Disrupsi Digital terhadap Sosial dan Budaya di Indonesia

 
 
Jakarta, Humas LIPI. Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPI) melalui Kedeputian Ilmu Pengetahuan Sosial dan Kemanusiaan (IPSK) bekerja sama dengan The Institute of Southeast Asian Studies (ISEAS) Yusof Ishak Institute, Singapura menyelenggarakan Konferensi Webinar “Digital Disruptions: How Digital Technology is Changing Social and Cultural Life in Indonesia”,  yang diselenggarakan pada 11 – 13 Agustus 2021 melalui zoom webinar.

Deputi Bidang IPSK LIPI, Tri Nuke Pudjiastuti menyatakan, webinar ini sebagai wadah eksplorasi dampak teknologi digital dan bagaimana hal itu mengubah aspek sosial dan budaya di Indonesia. “Dengan meningkatnya penetrasi teknologi digital ke dalam kehidupan banyak orang Indonesia, praktik dan ekspresi budaya, politik, dan ekonomi Indonesia menjadi tidak terpisahkan dari dunia digital,” tutur Nuke.  “Meskipun demikian, paparan terhadap teknologi ini masih sangat tidak merata dan sangat bergantung pada ketersediaan infrastruktur Informasi, Komunikasi dan Teknologi (TIK) yang sesuai di daerah tersebut,” paparnya dalam pembukaan konferensi webinar pada Rabu (11/8).

Dalam kasus di Indonesia, akses terhadap teknologi sebagian besar masih didominasi oleh mereka yang tinggal di daerah perkotaan yang memperparah kesenjangan sosial dan ekonomi yang ada. “Selain itu, pengenalan teknologi digital telah menyebabkan penyalahgunaan, sehingga berdampak buruk lainnya terhadap masalah sosial dan budaya yang ada,” jelasnya.

“Oleh karena itu, Konferensi Webinar ini akan membahas beberapa isu terkait disrupsi digital di Indonesia, seperti bagaimana teknologi digital mengganggu berbagai aspek norma agama, hubungan antarmanusia, ekspresi budaya, negara, dan masyarakat Indonesia, bagaimana teknologi digital secara khusus berperan dalam membentuk praktik sosial dan budaya kontemporer Indonesia, dan terakhir, bagaimana masyarakat Indonesia memanfaatkan teknologi digital agar lebih relevan dengan konteks lokal di masa depan,” ungkap Nuke mengakhiri sambutannya.

Sementara itu, Kepala Pusat Penelitian Masyarakat dan Budaya LIPI, Ahmad Najib Burhani selaku perwakilan LIPI dalam penutupan webinar mengungkapkan rasa terima kasih atas penyelenggaraan konferensi webinar ini. “Saya ucapan terima kasih pada semua pihak yang terlibat dalam penyelenggaraan konferensi. Ini merupakan kolaborasi pertama antara LIPI dan ISEAS. Dan tentunya bukan yang terakhir, karena akan ada kolaborasi-kolaborasi berikutnya. Seperti yang disampaikan Mr. Choi Sing Kwok, selaku Direktur ISEAS, bahwa kedepannya akan ada kerja sama yang lain,” ungkapnya, Jum'at (13/8).

Dirinya menyatakan, tahun depan LIPI akan menjalin kolaborasi lagi dengan ISEAS dengan jumlah panel yang lebih banyak. “Kemungkinan tahun depan, kami akan menyelenggarakan konferensi tentang "Spice Route". Ini terkait dengan program Dirjen Kebudayaan Kemendikbudristek yang mengajukan "Jalur Rempah" menjadi Warisan Budaya Dunia oleh UNESCO,” jelasnya.
“Konferensi ini rencananya akan menampilkan berbagai makalah untuk dipresentasikan. Makalah-makalah tersebut berjumlah 21 panel yang akan diterbitkan oleh ISEAS menjadi buku pada akhir tahun ini atau awal tahun depan,” pungkas Najib.

Sebagai informasi, berikut daftar peneliti LIPI yang mempresentasikan makalahnya dalam setiap panel Konferensi Webinar: Panel I: Social Impacts and Disruption of Digital Economy oleh Zamroni Salim (Pusat Penelitian Ekonomi LIPI), Gutomo Bayu Aji, Anggi Afriansyah, dan Andy Ahmad Zaelany (Pusat Penelitian Kependudukan LIPI).

Panel II: The Internet Mediation of Religious Norms and Practices, dipresentasikan: Dundin Zaenuddin, Muhammad Nur Prabowo Setyabudi, dan Cahyo Pamungkas (Pusat Penelitian Masyarakat dan Budaya LIPI).
Panel III: Contentious Relationship Between State and Society in Digital Ecosystem dipresentasikan: (1). Nina Widyawati, Ranny Rastati, Ubaidillah (Pusat Penelitian Masyarakat dan Budaya LIPI), dan Purnama Alamsyah (Pusat Penelitian Kebijakan dan Manajemen Ilmu Pengetahuan, Teknologi dan Inovasi LIPI). (2). Alie Humaedi, Imelda, Thung Ju Lan, dan Anggy Denok Sukmawati (Pusat Penelitian Masyarakat dan Budaya LIPI). (3). Ikbal Maulana, Widjajanti Santoso, Ana Windarsih, dan Fanny Henry Tondo (Pusat Penelitian Masyarakat dan Budaya LIPI)

Panel IV: The Implementation of Digital Governance, dipresentasikan: (1). Laely Nurhidayah, Robert Siburian, dan Herman Hidayat (Pusat Penelitian Masyarakat dan Budaya LIPI). (2).Galuh Syahbana Indraprahasta (Pusat Penelitian Kebijakan dan Manajemen Ilmu Pengetahuan, Teknologi dan Inovasi LIPI). (3). Ary Wahyono, Lilis Mulyani, dan Masyhuri Imron (Pusat Penelitian Masyarakat dan Budaya LIPI). Panel V: The Online Expression of Art & Culture : Sentiela Ocktaviana dan  Andrian Wikayanto (Pusat Penelitian Masyarakat dan Budaya LIPI).  (sf/ ed:mtr)
Sumber : Humas LIPI

Sivitas Terkait : Dr. Ahmad Najib Burhani M.A.
Diakses : 1462