Empat Kebun Raya Indonesia akan Direvitalisasi

 
 
Berita dikutip dari KIMPRASWIL-NET Departemen Permukiman dan Sarana Wilayah, Selasa 1 Oktober 2002 (SS).

Menteri Permukiman dan Prasarana Wilayah Soenarno mengungkapkan empat Kebun Raya di Indonesia akan direvitalisasi. Desakan untuk segera melakukan perbaikan ini, menurutnya sebagai langkah untuk mengembalikan fungsi Kebun Raya yang rata-rata dibangun pada jaman penjajahan Belanda. Kebun Raya dulu dibangun sebagai kawasan konservasi, pengetahuan/pendidikan dan rekreasi. Namun, dalam perkembangannya beberapa Kebun Raya belum dimanfaatkan secara optimal akibat kurangnya prasarana penunjang, dana pengelolaan yang tidak cukup dan SDM yang terbatas, kata Soenarno saat mengunjungi Kebun Raya Cibodas (24/09).

Perkembangan teknologi dan polusi yang semakin tinggi di kota-kota metropolitan, menuntut sebuah sarana rekreasi yang alami. Ketenangan kesejukan dan udara tanah serta pepohonan yang segar dan hamparan tanah luas bisa membantu memberikan relaksasi bagi pikiran yang penat, tutur Soenarno sambil menikmati udara segar. Revitalisasi empat Kebun Raya yaitu Bogor, Cibodas, Purwodadi dan Bedugul diperkirakan akan menelan dana sekitar Rp 162,7 miliar.

Kebun Raya Bogor dengan luas areal sekitar 85ha dibangun pada tahun 1817, memerlukan dana Rp 21,6 miliar untuk perbaikan sejumlah prasarana. Seperti pembuatan Herbarium, tempat parker, Orchidarium dan renovasi kantor pengelola serta guest house. Sedang untuk Kebun Raya Cibodas yang terletak di lereng Gunung Gede-Sindanglaya dengan luas areal 125 ha dibangun pada tahun 1852, memerlukan perbaikan prasarana sekitar Rp 39,9 miliar.

Menurut pihak pengelola dibutuhkan lokasi pintu masuk yang baru karena dianggap pintu masuk lama yang hanya selebar 6 meter sudah kurang memadai akibat banyaknya pedagang kaki lima yang memenuhi areal masuk, ujar Soenarno. Selain itu, pengelola juga meminta agar Depkimpraswil dapat membantu segera membangun kantor Pengelola Kebun Raya, overlay jalan dan pembuatan jalan tembus sepanjang 7 km dari samping Istana Cipanas menuju Kebun Raya. Selama ini pengelola berkantor di salah satu ruang guest house yang ada, jelasnya. Keadaan yang mengenaskan lebih terasa di Kebun Raya Purwodadi dan Bedugul- Bali. Di kedua Kebun Raya ini sejumlah prasarana banyak yang terlihat sudah tidak terawat dengan baik atau mulai rusak.

Diperkirakan untuk Kebun Raya Purwodadi yang dibangun tahun 1941 seluas 85 ha membutuhkan dana sebesar Rp 37,08 miliar, dan Bedugul dibangun tahun 1959 di tanah seluas 159 ha memerlukan Rp 64,2 miliar. Pada kedua tempat ini diperlukan perbaikan jalan, drainase, reservoir serta perbaikan pintu masuk Kebun Raya yang saat ini kondisinya kurang memadai, ungkap Soenarno. Menurut Soenarno, perbaikan sejumlah prasarana Kebun Raya ini akan melibatkan peran investor. Seperti perbaikan caf /restaurant, areal parker, atau guest house, tegasnya. Sehingga, Depkimpraswil akan membangun prasarana penunjang lain seperti jalan, sumber air, drainase serta bantuan teknis mengenai tata ruang atau dari sisi arsitektural. Diharapkan, setelah dilakukan perbaikan Kebun Raya ini, wisatawan baik asing maupun local bisa memanfaatkan rekreasi alam ini. Sehingga ungkapan Paradise in Asia yang dinyatakan oleh seorang peneliti Inggris yang datang ke Kebun Raya Cibodas bisa menjadi kenyataan pada Kebun Raya yang lain, harapnya.

Diakses : 1713