Coremap Terima Penghargaan Gold Quill
Diterbitkan di Kompas (28/11/2002)
Ingat tampilan lucu dan menarik Uka Si terumbu karang dan Iki si Ikan Indonesia dalam tayangan televisi pendek Kedua makhluk kartun itu ikut membawa produsernya, Program Rehabilitasi dan Pengelolaan Terumbu Karang (Coral Reef Rehabilitation and Management Program/Coremap) Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPI) memperoleh penghargaan Gold Quill.
International Association of Business Communicators (IABC) menilai, Coremap LIPI sukses mengampanyekan penyelamatan terumbu karang dengan nama "Kampanye Sekarang (Selamatkan Terumbu Karang) ".
Penghargaan diterima oleh Kepala LIPI Prof Dr Umar Anggara Jenie, M Sc, yang selanjutnya diserahkan kepada Direktur Coremap LIPI Dr Anugerah Nontji di Gedung LIPI Jakarta, Rabu (27/11).
Gold Quill adalah simbol pengakuan kualitas komunikasi tertinggi di dunia bisnis. Gold Quill diberikan setiap tahun kepada program-program yang dinilai profesional dan efektif di bidang komunikasi.
"Kampanye Sekarang " merebut penghargaan ini setelah menyisihkan 1.347 peserta lainnya dari Australia, Belgia, Brasil, Kanada, Cina, Kroasia, Inggris, Hongkong, Arab Saudi, Skotlandia, Slovenia, Afrika Selatan, Swiss, dan Amerika Serikat (AS).
Pemenang dipilih berdasarkan kriteria rencana komunikasi strategis, implementasi lengkap berdasar rencana komunikasi tersebut, dampak terukur, serta perubahan perilaku yang terbukti.
Program Coremap LIPI disiapkan sejak 1995 dan mulai diimplementasikan 1998. Program terdiri dari lima komponen yang terintegrasi, yaitu pengelolaan berbasis masyarakat, penegakan hukum, komunikasi masyarakat, penguatan kelembagaan, dan dukungan ilmiah.
"Kampanye Sekarang " adalah program komunikasi terpadu untuk meningkatkan dukungan masyarakat maupun pengambil keputusan dalam pengelolaan sumber daya laut, terutama terumbu karang.
Nyaris musnah
Menurut Anugerah, Indonesia adalah habitat terumbu karang paling kaya di dunia. "Baik luas arealnya maupun jenis terumbu karangnya, " tuturnya.
Sayang, karena impitan sosial dan ekonomi, terumbu karang ini nyaris hancur. "Dari perkiraan luas lahan terumbu karang 85 ribu kilometer persegi, yang masih sehat tinggal enam persen, " ujar Anugerah.
Terumbu karang sangat bermanfaat untuk menahan gelombang laut yang mengikis pantai atau bahkan menenggelamkan pulau. Karena itu, terumbu karang juga menjadi modal pembentukan pulau-pulau baru.
Pulau-pulau baru ini awalnya berwujud pulau karang. Sayang, pulau-pulau muda ini hancur karena kemiskinan dan ketidaktahuan nelayan yang mencari ikan dengan cara meledakkan terumbu karang. "Kita tidak bisa hanya menyalahkan mereka karena ini menyangkut persoalan sosial ekonomi, " katanya.
Anugerah kemudian membandingkan keadaan kawasan terumbu karang di wilayah Indonesia bagian timur, antara lain kepulauan di kawasan Laut Banda, dengan kawasan terumbu karang di Teluk Jakarta.
"Kami mencatat, sudah delapan sampai sembilan pulau di Teluk Jakarta tenggelam karena dihantam ombak lebih intensif gara-gara terumbu karang di sekitarnya rusak parah, " paparnya.


