riset Biomaterial BRIN, Adi Ardana sebagai PIC kerja sama dan Chief Inovation Officer untuk pengembangan berbagai produk, Tim Hukum, Tim Kerja Sama dan Tim Humas Kawasan Cibinong.

Plt. Kepala Pusris Biomaterial BRIN, Dr. Akbar Hanif Dawam menyampaikan bahwa kerja sama ini menjadi suatu kebanggaan tersendiri karena tidak mungkin kita diakui oleh industri kalau kita tidak memiliki kualitas. “Kita menghormati dan menghargai apa yang telah dilakukan oleh Blue Engines dan mengapresiasi hasil pekerjaan Ibu Widya dan tim sehingga apa yang diharapkan bisa dijawab. Paling tidak 10-20% tahapan sudah diperoleh artinya sampai perjanjian kerjasama. Selanjutnya akan diuji dengan perjalanan dan waktu,” ungkapnya.

“Kami berterimakasih kepada pak Jimmy yang membawa tantangan industri sehingga bisa kami jawab. Karena sifat karakter riset adalah divergen artinya selalu mencari hal-hal yang baru maka setiap hari ada temuan-temuan baru atau novelty. Sementara karakter industri adalah konvergen. Karakter konvergen dan divergen harus digunakan untuk menjawab kebutuhan yang ada,” tambah Dawam.

Dawam menambahkan limbah biomassa kita masih besar. “Kita mengatakan itu limbah karena tidak mengetahui manfaatnya, begitu kita mengetahui manfaatnya itu bukan limbah tetapi sebagai bahan baku,” terangnya.

Ketertarikan PT. Solusi Biru Indonesia terhadap hasil penelitian Pusat Riset Biomaterial BRIN diperoleh dari hasil diseminasi yang dimuat di media nasional. ”Perlunya kita mendiseminasikan hasil-hasil riset kita sehingga ide ini dibaca masyarakat dan ditangkap oleh industri sehingga menjadi sebuah kerjasama dan bisa berujung pada produk-produk,” kata Dawam

Dawam menjelaskan pula bahwa dalam riset muaranya ada dua hal yaitu pertama adalah scientific publication, yakni karya ilmiah itu sebagai bentuk tanggung jawab ilmiah dan yang kedua adalah dalam bentuk kekayaan intelektual atau paten yang kemudian dikerjasamakan dalam bentuk lisensi.

Pada kesempatan yang sama Jimmy Surjadarma memperkenalkan diri bahwa Solusi Biru Indonesia perusahaan start-up yang memiliki idealisme pemanfaatan sampah atau limbah yang kemudian diolah menjadi produk yang bermanfaat dan bernilai ekonomi sekaligus berperan aktif dalam mengatasi permasalahan lingkungan hidup sehingga tercipta status sirkulasi ekonomi dan lingkungan hidup yang berkelanjutan.

“Kami dari industri selalu ada kebutuhan produk dan inovasi produk dan kami butuh bantuan dari BRIN untuk melakukan penelitian supaya produk yang kami pasarkan itu bisa digunakan dengan baik dan bermanfaat untuk masyarakat,” papar Jimmy.

“Kami berharap kerjasama ini bisa membuahkan sebuah solusi dan inovasi untuk kemajuan di bidang sirkularitas organik dan pemanfaatan biomassa serta terciptanya sirkular ekonomi yang dapat meningkatkan taraf hidup para petani dan masyarakat serta implementasi nilai-nilai ramah lingkungan,” ucap Jimmy mengakhiri. (ew ed sl)

 74 total views,  3 views today

Share.

About Author

Leave A Reply