Pusat Penelitian Ekonomi LIPI : Pemerintah Perlu Pahami Kondisi Psikologis Masyarakat
Jakarta-Rol--Pemerintah harus menunjukkan sikap bahwa mereka mengerti kondisi psikologis masyarakat yang begitu berat menanggung beban menghadapi naiknya harga bahan bakar minyak, telepon, dan listrik secara bersaman, kata seorang peneliti di Jakarta, Rabu.
"Dukungan psikologis sangat penting ditunjukkan, misalnya dengan memberi contoh suatu tindakan yang memperlihatkan mereka paham akan beratnya beban rakyat, " kata peneliti LIPI Wijaya Adi saat mempresentasikan hasil kajian Pusat Penelitian Ekonomi LIPI soal kenaikan BBM, TDL, dan telepon.
Sikap yang bisa menenangkan kondisi masyarakat itu, menurut Wijaya Adi, misalnya adalah dengan mengurangi gaji pejabat, mengurangi pengeluaran pemerintah, atau bisa pula dengan menunda kebijakan tersebut. "Atau tunjukan sikap, yang mungkin terlihat konyol, seorang pejabat naik angkutan umum seminggu sekali dan tidak terus naik mobil Volvo dengan pengawalan segala yang malah sering bikin sakit hati orang yang ada diatas angkutan umum, " katanya.
Mengenai usulan penundaan kebijakan kenaikan harga, kata dia, hal itu memang tidak otomatis menurunkan kembali harga-harga yang sudah naik, tetapi akan sangat berati untuk mengurangi tekanan psikologis masyarakat.
"Setidaknya mereka melihat tuntutan sudah terpenuhi, " katanya. Menurut dia, pemerintah memang harus memberikan respons positif terhadap tuntutan masyarakat soal kenaikan harga-harga tersebut karena sebagian besar masyarakat saat ini tidak lagi punya tabungan, apalagi seusai lebaran, natalan, dan tahun baru.
Dampak Sementara itu, dalam uraiannya Wijaya Adi menyebutkan, dengan mengambil asumsi inflasi versi pemerintah sebesar sembilan persen, maka inflasi setinggi 11,27 persen selama 2003 memaksa Suku Bunga Indonesia (SBI) relatif tinggi. "Akibatnya investasi domestik terbatasi dan pasti meningkatkan pengangguran mengingat jumlah investasi asing masih rendah, " katanya.
Sedangkan bagi masyarakat yang tidak mengalami kenaikan pendapatan, katanya, mereka menjadi bertambah miskin, apalaagi banyak diantara mereka yang dibayang-bayangi ancaman pemutusan hubungan kerja.
Kajian para peneliti LIPI itu, katanya, juga memperlihatkan bahwa jumlah pengganggur secara langsung akan meningkat sebesar 80.000 orang akibat kebijakan tersebut. Oleh karena itu, katanya, pemerintah perlu menunda kenaikkan BBM, TDL, dan telepon. Sedangkan dalam penerapnnya, katanya, sebaiknya kebijakan kenaikan dilaksanakan secara bertahap, yaitu kenaikan tarif telepon, baru TDL, dan BBM karena urutan itu akan memberikan dampak negatif paling kecil. Ril/Ant


